Tidur dengan Lampu Terang Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Rabu, 21 Januari 2026 | 11:40:13 WIB
Tidur dengan Lampu Terang Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

JAKARTA - Bagi sebagian orang, tidur dengan lampu terang atau lampu yang menyala sering kali memberikan rasa aman dan nyaman. Namun, kebiasaan yang tampaknya sepele ini ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, terutama bagi jantung. 

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa tidur dengan paparan cahaya terang dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, bahkan meningkatkan kemungkinan kematian akibat gangguan jantung.

Dalam sebuah studi besar yang melibatkan hampir 90.000 orang dewasa, para ilmuwan menemukan hubungan langsung antara tidur dengan cahaya terang dan peningkatan risiko beberapa penyakit jantung yang serius. 

Temuan ini memberikan wawasan baru yang mengejutkan, mengingat banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan mereka tidur dalam keadaan terang justru bisa merusak kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Penelitian Menunjukkan Dampak Negatif Cahaya Terang Saat Tidur

Penelitian ini, yang dipimpin oleh ilmuwan dari Amerika Serikat dan Australia, melibatkan pemantauan terhadap kebiasaan tidur dan paparan cahaya pada hampir 90.000 orang selama hampir satu dekade. 

Para responden diminta untuk mengenakan alat sensor cahaya pada pergelangan tangan mereka selama tidur, yang memungkinkan para peneliti untuk mengukur tingkat cahaya yang mereka terima di malam hari. 

Selama periode ini, peneliti juga mencatat berbagai diagnosis penyakit jantung pada responden, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, gagal jantung, stroke, dan fibrilasi atrium.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang terpapar cahaya terang saat tidur berisiko lebih tinggi mengembangkan masalah jantung. Mereka yang tidur dalam kondisi terang berisiko 56 persen lebih tinggi mengalami gagal jantung dan 47 persen lebih tinggi menderita serangan jantung dibandingkan mereka yang tidur dalam kondisi gelap. 

Selain itu, mereka juga memiliki kemungkinan 32 persen lebih besar untuk mengembangkan penyakit jantung koroner dan 30 persen lebih berisiko mengalami stroke.

Risiko Lebih Tinggi pada Wanita

Menariknya, penelitian ini juga menunjukkan bahwa wanita lebih rentan terhadap dampak paparan cahaya terang di malam hari. Wanita yang terpapar cahaya terang saat tidur lebih berisiko tinggi mengalami penyakit jantung koroner dibandingkan pria. Ini menunjukkan bahwa faktor biologis dan hormonal pada wanita mungkin berperan dalam meningkatkan dampak negatif dari cahaya terang terhadap kesehatan jantung.

Menurut para peneliti, paparan cahaya pada malam hari bisa mengganggu proses tidur alami dan ritme sirkadian tubuh, yang berfungsi mengatur siklus tidur dan bangun. Ketika ritme ini terganggu, tubuh mengalami ketidakseimbangan fisiologis yang dapat merusak berbagai sistem tubuh, termasuk sistem kardiovaskular.

Mengapa Cahaya Malam Membahayakan Jantung?

Cahaya malam, terutama yang terang, dapat mempengaruhi keseimbangan biologis tubuh dengan cara mengganggu ritme sirkadian. Ritme sirkadian adalah jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun, serta banyak fungsi tubuh lainnya.

 Ketika tubuh terpapar cahaya pada malam hari, terutama cahaya terang, produksi hormon melatonin yang penting untuk tidur menjadi terganggu. Melatonin adalah hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk dan mempersiapkan tidur.

Gangguan ritme sirkadian ini dapat menyebabkan peningkatan stres oksidatif dalam tubuh, yang berkontribusi pada peradangan dan peningkatan risiko penyakit jantung. 

Penelitian juga menunjukkan bahwa tidur dalam kondisi terang dapat meningkatkan kadar hormon stres, seperti kortisol, yang berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi dan gangguan jantung.

Cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung dengan Tidur yang Lebih Sehat

Untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular yang dapat dipicu oleh paparan cahaya malam, para ahli menyarankan agar kita tidur dalam kondisi yang lebih gelap. Namun, ini tidak berarti kita harus tidur dalam kegelapan total. 

Menurut Profesor Frank Scheer, seorang ahli saraf di Brigham and Women’s Hospital, cukup menggunakan cahaya yang sangat redup, setara dengan cahaya lima lilin dari jarak satu lengan. Cahaya yang sangat redup ini masih memungkinkan kita melihat sekitar tetapi tidak mengganggu produksi melatonin yang penting untuk kualitas tidur yang sehat.

Jika Anda merasa cemas atau tidak nyaman tidur dalam kegelapan, gunakan lampu tidur dengan cahaya lembut yang tidak mengganggu tidur Anda. Selain itu, hindari paparan cahaya dari perangkat elektronik seperti ponsel atau komputer setidaknya satu jam sebelum tidur, karena layar digital juga dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh.

Pentingnya Tidur Berkualitas untuk Kesehatan Jantung

Tidur yang berkualitas sangat penting untuk kesehatan jantung, dan salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah mengatur cahaya di sekitar area tidur. Bukan hanya kualitas tidur yang terganggu, tidur dengan paparan cahaya terang juga bisa meningkatkan tingkat stres dan merusak proses pemulihan tubuh, yang penting untuk menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang. 

Kebiasaan tidur yang sehat dan rutin dapat membantu menjaga fungsi kardiovaskular, mengurangi risiko hipertensi, serta meningkatkan kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak.

Jadi, meskipun tidur dengan lampu terang mungkin terasa nyaman bagi sebagian orang, penting untuk menyadari bahwa kebiasaan tersebut dapat berisiko bagi kesehatan jantung Anda. 

Cobalah untuk tidur dalam kondisi yang lebih gelap atau dengan cahaya yang sangat redup untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan meningkatkan kualitas tidur Anda.

Terkini