35 Makanan khas Palembang Paling Enak dan Legendaris!

Sabtu, 29 November 2025 | 15:08:12 WIB
makanan khas Palembang

Jakarta - Makanan khas Palembang menawarkan keunikan tersendiri yang membedakan kota ini dari daerah lain di Sumatra. 

Selain terkenal dengan Jembatan Ampera dan berbagai destinasi wisata menarik, kulinernya juga wajib dicoba setidaknya sekali seumur hidup.

Keistimewaan kuliner Palembang muncul dari perpaduan budaya yang kental, menjadikannya salah satu kota dengan kekayaan gastronomi yang luar biasa. 

Kota ini sering dijuluki “Venice of the East” karena pesona budayanya, termasuk ragam makanannya yang kaya dan beragam.

Eits, jangan pikir Palembang hanya terkenal dengan pempek. Masih banyak hidangan lain yang patut dicicipi saat berkunjung ke ibu kota Sumatera Selatan ini.

Kalau kamu penasaran, segera sisihkan waktu untuk menjelajahi ragam kuliner di Palembang. 

Di sana, kamu akan menemukan berbagai cita rasa makanan khas Palembang yang siap memanjakan lidahmu.

Makanan khas Palembang Paling Enak

Yuk eksplor 35 makanan khas Palembang berikut ini lengkap dengan rekomendasi tempat terbaik untuk menikmatinya.

1. Pempek

Hidangan satu ini tentu sudah sangat dikenal banyak orang. Di kota ini, pempek menjadi salah satu kuliner paling dicari dan disukai. 

Adonannya biasanya berasal dari campuran daging ikan dan sagu, lalu dipadukan dengan berbagai isian seperti udang, tahu, telur, atau bahan lain. 

Hidangan tersebut umumnya disajikan dengan saus khas bercita rasa kuat, dibuat dari gula merah, cabai, bawang putih, serta udang ebi yang dihaluskan.

Kebayang kan bagaimana lezatnya? Kamu bisa menemukannya di berbagai penjaja pempek di kota ini. 

Salah satu tempat yang sudah lama terkenal adalah Pempek Pak Raden. Popularitasnya membuat cabangnya tersebar di sejumlah kota besar.

Jika ingin mencicipi langsung, lokasinya berada di Jalan Radial No. 802, 24 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Buka setiap hari pukul 06.00–22.00 WIB, dengan harga mulai Rp3.000 per buah.

2. Tekwan

Saat berkunjung, kamu akan menemukan hidangan yang mirip bakso namun memiliki citarasa berbeda. 

Masyarakat setempat menyebutnya tekwan. Hidangan ini terdiri dari bola-bola ikan, disajikan bersama mi putih dan kuah bening yang berasal dari rebusan kepala udang, ditambah irisan daun bawang. Tekwan sering menjadi pilihan santai setelah berkeliling kota.

Kamu bisa mencobanya di Jl. Tugumulyo No.2398, 20 Ilir D II, Ilir Timur. Tempat ini buka setiap hari pukul 08.00–18.00 WIB, dengan harga sekitar Rp18.000 per porsi.

3. Laksan

Pernah mendengar laksan? Hidangan ini memiliki kemiripan dengan lontong sayur. Bahan utamanya berupa sagu dan ikan, dibentuk oval dengan rasa yang sedikit menyerupai pempek. 

Biasanya disajikan dalam kuah santan yang gurih. Banyak orang menikmati laksan sebagai menu sarapan.

Salah satu penyedia laksan yang dikenal luas adalah Laksan Kaito. Rasa hidangannya enak dan harganya cukup bersahabat, mulai dari Rp8.000 per porsi. 

Lokasinya berada di Jalan Kapten Anwar Arsyad No.999, Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 06.00–18.00 WIB.

4. Celimpungan

Hidangan lain yang masih berkerabat dengan pempek adalah celimpungan. Biasanya disajikan pada hari-hari besar, sehingga punya nilai khusus bagi sebagian masyarakat. 

Celimpungan berbahan dasar ikan dan sagu, mirip laksan, tetapi bentuknya bulat berwarna putih dan ukurannya lebih besar dibanding tekwan. Yang membedakannya adalah kuah kari kental yang menjadi ciri utama.

Jika penasaran ingin mencicipinya, kamu dapat mampir ke Warung Aba yang sudah dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati celimpungan.

