Indonesia dan Inggris Luncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Baru

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:47:49 WIB
Indonesia dan Inggris Luncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Baru

JAKARTA - Peluncuran Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi antara Indonesia dan Inggris menandai fase baru hubungan bilateral kedua negara di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah. 

Kesepakatan ini bukan sekadar seremoni diplomatik, melainkan pijakan strategis untuk memperluas kerja sama lintas sektor yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi, investasi, dan penguatan daya saing nasional masing-masing negara.

Peluncuran kemitraan tersebut berlangsung di London, Inggris, pada19 Januari 2026 waktu setempat. Momentum ini bertepatan dengan rangkaian kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Inggris, yang turut membawa pesan penguatan hubungan ekonomi dan politik antara kedua negara. 

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris sepakat bahwa kerja sama ekonomi perlu diperluas agar mampu menjawab tantangan global, mulai dari transisi energi hingga transformasi digital.

Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi ini ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mewakili Pemerintah Indonesia, serta Menteri Koordinator untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle. 

Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk mendorong hubungan dagang dan investasi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Peluncuran kemitraan di tengah lawatan kenegaraan

Peluncuran Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia–Inggris tidak dapat dilepaskan dari konteks lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris. 

Kunjungan ini menjadi salah satu agenda penting dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam menjalin kemitraan strategis dengan negara-negara mitra utama.

Airlangga Hartarto hadir bersama sejumlah pejabat tinggi negara untuk mendampingi Presiden Prabowo selama kunjungan di London. Turut serta dalam rombongan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para menteri ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun kerja sama lintas sektor yang terkoordinasi.

Presiden Prabowo sendiri tiba di London pada 18 Janari 2026 malam, setelah bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu siang. 

Selama berada di Inggris, Presiden dijadwalkan menjalani sejumlah agenda penting, termasuk pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer serta Raja Charles III.

Kerja sama strategis lintas sektor utama

Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi yang diluncurkan Indonesia dan Inggris mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis. Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, yang turut menghadiri peluncuran tersebut, menyebut kemitraan ini sebagai tonggak bersejarah dalam hubungan bilateral kedua negara.

“Perjanjian bersejarah ini membawa hubungan perdagangan Inggris-Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Kesepakatan ini mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan,” kata Jermey di London, Senin.

Sektor-sektor tersebut dipandang memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Kerja sama di bidang energi bersih, misalnya, sejalan dengan komitmen global dalam menghadapi perubahan iklim. 

Sementara itu, pengembangan ekonomi digital diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha, khususnya di era transformasi teknologi yang semakin cepat.

Upaya mengatasi hambatan dan mendorong investasi

Selain memperluas kerja sama sektor strategis, kemitraan ini juga menegaskan komitmen kedua negara untuk mengatasi berbagai hambatan nontarif yang selama ini menjadi tantangan dalam perdagangan internasional. Menurut Jermey, langkah ini penting untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif dan kompetitif.

Jermey mengatakan kemitraan tersebut turut memperkuat upaya mendukung para pelaku ekspor dari kedua negara. Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan akses pasar serta memperbesar nilai perdagangan bilateral. Tidak hanya itu, Indonesia dan Inggris juga sepakat untuk mendorong investasi dua arah dengan nilai yang lebih besar dan berkelanjutan.

Peningkatan arus investasi dinilai akan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian kedua negara, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga transfer pengetahuan dan teknologi. 

Dalam jangka panjang, kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Harapan bagi dunia usaha dan hubungan bilateral

Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia–Inggris membawa harapan besar bagi dunia usaha di kedua negara. Jermey menegaskan bahwa kesepakatan ini dirancang untuk menciptakan peluang baru bagi pelaku bisnis, baik skala besar maupun usaha menengah dan kecil.

Harapannya, kemitraan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperdalam hubungan bilateral yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Inggris. 

Dengan fondasi kerja sama yang lebih kuat, kedua negara diharapkan mampu saling mendukung dalam menghadapi tantangan global sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan di masa depan.

Dalam agenda lanjutan kunjungan kenegaraan, Dubes Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey juga menyampaikan bahwa Indonesia dan Inggris akan menyepakati kemitraan strategis dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Keir Starmer. 

Kesepakatan tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi sebagai pilar utama hubungan Indonesia–Inggris ke depan.

Terkini