Permata Bank dan BCA Optimistis Kredit Konsumer Tumbuh

Senin, 19 Januari 2026 | 10:38:56 WIB
Permata Bank dan BCA Optimistis Kredit Konsumer Tumbuh

JAKARTA - Di tengah tekanan ekonomi yang membuat daya beli masyarakat melemah, sejumlah bank swasta masih memandang kredit konsumer sebagai segmen yang punya peluang tumbuh. 

Optimisme ini datang dari strategi penyaluran kredit yang lebih selektif serta proyeksi pertumbuhan yang tetap positif. Dua bank besar, Permata Bank dan BCA, bahkan menilai kondisi saat ini menjadi momentum untuk memperkuat portofolio kredit konsumer mereka.

Permata Bank memproyeksikan kredit konsumer bisa tumbuh sekitar 10% pada tahun ini. Optimisme tersebut disampaikan oleh Division Head Consumer Lending Permata Bank, Haryanto. Dia menilai bahwa peluang pertumbuhan tidak merata di semua segmen, namun secara keseluruhan masih terlihat tren positif. 

Sementara BCA menegaskan akan terus mendorong penyaluran kredit dengan prinsip kehati-hatian, seiring kondisi ekonomi Indonesia yang masih berada pada tren positif.

Proyeksi Pertumbuhan Kredit Konsumer Permata Bank

Division Head Consumer Lending Permata Bank Haryanto mengungkapkan bahwa kredit konsumer Permata Bank diproyeksikan tumbuh sekitar 10% tahun ini, dengan kontribusi yang bervariasi di tiap segmen.

 “Untuk konsumer kredit kami tetap optimistis. Jadi kami memproyeksikan pertumbuhan kurang lebih sekitar 10%. Tapi berbeda-beda ya, tergantung dari masing-masing segmen,” kata Haryanto.

Permata Bank menilai segmen pengusaha atau usaha kecil dan menengah (UKM/SME) masih berpeluang tumbuh lebih baik pada tahun ini. Bank juga optimistis kinerja kartu kredit dan personal loan masih dapat meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. 

Selain itu, Permata Bank memperkirakan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) serta kredit kendaraan bermotor akan lebih kuat dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

“Untuk KPR dan kredit kendaraan bermotor, kami juga lebih optimistis dibandingkan dengan tahun lalu,” ujarnya.

Keyakinan BCA pada Tren Kredit dan Ekonomi Indonesia

Sementara itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn meyakini BCA mampu mencapai target pertumbuhan kredit sepanjang 2025 dan kinerja berbagai sektor ekonomi di Indonesia terus berada pada tren positif pada 2026. 

“Ditopang likuiditas yang memadai, BCA senantiasa mendorong penyaluran kredit di berbagai segmen dan sektor, dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin,” jelas Hera.

Hingga September 2025, BCA mencatatkan penyaluran kredit konsumer sebesar Rp223,6 triliun. Capaian itu tumbuh 3,3% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hera menyebut, pertumbuhan kredit konsumer tersebut didorong oleh meningkatnya KPR sebesar 6,4% YoY menjadi Rp138,8 triliun.

Strategi BCA Menjaga Keseimbangan Likuiditas dan Ekspansi Kredit

Untuk mendorong permintaan kredit, ke depan, Hera mengungkapkan bahwa BCA akan terus menawarkan beragam promo menarik dengan pengenaan bunga yang terjangkau oleh masyarakat, sehingga keberlanjutan pembiayaan terjaga. 

Dia menjelaskan, kebijakan ini juga dimaksudkan untuk turut serta menggerakkan roda perekonomian dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

“BCA akan terus menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dengan ekspansi kredit yang sehat, dengan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar dan risiko,” tutur Hera.

Optimisme Bank Swasta di Tengah Tantangan Ekonomi

Meski daya beli masyarakat mengalami tekanan, bank swasta seperti Permata Bank dan BCA tetap optimistis bahwa kredit konsumer bisa tumbuh positif. 

Hal ini dipengaruhi oleh strategi penyaluran kredit yang lebih selektif dan fokus pada segmen-segmen yang masih memiliki potensi, seperti UKM/SME, KPR, dan kendaraan bermotor.

Optimisme ini juga didukung oleh kondisi ekonomi nasional yang masih berada pada tren positif. Dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang disiplin, kedua bank tersebut yakin dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan kredit tanpa mengabaikan kualitas aset.

Terkini