Warung Aba terletak di Jalan Dr. M. Isa No.26/15, Kuto Batu, Ilir Timur, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Buka setiap hari pukul 05.00–18.00 WIB dengan harga mulai Rp10.000 per porsi.

5. Burgo

Burgo adalah hidangan berkuah santan yang dibuat dari campuran tepung beras dan sagu. Adonannya dimasak menjadi lembaran tipis, kemudian digulung dan dipotong kasar sehingga menyerupai kwetiau. 

Burgo biasanya disajikan dengan kuah gurih berbumbu kencur, kunyit, ketumbar, lengkuas, kemiri, serta bawang putih.

Sebagai pelengkap, ditambahkan suwiran ikan, bawang goreng, dan irisan telur ayam rebus. Sambal dan perasan jeruk nipis membuat rasanya semakin lengkap. 

Salah satu tempat yang sering menjadi tujuan untuk menikmati burgo adalah Warung Aba.

Warung Aba beralamat di Jalan Dr. M. Isa No.26/15, Kuto Batu, Ilir Timur, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Tempat ini buka setiap hari pukul 05.00–18.00 WIB, dengan harga mulai Rp10.000 per porsi.

6. Lakso

Hidangan ini sekilas tampak serupa dengan burgo, namun perbedaan utamanya terletak pada kuahnya. 

Lakso menggunakan kuah yang lebih pekat dan kaya rasa. Bentuknya menyerupai mi tebal, kemudian disajikan bersama taburan bawang goreng untuk memperkuat aroma dan cita rasanya.

Untuk mencicipinya, kamu bisa singgah ke Warung Abah, tempat yang sudah lama dikenal sebagai salah satu tujuan favorit para penjelajah kuliner lokal. Menu ini juga dibanderol dengan harga yang ramah di kantong.

Warung Aba berada di Jalan Dr. M. Isa No.26/15, Kuto Batu, Ilir Timur, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Jam operasionalnya setiap hari pukul 05.00–18.00 WIB, dan seporsinya dibanderol mulai Rp10.000.

7. Martabak Palembang

Jajanan satu ini memang sudah terkenal luas, tetapi memiliki cara penyajian yang sedikit berbeda di kota ini. 

Adonannya hampir sama dengan martabak pada umumnya, namun yang membuatnya unik adalah kehadiran kuah kental berbumbu rempah dan potongan kentang sebagai pelengkap ketika disantap.

Jika ingin menjajal versi yang populer, kamu bisa mendatangi Martabak Haji Abdul Rozak.

Tempatnya berada di Jalan Jenderal Sudirman No.597A, 18 Ilir, Ilir Timur, Kota Palembang, Sumatera Selatan. 

Buka setiap hari pukul 07.00–21.00 WIB, dengan harga mulai dari Rp21.000, tergantung pada isiannya.

8. Mie Celor

Kuliner ini menjadi salah satu yang sering diburu para pelancong. Hidangan berupa mi tebal disiram kuah santan kental yang diperkaya kaldu kepala udang besar, kemudian diberi tambahan tauge dan irisan telur rebus. 

Perpaduan kuah gurih dan aroma udang membuatnya berbeda dari mi berkuah lainnya.

Tertarik mencoba? Kamu bisa berkunjung ke Mie Celor 26 Ilir Haji Syafe’i di Jalan Merdeka No.54, Talang Semut, Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan. 

Tempat ini buka setiap hari pukul 06.00–17.00 WIB, dengan harga mulai sekitar Rp15.000 per mangkuk.

9. Pindang Ikan

Menu berbahan dasar ikan patin ini terkenal akan kuahnya yang memadukan rasa asam, pedas, manis, dan gurih. 

Tekstur ikan yang empuk berpadu dengan kuah segar menjadikannya salah satu hidangan yang banyak direkomendasikan untuk dicoba saat berada di kota ini.

Jika ingin mencicipi versi yang paling dikenal, kamu bisa menuju RM Pindang Meranjat yang berada di kawasan Meranjat, tepatnya di Jalan Demang Lebar Daun, Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Rumah makan ini buka setiap hari pukul 09.30–16.30 WIB, dengan harga bervariasi mulai dari Rp30.000 per porsi sesuai ukuran ikannya.

10. Pindang Tulang

Hidangan ini memiliki konsep mirip pindang berbahan ikan, namun diganti dengan iga sapi sebagai sumber rasa utamanya. 

Cita rasanya cukup kuat dengan sensasi pedas yang dominan, membuatnya banyak disukai pecinta masakan berkuah.

Untuk menikmatinya, kamu bisa mendatangi RM Pindang Sri Melayu yang berada di Jalan Demang Lebar Daun No.1, Demang Lebar Daun, Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Selain tempatnya mudah dijangkau, harganya pun cukup bersahabat, mulai dari Rp15.000 per porsi. Rumah makan ini buka setiap hari pukul 08.00–22.00 WIB.

11. Sate Sapi Cucuk Manis

Siapa yang tidak mengenal sate? Hidangan yang dikenal luas di Indonesia ini memiliki versi berbeda di kota ini, yaitu sate sapi bercita rasa manis berkat tambahan kecap sebagai bumbu penyedapnya.

Salah satu tempat yang dianggap paling mantap untuk menikmati sajian tersebut adalah Warung Wak Din. 

Tempat ini sudah ada sejak tahun 1970-an dan masih menjadi favorit banyak orang. Lokasinya berada di Jalan Mayjen HM Ryacudu, 7 Ulu, Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan. 

Buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, dengan harga mulai Rp5.000 per tusuk.

12. Bakmi Babi

Mi dengan tekstur kenyal dan rasa gurih ini cukup digemari di kota tersebut. Meski bukan kuliner asli daerah, bakmi babi telah menjadi pilihan banyak warga karena cita rasanya yang khas.

Warung Bakmi Aloi adalah salah satu tempat yang paling sering direkomendasikan. Pilihan toppingnya beragam, seperti babi panggang, daging cincang, ayam, hingga jamur. 

Di sana juga tersedia ngohiang babi, sejenis gorengan kekian dengan rasa yang membuat banyak pelanggan ketagihan.

Sayang kalau dilewatkan! Kamu bisa menemukannya di Jalan Kebon Manggis, Kepandean Baru, Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan. 

Buka dari Kamis sampai Sabtu, pukul 08.00–16.00 WIB. Seporsi dibanderol mulai Rp12.000.

13. Es Kacang Merah

Tak hanya hidangan gurih, kota ini juga menawarkan kudapan segar seperti es kacang merah. Rasanya manis, lembut, dan cocok disantap pada siang hari sebagai pelepas dahaga ketika berkeliling.

Tempat yang banyak direkomendasikan untuk mencoba es ini adalah warung es kacang merah Mamat. 

Lokasinya berada di Jalan Kebon Manggis, Kepandean Baru, Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan. 

Buka dari Kamis hingga Sabtu pada pukul 08.00–16.00 WIB, dengan harga mulai Rp12.000 per porsi.

Cuaca panas langsung terasa sejuk setelah menikmatinya!

14. Kemplang Palembang

Saat sore hari, kerupuk kemplang bisa menjadi teman bersantai yang pas, terutama jika dinikmati bersama orang terdekat. Camilan renyah ini mudah dijumpai di berbagai toko oleh-oleh.

Salah satu tempat yang menyediakan banyak pilihan kemplang adalah Pasar Tradisional Cinde. 

Lokasinya berada di Jalan Jend. Sudirman, 24 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan. 

Pasar ini buka setiap hari pukul 06.00–18.00 WIB. Harga kemplang cukup murah, yaitu mulai Rp15.000 per kilogram.

15. Godo-Godo

Sekilas mirip gado-gado, tetapi bahan utamanya menggunakan udang, bukan ikan. Kuah pelengkapnya memakai cuka khas pempek sehingga rasanya sangat khas.

Kudapan ini mudah ditemukan di pedagang gorengan keliling. Salah satu lokasi yang sering menjadi tempat berjualan adalah Pasar Cinde.

Pasar tersebut berada di Jalan Jend. Sudirman, 24 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 06.00–18.00 WIB. Harga satuannya sangat murah, hanya sekitar Rp1.000 saja.

16. Gulo Puan

Dari namanya saja sudah terdengar unik. Kudapan ini kini semakin jarang ditemukan. Berdasarkan catatan lama, gulo puan dahulu merupakan hidangan istimewa yang hanya disajikan kepada kalangan bangsawan dan orang yang baru kembali dari ibadah haji.

Bahan utamanya adalah susu kerbau dan gula yang dimasak hingga mengental. Selain dimakan langsung, gulo puan juga bisa dijadikan sebagai bahan tambahan untuk membuat hidangan lain. 

Bila ingin mencobanya, kamu bisa mencari penjualnya di area Masjid Agung setiap hari Jumat atau langsung menuju Gulo Puan Mang Robin.

