JAKARTA - Jelang mudik Lebaran 2026, Pelabuhan Sampit mulai menunjukkan peningkatan aktivitas, seiring dengan persiapan PT Pelni untuk melayani arus mudik.
Meskipun masa angkutan Lebaran resmi belum dimulai, Kapal Motor (KM) Lawit milik PT Pelni telah berlayar dan mengangkut ratusan penumpang.
Langkah ini menjadi tanda persiapan matang untuk menghadapi lonjakan penumpang yang diprediksi akan meningkat 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan Aktivitas Di Pelabuhan Sampit
Pada Minggu, 1 Maret 2026, KM Lawit berangkat dari Pelabuhan Sampit dengan membawa 617 penumpang. Sebelumnya, kapal ini tiba di Sampit setelah menurunkan 139 penumpang dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
Kepala Cabang Pelni Sampit, Siti Nafillah, menyampaikan bahwa meskipun posko resmi angkutan mudik baru akan dibuka pada 6 Maret, peningkatan jumlah penumpang sudah terasa.
Puncak arus mudik, diperkirakan akan terjadi pada pertengahan Maret, tepatnya pada 16 Maret, ketika KM Lawit dijadwalkan berlayar menuju Semarang.
Siti Nafillah juga menambahkan, "Pada beberapa jadwal keberangkatan, jumlah tiket yang terjual telah melampaui 1.300 penumpang meski kapasitas normal kapal hanya sekitar 900 penumpang. Untuk mengantisipasi lonjakan ini, kami memberikan dispensasi untuk kapasitas kapal hingga mencapai 1.400 penumpang, namun dengan tetap memperhatikan standar keselamatan."
Diskon Tiket untuk Pemudik Lebih Awal
Dalam rangka mendorong pemudik untuk berangkat lebih awal dan mengurangi kepadatan di puncak arus mudik, PT Pelni juga memberikan program diskon 30 persen untuk tiket keberangkatan antara 11 Maret hingga 5 April 2026.
Harga tiket tujuan Semarang berkisar Rp181.900, sementara tiket menuju Surabaya seharga Rp168.600. Program ini dirancang untuk mengoptimalkan distribusi penumpang selama periode mudik dan mempermudah masyarakat untuk mendapatkan tiket dengan harga lebih terjangkau.
Siti Nafillah menambahkan bahwa program diskon ini kuotanya terbatas. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera membeli tiket melalui kanal resmi seperti aplikasi Pelni Mobile atau loket resmi Pelni, guna menghindari praktik percaloan yang sering terjadi selama musim mudik. Masyarakat juga semakin terbantu dengan kemudahan akses tiket melalui aplikasi digital yang telah disediakan oleh Pelni.
Persiapan Logistik dan Armada
Untuk mendukung kelancaran operasional selama arus mudik, PT Pelni mengandalkan tiga armada kapal, yaitu KM Lawit, KM Leuser, dan KM Kelimutu. KM Kelimutu, yang masih dalam proses perawatan docking, diharapkan dapat segera beroperasi untuk mendukung angkutan mudik Lebaran.
"Begitu proses perawatan selesai, kapal KM Kelimutu akan segera siap untuk mendukung angkutan mudik," jelas Siti Nafillah.
Pelabuhan Sampit juga telah mengatur jadwal keberangkatan kapal untuk rute utama, yaitu Surabaya dan Semarang, dengan frekuensi keberangkatan yang semakin meningkat. KM Leuser dijadwalkan tiba dari Semarang pada 13 Maret 2026 dan berangkat ke kota tujuan pada 14 Maret 2026.
Sementara itu, KM Lawit dijadwalkan tiba dari Surabaya pada 15 Maret 2026 dan akan berangkat kembali menuju Semarang pada 16 Maret 2026. Selain itu, KM Lawit juga akan kembali berlayar pada 25 dan 26 Maret 2026, sedangkan KM Leuser juga akan melayani rute yang sama pada 29 dan 30 Maret 2026.
Antisipasi Kepadatan dan Kendala Lalu Lintas
Pihak KSOP Kelas III Sampit bersama berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan, Polsek Kawasan Pelabuhan Mentaya, dan operator pelayaran lainnya, sudah mematangkan persiapan untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
Dalam rapat koordinasi yang digelar, salah satu perhatian utama adalah kemungkinan peningkatan jumlah penumpang yang diperkirakan akan meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2025, tercatat sekitar 10.551 orang yang naik dan 5.285 orang yang turun di Pelabuhan Sampit. Tahun ini, diprediksi jumlah penumpang yang naik akan mencapai 11.078 orang dan 5.549 orang yang turun.
Tantangan terbesar dalam menghadapi arus mudik adalah keterbatasan kapasitas parkir dan kemacetan di sekitar area pelabuhan. Untuk itu, pihak KSOP telah mengambil langkah-langkah konkret dengan menata ulang area parkir, menambah titik parkir alternatif, dan meningkatkan penerangan di pelabuhan.
Selain itu, penambahan petugas pelayanan dan rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan dengan menutup sementara ruas jalan tertentu saat kapal tiba, guna mengurangi kemacetan dan menjaga kelancaran arus penumpang.
Posko Terpadu untuk Pengawasan dan Penanganan Kendala
Selain itu, untuk memastikan kelancaran operasional dan penanganan segala kendala yang mungkin timbul, KSOP Sampit juga telah membentuk Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026. Posko ini akan menjadi pusat komando yang melibatkan berbagai instansi terkait dan operator pelayaran, dengan tujuan mengoordinasikan segala hal yang berkaitan dengan operasional, pengawasan, dan penanganan kendala di lapangan.
Dalam rapat tersebut, Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian, juga menyatakan bahwa mereka siap untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses angkutan laut Lebaran.
"Semua persiapan telah dilakukan agar angkutan laut Lebaran 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kami berharap tidak ada kendala yang berarti, sehingga masyarakat bisa menikmati perjalanan mudik dengan nyaman," pungkas Hotman.
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, baik oleh PT Pelni maupun instansi terkait, arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan efisien.
Masyarakat yang ingin mudik lebih awal kini memiliki kesempatan untuk memanfaatkan diskon tiket dan jadwal keberangkatan yang telah disiapkan, sambil memastikan kenyamanan dan keamanan perjalanan selama liburan Lebaran.