JAKARTA - BNI kembali mencatatkan prestasi dalam pemberdayaan desa. Kali ini, bank milik negara tersebut mendapat penghargaan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dukungan pada ekonomi desa. Penghargaan itu diserahkan pada puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali.
Penghargaan yang diraih BNI bukan sekadar simbol, melainkan cerminan kerja panjang dalam memperkuat ekonomi lokal melalui berbagai program inklusif.
Pada acara yang dihadiri ribuan peserta, BNI diakui karena kontribusi nyata dalam memperluas akses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, serta pendampingan UMKM dan BUMDes. Hal ini sejalan dengan semangat pembangunan desa yang membutuhkan sinergi lintas sektor.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Pembangunan Desa
Dalam sambutannya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan bahwa pembangunan desa tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar pembangunan desa dapat berjalan berkelanjutan.
“Jumlah desa di Indonesia mencapai 75.266. Ini tidak mungkin dikerjakan oleh satu kementerian atau satu sektor. Dibutuhkan kekompakan, persatuan, dan kemauan bersama untuk mendorong kemajuan desa,” ujar Yandri.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa peran swasta, termasuk BNI, menjadi bagian penting dalam mendorong desa agar tidak tertinggal. BNI dinilai mampu berkontribusi melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan ekonomi masyarakat desa.
Peran BNI dalam Penguatan Ekonomi Lokal
BNI menerima penghargaan karena dinilai aktif mendukung agenda pembangunan desa yang sejalan dengan Asta Cita ke-6, terutama dalam penguatan ekonomi lokal. Peran ini diwujudkan melalui beberapa program yang langsung menyasar pengembangan ekonomi di desa.
Kontribusi BNI terlihat dari perluasan akses pembiayaan inklusif yang membantu UMKM dan BUMDes mendapatkan modal usaha. Selain itu, peningkatan literasi keuangan juga menjadi fokus agar masyarakat desa lebih melek dalam mengelola keuangan usaha.
Pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah serta BUMDes menjadi bagian penting dari program BNI. Dengan pendampingan tersebut, diharapkan UMKM dan BUMDes dapat tumbuh lebih kuat, meningkatkan produktivitas, dan mampu berkontribusi pada perekonomian desa secara berkelanjutan.
Penghargaan Jadi Penguatan Komitmen BNI
Penghargaan yang diterima BNI diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto kepada Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho.
Penyerahan dilakukan di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari kepala desa se-Jawa Tengah, Asosiasi Desa se-Indonesia, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) tingkat provinsi dan kabupaten.
Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho menegaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi penguatan komitmen perseroan. BNI akan terus berkontribusi dalam pembangunan desa secara berkelanjutan.
Ke depan, BNI memastikan pengembangan program pemberdayaan desa akan terus dilanjutkan sebagai bagian dari peran perseroan dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif, merata, dan berkeadilan. Program tersebut juga diharapkan memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat desa.
Pembangunan Desa sebagai Pilar Pembangunan Nasional
Penghargaan yang diterima BNI menjadi pengingat bahwa pembangunan desa adalah bagian penting dari pembangunan nasional. Dengan jumlah desa mencapai 75.266, peran serta pihak swasta dan lembaga keuangan menjadi sangat penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi merata hingga ke akar.
Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci agar desa dapat berkembang dengan potensi lokal yang dimiliki. Dukungan pembiayaan, literasi, dan pendampingan usaha diharapkan mampu mendorong desa menjadi lebih mandiri dan produktif.
Dengan penghargaan ini, BNI menunjukkan bahwa peran bank bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang mendukung pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.