JAKARTA - Pertamina Patra Niaga semakin mempertegas kontribusinya dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, terutama dalam hal pemenuhan gizi.
Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2026, perusahaan ini meluncurkan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan dan gizi di berbagai wilayah operasionalnya di seluruh Indonesia.
Program-program tersebut diharapkan dapat memberi dampak positif, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan, seperti balita, ibu hamil, lansia, dan keluarga prasejahtera.
Dalam upaya ini, Pertamina Patra Niaga tidak hanya memberikan bantuan langsung berupa makanan tambahan, tetapi juga mengedepankan edukasi, penyuluhan, dan penguatan kapasitas masyarakat dalam menjaga gizi dan kesehatan mereka.
Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memberikan solusi yang berkelanjutan dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat di daerah-daerah yang dilayani.
Fokus pada Peningkatan Gizi di Wilayah Operasional
Program TJSL yang dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga mengedepankan beberapa intervensi utama untuk mendukung perbaikan gizi masyarakat. Salah satu bentuknya adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT), yang ditujukan untuk balita, ibu hamil, serta lansia.
Selain itu, perusahaan juga aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan bergizi, serta cara-cara pencegahan penyakit yang terkait dengan kekurangan gizi seperti stunting.
Sejak tahun 2022 hingga 2025, program TJSL ini telah memberikan manfaat kepada lebih dari 3.000 penerima manfaat, dengan target utama adalah kelompok rentan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 1.782 balita, 217 anak-anak, 331 ibu hamil, 319 lansia, dan 448 dewasa telah menerima bantuan langsung berupa PMT serta pendampingan kesehatan. Program ini telah menjangkau 28 desa di berbagai daerah di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.
Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa melalui program TJSL ini, perusahaan berkomitmen untuk memberikan akses yang lebih baik kepada masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan dasar dan pemenuhan gizi yang lebih baik.
"Hari Gizi Nasional menjadi momen penting untuk mengingatkan kita bahwa kesehatan, khususnya dalam pemenuhan gizi, sangat penting untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas," ungkap Roberth.
Program Kampung Iklim Pengentasan Stunting di Bangka Belitung
Salah satu program unggulan yang dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga adalah Kampung Iklim Pengentasan Stunting yang dilakukan di Kelurahan Lontong Pancur, Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung.
Program ini mengintegrasikan berbagai aspek seperti pengembangan lingkungan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan keluarga, melalui pemanfaatan hidroponik serta pengolahan pangan bergizi.
Dalam program ini, Pertamina Patra Niaga turut mendukung upaya pemulihan anak-anak yang terindikasi stunting dengan memberikan bantuan PMT melalui tiga Posyandu setempat.
Berdasarkan data awal, terdapat 18 anak yang terindikasi stunting di wilayah tersebut. Namun, setelah dilaksanakan program ini, jumlah anak yang terindikasi stunting berhasil ditekan menjadi hanya 4 anak, yang artinya terjadi penurunan sekitar 75% dari kondisi awal.
Selain itu, hasil panen hidroponik yang ditanam oleh masyarakat setempat juga digunakan sebagai bahan PMT bagi balita, sekaligus memperkuat peran ibu rumah tangga dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.
Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat berbasis pangan lokal.
Program GARBATERA untuk Kesehatan Masyarakat Pesisir
Di wilayah lain, khususnya di Jawa, Pertamina Patra Niaga menjalankan program GARBATERA (Gerakan Balongan Sehat dan Sejahtera) yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat pesisir di Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Program ini menggabungkan intervensi gizi dengan edukasi kesehatan dan penguatan peran Posyandu serta PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), terutama di PAUD Bunga Seroja dan PAUD Nyi Mas Ayu.
Melalui program ini, diharapkan dapat terjadi perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama di tingkat keluarga. Berdasarkan data desa setempat, jumlah balita yang mengalami stunting di wilayah ini mengalami penurunan signifikan dari 32 kasus pada tahun 2024 menjadi 30 kasus pada 2025.
Ini merupakan hasil dari penyuluhan yang terus-menerus mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang di keluarga.
Komitmen Pertamina Patra Niaga pada Keberlanjutan Kesehatan Masyarakat
Roberth MV Dumatubun menyatakan bahwa seluruh program TJSL di bidang kesehatan yang berfokus pada pemenuhan gizi ini sangat berhubungan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya poin ketiga tentang
"Kehidupan Sehat dan Sejahtera". Hal ini menunjukkan bahwa Pertamina Patra Niaga tidak hanya berfokus pada keuntungan perusahaan semata, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan kehidupan masyarakat melalui peningkatan kualitas kesehatan.
“Ke depannya, kami akan terus memperkuat peran sosial perusahaan melalui program-program yang memberikan dampak nyata dan mendukung agenda pembangunan nasional. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang kami layani mendapatkan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan yang memadai, sehingga dapat mendukung kesejahteraan mereka,” tambah Roberth.
Dengan semangat berbagi yang terintegrasi dengan keberlanjutan, Pertamina Patra Niaga berharap agar program TJSL yang mereka jalankan dapat terus memberikan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia, menjangkau lebih banyak kelompok rentan, serta mengurangi angka stunting dan masalah kesehatan lainnya yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah.