JAKARTA - Jerawat sering kali datang tanpa aba-aba dan meninggalkan rasa tidak nyaman, baik secara fisik maupun emosional. Di antara berbagai jenis jerawat, ada satu yang kerap membuat frustrasi karena sulit diatasi dan terasa nyeri, yakni jerawat mendem.
Meski tampak kecil dari luar, jerawat ini sebenarnya terbentuk jauh di bawah permukaan kulit dan membutuhkan penanganan yang lebih sabar serta tepat.
Berbeda dengan jerawat biasa yang memiliki mata jerawat jelas, jerawat mendem kerap hanya terlihat sebagai benjolan kemerahan atau kehitaman.
Karena letaknya tersembunyi, banyak orang keliru menanganinya, bahkan tak jarang memaksanya untuk pecah. Padahal, tindakan tersebut justru berisiko memperburuk kondisi kulit dan meninggalkan bekas jangka panjang.
Mengenal Jerawat Mendem Lebih Dekat
Jerawat mendem merupakan jerawat yang terbentuk di bawah permukaan kulit dan umumnya muncul di area dagu, garis rahang, sisi wajah, hingga leher.
Karena tidak memiliki mata jerawat yang terlihat, jerawat ini sering disalahartikan sebagai iritasi biasa. Padahal, di balik benjolan tersebut terjadi peradangan yang cukup dalam dan dapat menimbulkan rasa nyeri saat disentuh.
“Jerawat buta, atau jerawat bawah permukaan, terjadi karena jerawat ini tidak berada di lapisan terluar kulit dan sebagian besar berkembang di bawah permukaan,” ujar dokter kulit Zenovia Gabriel, MD, dikutip dari Women’s Health.
Karena berada di lapisan kulit yang lebih dalam, jerawat mendem membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh. Dalam beberapa kasus, jerawat ini juga dapat berkembang menjadi kista jika tidak ditangani dengan benar.
Faktor Pemicu Munculnya Jerawat Mendem
Secara umum, penyebab jerawat mendem tidak jauh berbeda dengan jerawat lainnya, yaitu pori-pori yang tersumbat oleh sel kulit mati, sebum, dan bakteri. Perbedaannya terletak pada lokasi sumbatan yang lebih dalam, sehingga jerawat tidak memiliki jalan keluar ke permukaan kulit.
Selain itu, terdapat sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat mendem. Usia menjadi salah satunya, terutama pada masa pubertas ketika hormon mengalami perubahan signifikan. Riwayat keluarga juga berperan, karena kulit yang cenderung berjerawat sering kali diturunkan secara genetik.
Perubahan hormon tertentu, seperti saat menstruasi atau kondisi medis tertentu, turut memicu produksi minyak berlebih pada kulit. Inilah sebabnya jerawat mendem dapat dialami oleh siapa saja, meskipun risikonya lebih besar pada mereka yang memiliki kulit berminyak atau sensitif terhadap perubahan hormon.
Kesalahan Umum Saat Menangani Jerawat Mendem
Saat menemukan jerawat mendem, reaksi pertama banyak orang adalah keinginan untuk memencetnya. Padahal, tindakan ini justru sangat tidak disarankan.
Memencet jerawat mendem dapat memperparah peradangan, memicu infeksi, serta meningkatkan risiko munculnya bekas luka yang sulit dihilangkan.
“Memencet jerawat mendem justru dapat semakin mengiritasi kulit, memperdalam kista, dan meninggalkan bekas luka setelah jerawat mereda,” ujar dokter kulit bersertifikat Dendy Engelman, MD.
Jerawat mendem juga bukan jenis jerawat yang bisa hilang dalam semalam. “Jerawat ini bisa membutuhkan waktu berhari-hari hingga beberapa minggu untuk sembuh,” lanjut Engelman. Oleh karena itu, kesabaran dan konsistensi dalam perawatan menjadi kunci utama untuk mengatasinya.
Cara Efektif Membantu Mengempeskan Jerawat Mendem
Meskipun sulit dihilangkan dengan cepat, terdapat beberapa langkah yang dapat membantu mempercepat penyembuhan jerawat mendem. Salah satunya adalah kompres air hangat.
Metode ini dapat membantu meredakan nyeri sekaligus mendorong nanah mendekati permukaan kulit. Gunakan kain bersih yang dibasahi air hangat, lalu tempelkan pada area jerawat selama sekitar 10 menit dan ulangi beberapa kali sehari.
Niacinamide juga dikenal sebagai bahan aktif yang bermanfaat untuk jerawat mendem.
“Niacinamide adalah bahan perawatan kulit dengan sifat anti-inflamasi yang sangat baik,” ujar dokter kulit Carmen Castilla, MD. Kandungan ini membantu mengurangi peradangan, bersifat antimikroba, serta mengontrol produksi sebum berlebih.
Selain itu, benzoil peroksida kerap direkomendasikan karena kemampuannya membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi peradangan. Penggunaan produk dengan kandungan ini secara rutin dapat membantu jerawat mendem mengempis secara bertahap.
Acne patch juga dapat menjadi pilihan pendukung perawatan. Meski tidak menghilangkan jerawat mendem secara langsung, acne patch membantu melindungi area jerawat agar tidak tersentuh atau terpencet tanpa sengaja. Pilih acne patch yang mengandung benzoil peroksida atau salicylic acid untuk hasil yang lebih optimal.
Untuk kondisi jerawat mendem yang parah dan nyeri, suntikan steroid menjadi salah satu penanganan paling cepat.
“Cara terbaik untuk mengatasi jerawat buta dengan cepat adalah dengan menemui dokter kulit bersertifikat untuk mendapatkan suntikan steroid anti-inflamasi langsung pada area jerawat,” ujar Carmen Castilla, MD.
Dengan perawatan yang tepat dan pendekatan yang hati-hati, jerawat mendem tetap dapat diatasi. Jika jerawat terasa sangat nyeri, sering kambuh, atau tidak menunjukkan perbaikan, konsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah terbaik untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.