Pemasokan LNG Ke FSRU Jawa Barat Dukung Ketahanan Energi Nasional

Senin, 26 Januari 2026 | 08:43:52 WIB
Pemasokan LNG Ke FSRU Jawa Barat Dukung Ketahanan Energi Nasional

JAKARTA - Pasokan gas menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan energi untuk sektor kelistrikan dan industri, yang merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia. 

Dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berhasil menyuplai Liquefied Natural Gas (LNG) ke Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Jawa Barat. 

Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi primer bagi pembangkit listrik dan sektor industri, serta memastikan kontinuitas suplai gas yang semakin vital di tengah permintaan yang terus meningkat.

Penyaluran Gas LNG untuk Keandalan Energi Nasional

FSRU Jawa Barat yang dikelola oleh PT Nusantara Regas (NR) menerima pasokan LNG perdana dari PGN pada 20 Januari 2026. 

Menurut Mahfud Fauzi, Direktur Operasi & Komersial PT Nusantara Regas, penerimaan LNG ini menandakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi di Indonesia. 

"Penerimaan LNG perdana ini memperkuat komitmen kami dalam menjaga kontinuitas pasokan LNG nasional, khususnya untuk sektor kelistrikan. Kami berharap ini bisa memperkuat ketahanan energi yang sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangkit listrik dan sektor industri," ujar Mahfud.

Pasokan LNG untuk FSRU Jawa Barat ini bersumber dari Kilang LNG Tangguh Papua. Selama tahun 2026, direncanakan akan ada tiga kargo LNG yang dikirim untuk memastikan kelancaran suplai. 

Dengan kapasitas maksimum hingga 100 MMSCFD dan kemampuan operasi kontinu sebesar 60 MMSCFD, PGN menjamin bahwa suplai gas akan terus berjalan dengan andal, menjangkau pengguna akhir dengan sistem distribusi yang terintegrasi.

Menjamin Suplai untuk Industri dan Pembangkitan Listrik

Pasokan LNG yang dikirimkan melalui FSRU Jawa Barat akan difokuskan pada sektor yang sangat penting, yaitu pembangkit listrik dan industri. 

Melalui infrastruktur gas yang terintegrasi, gas hasil regasifikasi akan dialirkan ke pembangkit listrik dan juga sektor industri yang membutuhkan energi dalam jumlah besar untuk kegiatan operasionalnya. 

Selanjutnya, gas yang telah mengalami proses regasifikasi di FSRU Jawa Barat akan disalurkan melalui sistem Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang dan jaringan pipa gas PGN.

"Tujuan utama kami adalah memastikan bahwa pasokan gas ini bisa mendukung kegiatan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan. Industri, komersial, dan sektor rumah tangga juga akan mendapatkan pasokan gas yang cukup, sehingga aktivitas ekonomi dapat terus berjalan tanpa hambatan," lanjut Mahfud.

Penyediaan energi yang cukup dan stabil sangat penting, terutama untuk menjaga keberlanjutan operasional sektor-sektor vital seperti kelistrikan dan industri. Pasokan gas yang stabil akan mendukung kestabilan perekonomian Indonesia, yang semakin bergantung pada energi bersih dan efisien.

Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan Energi

Operasi pengiriman LNG ke FSRU Jawa Barat ini merupakan bentuk kolaborasi yang solid antara berbagai pihak terkait di sektor energi. 

Stakeholder yang terlibat dalam proyek ini antara lain SKK Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PGN, Pertamina, PLN, serta PT Nusantara Regas selaku operator terminal. 

Dengan sinergi ini, setiap pihak berperan penting dalam memastikan distribusi gas berjalan lancar dan sesuai dengan kebutuhan energi yang semakin meningkat.

Kerja sama antar pemangku kepentingan ini juga mendukung Indonesia dalam transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan. 

Penggunaan LNG sebagai sumber energi utama diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang lebih berpolusi, dan sekaligus mendukung pencapaian bauran energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

"Melalui kolaborasi ini, kami ingin terus mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur LNG dan gas bumi di Indonesia, menjawab tantangan energi nasional dan mendukung sektor kelistrikan serta industri dalam menjaga daya saing," tambah Mahfud.

Peran PT Nusantara Regas dalam Sektor Energi Nasional

Sejak berdiri pada 2012, PT Nusantara Regas telah memainkan peran penting dalam mendukung ketahanan energi Indonesia, terutama untuk sektor kelistrikan. 

Dengan mengelola terminal LNG dan memastikan distribusi yang efisien, Nusantara Regas telah berkontribusi pada penyediaan gas bumi yang andal dan berkelanjutan di Indonesia.

Sebagai operator terminal LNG nasional, Nusantara Regas juga terus berupaya untuk mendukung transisi energi di Indonesia, memastikan pasokan LNG dapat terdistribusi dengan tepat dan tepat waktu. 

Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, Nusantara Regas telah menunjukkan komitmennya untuk menjaga pasokan gas bumi yang stabil dan mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Transformasi Energi Bersih untuk Masa Depan

Pemanfaatan LNG sebagai sumber energi bersih merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan. 

Proyek-proyek seperti pengiriman LNG ke FSRU Jawa Barat merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk mengurangi emisi karbon, mempercepat transisi ke energi terbarukan, serta meningkatkan efisiensi dalam sistem kelistrikan nasional.

Keterlibatan PGN, Pertamina, dan PT Nusantara Regas dalam proyek ini menunjukkan bahwa sektor energi Indonesia sedang bergerak ke arah yang lebih ramah lingkungan, dengan meningkatkan pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien. 

Selain itu, pengembangan infrastruktur LNG yang lebih luas akan memastikan bahwa kebutuhan energi di seluruh Indonesia dapat dipenuhi secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Terkini