Lokasinya berada di Jalan Seduduk Putih, 8 Ilir, Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Buka setiap hari Jumat pukul 10.00–14.00 WIB, dengan harga mulai Rp100.000 per kilogram.

17. Roti Koing

Roti Koing via Antaranews
Roti Koing via Antaranews

Di kota ini ada roti tradisional yang umumnya disajikan pada bulan Ramadan, dikenal dengan nama roti koing. Bentuknya bulat, bertekstur padat, dan rasanya cenderung tawar. Cara menikmatinya cukup unik—biasanya direndam terlebih dahulu dalam teh atau kopi sebelum dimakan.

Saat berkunjung, kamu bisa menemukan roti koing di berbagai pasar tradisional, salah satunya Pasar 26 Ilir. Di sana banyak pedagang yang menjualnya.

Pasar 26 Ilir berlokasi di Jalan Talang Semut, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Harganya sangat ramah di kantong, mulai Rp3.000 per bungkus. Wajib dicoba biar tahu langsung sensasinya!

18. Sambal Tempoyak

Sambal yang satu ini dibuat dari durian yang difermentasi, menghasilkan rasa asam, pedas, serta aroma khas buah durian. 

Biasanya dimakan sebagai pendamping pindang, masakan ikan, atau sajian ayam.

Sambal tempoyak sangat nikmat saat disajikan bersama nasi panas, apalagi dimakan bareng orang-orang terdekat. Pecinta durian hampir pasti menyukainya.

Kamu bisa mencicipinya di Rumah Makan Musi Rawas, yang berada di Jalan Angkatan 45 No.18, Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan. 

Buka setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB, dan harganya mulai sekitar Rp5.000, tergantung musim durian.

19. Model

Kuliner bernama model ini sekilas mengingatkan pada tekwan, tetapi cara membuatnya berbeda karena tidak melalui proses perebusan atau pengukusan seperti tekwan kebanyakan. 

Adonannya diisi dengan tahu, lalu digoreng hingga renyah. Setelah itu baru disajikan dengan kuah kaldu udang.

Bahan utama yang digunakan adalah ikan tenggiri, kemudian diberi tambahan tahu cina. Rasanya gurih, teksturnya garing di luar namun lembut saat direndam kuah, dan memberikan sensasi segar ketika disantap.

20. Malbi

Hidangan ini merupakan sajian daging yang dimasak dengan rempah melimpah. Walaupun secara tampilan sedikit mirip dengan semur, rasanya jauh berbeda. 

Malbi menawarkan perpaduan rasa lada, pala, asam ringan, dan bumbu khas daerah yang membuatnya terasa kaya dan wangi.

Tekstur dagingnya empuk dan bumbunya meresap hingga ke dalam. Perpaduan rempahnya membuat pengalaman menyantap malbi terasa sangat khas dan memanjakan lidah.

21. Kue 8 Jam

Kue tradisional ini sering menjadi teman minum teh atau kopi. Teksturnya lembut, kenyal, dan rasanya manis. 

Nama “kue 8 jam” berasal dari cara pembuatannya yang memang membutuhkan waktu sekitar delapan jam hingga matang sempurna.

Kue ini biasanya hadir pada acara-acara tertentu seperti pesta pernikahan, khitanan, hingga hari raya. 

Penampilannya sederhana, tetapi rasanya membuat banyak orang selalu mencarinya.

22. Otak-otak Kuah Cuko

Di beberapa daerah lain kamu bisa menjumpai otak-otak, tetapi versi yang menggunakan kuah cuko ini sangat khas. 

Kuah cukonya memberikan sensasi pedas, asam, dan manis yang membuatnya berbeda dari otak-otak biasa.

Otak-otak dibuat dari ikan tenggiri yang dicampur dengan sagu, santan, daun bawang, dan bumbu lainnya, lalu dibungkus daun pisang dan dipanggang. 

Hasilnya adalah aroma bakaran yang kuat serta rasa ikan yang menonjol.

Selain enak, hidangan ini juga bergizi karena bahan-bahannya kaya nutrisi.

23. Lempok

Lempok memiliki tampilan yang mirip dengan dodol dari Garut. Warnanya cokelat, teksturnya kenyal, dan rasanya manis. Kudapan ini cocok dijadikan buah tangan, terutama untuk pecinta durian.

Tidak seperti beberapa jajanan yang hanya memakai perisa durian, lempok dibuat dari daging durian asli yang telah matang, kemudian dimasak bersama gula dan sedikit garam. 

