Wamendagri Bima Arya Paparkan Agenda Penting di APCAT Summit 2026

Senin, 26 Januari 2026 | 08:43:56 WIB
Wamendagri Bima Arya Paparkan Agenda Penting di APCAT Summit 2026

JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Asia Pacific Cities for Health and Development (APCAT) Summit 2026, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memaparkan sejumlah agenda strategis yang harus menjadi perhatian para kepala daerah di kawasan Asia Pasifik. 

Dengan fokus pada isu kesehatan dan pembangunan, forum ini berperan penting dalam memperkuat peran pemerintah daerah, khususnya dalam pengendalian tembakau dan pencegahan penyakit tidak menular. 

Sebagai forum kerja sama antar-kota di kawasan Asia Pasifik, APCAT diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang efektif bagi kebijakan kawasan tanpa rokok serta pembangunan yang lebih sehat.

Bima Arya menyampaikan bahwa pengendalian tembakau dan pencegahan penyakit yang disebabkan oleh konsumsi tembakau menjadi tantangan utama. 

Dalam paparan yang dilakukan di Jakarta, Bima menekankan bahwa forum APCAT akan sangat relevan untuk merumuskan kebijakan daerah dalam menghadapi masalah kesehatan yang semakin mendesak ini.

Penguatan Peran Pemerintah Daerah dalam Kesehatan

APCAT, yang telah berlangsung sejak sepuluh tahun lalu, menjadi sarana bagi para kepala daerah di Asia Pasifik untuk berbagi pengalaman dan membahas solusi terkait isu kesehatan di daerah mereka. 

Forum ini menekankan pentingnya regulasi yang tegas dalam pengendalian tembakau, sebuah masalah yang tidak hanya terkait dengan dampak kesehatan, tetapi juga berhubungan dengan perkembangan industri yang berusaha memasukkan produk tembakau ke dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Bima Arya menyebutkan bahwa satu dari tantangan terbesar saat ini adalah cara industri tembakau berinovasi dalam memasarkan produknya, sering kali dengan kemasan yang menyerupai produk konsumsi yang lebih ramah, seperti permen dan minuman ringan. 

"Industri tembakau tidak hanya mengandalkan iklan di media besar, tetapi juga berusaha memasukkan produknya ke dalam keluarga dan masyarakat," ujar Bima. 

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah daerah untuk memiliki regulasi yang kuat dan tegas dalam membatasi pengaruh industri tembakau.

Harmonisasi Regulasi di Seluruh Tingkat Pemerintahan

Selain penguatan kesadaran terhadap bahaya tembakau, Bima Arya juga menyoroti pentingnya harmonisasi regulasi pengendalian tembakau antara pemerintah pusat dan daerah. 

Ia menegaskan bahwa regulasi yang ada harus sejalan dengan semangat pengendalian tembakau yang dicanangkan dalam APCAT. 

Salah satu contoh langkah koordinasi yang dilakukan adalah upaya Kemendagri dalam memastikan bahwa peraturan daerah di Jakarta dapat mengakomodasi kebijakan pengendalian tembakau dengan lebih baik.

Bima menjelaskan bahwa koordinasi antar pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk memastikan tidak ada tumpang tindih atau kebijakan yang kontradiktif. 

"Kami sudah melakukan koordinasi yang sangat baik dalam memastikan bahwa peraturan daerah di Jakarta benar-benar sejalan dengan semangat pengendalian tembakau," ujar Bima. 

Harapannya, pertemuan APCAT Summit 2026 akan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antar daerah dalam mengatasi masalah kesehatan yang semakin kompleks.

Regenerasi Kepemimpinan dan Aksi Berkelanjutan

Isu penting lainnya yang dibahas Bima Arya adalah regenerasi kepemimpinan dalam mengelola program pengendalian tembakau di tingkat daerah. Ia mengungkapkan bahwa sangat penting untuk melibatkan pemimpin daerah baru dalam gerakan ini. 

Bima menilai bahwa regenerasi kepemimpinan yang terus menerus akan menjaga semangat pergerakan ini agar tetap relevan dan efektif dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.

Penting bagi pemerintah daerah untuk tidak hanya melibatkan pemimpin di tingkat gubernur atau bupati, tetapi juga kepala dinas, lurah, camat, dan perangkat pemerintahan lainnya. 

"Kita harus meningkatkan kesadaran, dan kita harus membuat mereka menjadi bagian dari pergerakan yang berkelanjutan," katanya. Bima juga berharap agar generasi baru pemimpin bisa memiliki perhatian yang sama besar terhadap masalah pengendalian tembakau. 

Hal ini bertujuan agar gerakan pengendalian tembakau di daerah tidak berhenti hanya pada satu generasi pemimpin saja, tetapi menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang.

Aksi Nyata di Tingkat Daerah

Di akhir paparan, Bima Arya menegaskan bahwa agenda strategis ini harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata di tingkat daerah. Forum APCAT Summit 2026 yang akan datang bukan hanya diharapkan menjadi tempat berdiskusi, tetapi juga sebagai wadah untuk mendorong perubahan yang konkret di setiap daerah. 

"Kita bisa mengubah ide terhadap tindakan dan kebijakan yang sangat lokal," ujar Bima.

APCAT Summit 2026 diharapkan dapat menjadi titik balik dalam memperkuat komitmen pengendalian tembakau di tingkat daerah. 

Dengan keterlibatan lebih banyak kepala daerah dan pemimpin baru, diharapkan program ini tidak hanya berhenti sebagai kebijakan, tetapi juga dapat dilaksanakan secara efektif dengan hasil yang nyata bagi masyarakat. 

Bima berharap bahwa melalui pertemuan ini, daerah-daerah yang hadir bisa lebih aktif dalam menerapkan kebijakan yang dapat menanggulangi permasalahan kesehatan, khususnya yang disebabkan oleh tembakau dan penyakit tidak menular.

Terkini