Proses memasaknya mirip dodol: adonan diaduk terus-menerus dalam kuali besar hingga mengental dan berubah tekstur.

Biasanya dibutuhkan sekitar empat jam sampai lempok siap dipotong dan dijual. Karena menggunakan durian murni, wajar jika harganya cenderung lebih tinggi dibanding camilan lainnya.

24. Lenggang

Lenggang merupakan sajian berbahan dasar tepung terigu dan ikan, terutama tenggiri. Walaupun masih berkerabat dengan pempek, cara memasaknya berbeda. Adonan lenggang dibungkus dengan daun pisang berbentuk kotak, lalu dipanggang di atas bara.

Teknik memasak ini membuat rasanya lebih gurih dan aromanya lebih harum, terutama jika dimakan selagi hangat. 

Banyak yang mengatakan teksturnya lebih padat dan rasanya lebih mantap dibandingkan pempek, meski tentu kembali pada selera masing-masing.

Sama seperti saudaranya, lenggang juga disantap dengan kuah cuko berbumbu udang ebi. Hidangan ini bisa ditemukan dengan mudah di berbagai sudut kota.

25. Martabak HAR

Martabak ini memiliki keunikan tersendiri dibanding martabak pada umumnya. Isiannya berupa telur ayam atau telur bebek, dan disajikan dengan kuah kari yang berisi potongan kentang sehingga rasanya cukup berbeda.

Nama “HAR” diambil dari penciptanya, Haji Abdul Rozak, seorang warga keturunan India yang memperkenalkan hidangan ini kepada masyarakat.

Untuk mencicipinya, kamu bisa datang ke Toko Kopi HAR di Jalan Jenderal Sudirman atau Martabak & Resto HAR di alamat lain yang masih berada di jalan yang sama.

26. Kue Lapis Kojo

Kue lapis kojo merupakan salah satu kudapan manis yang pas dinikmati saat bersantai bersama keluarga. 

Bentuknya menyerupai kue lapis pada umumnya, namun ciri khasnya terletak pada lapisan berwarna hijau dan cokelat yang tersusun rapi.

Adonan kue ini dibuat dari campuran telur bebek, tepung terigu, santan, susu kental manis, daun pandan, daun suji, dan gula pasir. 

Warna hijaunya diperoleh secara alami dari daun suji, sehingga tampilannya semakin menarik.

Rasa lapis kojo terasa lebih legit dibandingkan kue lapis biasa karena penggunaan telur bebek yang cukup banyak. 

Jika ingin membelinya, kamu bisa mengunjungi Bangau Pastry, toko yang sudah lama dikenal sebagai penyedia beragam kue tradisional untuk oleh-oleh.

27. Kue Engkak Ketan

Selanjutnya ada kue engkak ketan, kudapan bertekstur lembut yang juga dibuat menggunakan telur bebek, sehingga aromanya sangat khas. 

Bahan utama yang digunakan adalah tepung ketan, dipadukan dengan susu kental manis, gula pasir, mentega, serta santan glondo—yaitu santan yang dimasak hingga keluar minyak alaminya.

Bentuknya menyerupai kue lapis, memiliki warna kuning dengan garis cokelat gelap yang mengelilinginya. Walaupun pola warnanya tidak selalu teratur, tampilannya justru menjadi daya tarik tersendiri.

Kue ini dapat dijadikan buah tangan. Kamu dapat membelinya di Bangau Pastry yang berada di Jalan Mayor Ruslan.

28. Kue Maksuba

Kue maksuba merupakan salah satu sajian manis yang cukup populer. Sekilas bentuknya mirip dengan kue lapis, tetapi corak garis-garisnya lebih acak dan tidak beraturan, sehingga tampak unik dibandingkan kue lapis biasanya.

Rasanya manis dan sangat legit karena menggunakan telur bebek sebagai bahan utamanya, memberikan aroma dan cita rasa khas. Hidangan ini sangat mudah ditemukan di berbagai toko kue, terutama saat menjelang hari raya.

29. Kue Bolu Suri

Banyak orang mengira bolu suri sama dengan bika ambon, padahal keduanya berbeda. Meski sering dijuluki sebagai “bika ambon versi Palembang”, bolu ini memiliki karakteristik tersendiri dari segi bahan maupun tekstur.

Kue ini berbentuk bundar dengan lubang di bagian tengah, mengikuti cetakan bolu tradisional. Perbedaan utamanya terletak pada komposisi adonan yang tidak sama dengan bika ambon.

Untuk mencicipinya, kamu bisa berkunjung ke pusat oleh-oleh Ellen di Jalan Jenderal Sudirman No. A 15. Biasanya satu loyang bolu suri dijual sekitar seratus ribu rupiah.

30. Kue Gandus

Kue Gandus
Kue Gandus

Kue gandus tampil dengan bentuk menyerupai mangkuk kecil dan berwarna putih lembut karena terbuat dari santan. Aroma harumnya berasal dari daun pandan yang dicampurkan ke dalam adonan.

Sebagai pelengkap, bagian atasnya diberi taburan ebi, bawang goreng, seledri, hingga irisan cabai merah. Kombinasi ini membuat rasanya gurih sekaligus memiliki tekstur menarik saat dikunyah.

31. Kue Lumpang

Kue Lumpang
Kue Lumpang

Kue lumpang terkenal dengan teksturnya yang kenyal dan cita rasanya yang manis. Varian warnanya beragam—mulai dari hijau, cokelat, merah, hingga putih.

Bentuknya menyerupai lumpang atau lesung kecil, dengan cekungan di bagian tengah yang biasanya diisi parutan kelapa. Warna hijau didapat dari pandan, warna merah dari gula jawa, dan warna putih dari gula pasir, sehingga tidak memerlukan pewarna tambahan.

Kue ini merupakan salah satu jajanan pasar favorit masyarakat setempat dan sangat mudah ditemukan.

32. Kue Srikaya

Kue Srikaya
Kue Srikaya

Kue srikaya adalah salah satu jajanan yang populer di daerah ini. Bahannya sederhana—hanya telur, santan, dan gula—namun menghasilkan tekstur lembut dan rasa manis yang pas.

Kudapan ini sering disajikan bersama ketan atau roti tawar, sehingga banyak dijual dalam bentuk paket srikaya ketan. 

Teksturnya yang lembut membuatnya cocok dijadikan pendamping teh atau kopi.

33. Dadar Jiwo

Dadar jiwo merupakan olahan telur yang dibuat mirip telur dadar, namun dilengkapi dengan isian sayuran. 

Biasanya isiannya berupa tumisan pepaya muda, kemudian bagian luarnya diberi bawang goreng, daun sop, dan abon.

Cita rasanya gurih dengan sentuhan manis dari pepaya muda yang ditumis. Kue ini sangat mudah dijumpai selama bulan Ramadan karena sering dijadikan hidangan untuk berbuka.

34. Sambal Lingkung

Sambal lingkung memiliki tampilan yang lebih mirip abon dibandingkan sambal pada umumnya. 

Olahan ini dibuat dari ikan, biasanya tenggiri atau gabus, lalu diberi cabai untuk menambahkan sensasi pedas.

Proses memasaknya dilakukan dengan cara menghaluskan semua bahan, kemudian dimasak hingga benar-benar kering seperti abon. 

Rasanya gurih dan pedas, sangat cocok disantap bersama bubur, nasi, bahkan roti.

35. Telok Ukan

Telok ukan merupakan salah satu hidangan tradisional yang mulai jarang ditemui. Kesulitannya terletak pada proses pembuatannya yang membutuhkan ketelitian tinggi.

Telur bebek atau telur ayam dilubangi terlebih dahulu, kemudian isinya dikeluarkan untuk dicampur dengan rempah. 

Setelah dibumbui, campuran telur tersebut dimasukkan kembali ke dalam cangkangnya, sehingga prosesnya cukup rumit.

Kamu masih bisa menemukannya di Pasar 10 Ulu, biasanya dijual mulai dari Rp2.500 per butir.

Sebagai penutuup, menjelajahi ragam makanan khas Palembang membuat perjalanan semakin berkesan, menghadirkan cita rasa yang melekat dan pengalaman yang sulit dilupakan.

Terkini

Cara Cek Kuota Telkomsel yang Mudah dan Praktis 2025

Sabtu, 29 November 2025 | 18:35:05 WIB

Panduan Lengkap Cara Mengisi Voucher IM3 2025

Sabtu, 29 November 2025 | 18:35:05 WIB

Cara Cek Harga HP Second di Erafone: Panduan Lengkap

Sabtu, 29 November 2025 | 16:11:37 WIB

Cara Cek Resi & Cek Cargo Sociolla 2025

Sabtu, 29 November 2025 | 16:11:32 WIB