Gibran Dorong Mahasiswa Kuasai AI Blockchain Dan Robotika

Selasa, 27 Januari 2026 | 08:55:25 WIB
Gibran Dorong Mahasiswa Kuasai AI Blockchain Dan Robotika

JAKARTA - Perubahan lanskap global yang digerakkan oleh teknologi menuntut kesiapan sumber daya manusia sejak dini. Dunia kerja dan industri kini bergerak cepat ke arah digitalisasi, otomatisasi, dan pemanfaatan teknologi mutakhir. 

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang strategis untuk menyiapkan generasi muda agar mampu menjawab tantangan masa depan, bukan sekadar menjadi penonton dalam persaingan global.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya penguasaan teknologi maju oleh mahasiswa sebagai bekal menghadapi transformasi dunia yang semakin kompetitif. 

Ia mendorong generasi muda Indonesia untuk tidak ragu mempelajari dan menguasai kecerdasan buatan, blockchain, hingga robotika agar mampu beradaptasi dan bersaing di tingkat global.

“Kita masih punya waktu untuk mengenalkan ini. AI, blockchain, robotik, ekonomi digital, kita ingin mengenalkan ini sedini mungkin, termasuk coding. Kita ingin anak-anak muda punya critical thinking, problem solving, dan berpikir komputasional,” ujar Gibran.

Teknologi Sebagai Kunci Daya Saing Generasi Muda

Gibran memandang penguasaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar bagi generasi muda. Menurutnya, kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi mutakhir akan menentukan posisi Indonesia dalam peta persaingan global. Tanpa penguasaan teknologi, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar bagi produk dan inovasi dari negara lain.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa perlu dibekali kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang kuat. Penguasaan teknologi seperti AI dan blockchain bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga cara berpikir yang sistematis dan komputasional. 

Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu menciptakan solusi, bukan sekadar mengikuti arus perkembangan.

Perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan pola pikir tersebut. Melalui kurikulum yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman, mahasiswa dapat dipersiapkan menjadi inovator yang siap menghadapi perubahan.

Infrastruktur Digital Dan Kualitas SDM Harus Sejalan

Selain penguasaan teknologi, Gibran menekankan pentingnya penguatan infrastruktur digital sebagai fondasi utama transformasi. Ia menilai bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada aspek fisik semata, tetapi juga harus mencakup konektivitas digital yang merata.

“Kita harus perkuat infrastrukturnya, jangan lagi ada blank spot untuk 4G maupun 5G. Infrastruktur SDM juga harus kita tingkatkan. Karena itu kita gencar bicara AI dan blockchain. Kita punya bonus demografi luar biasa, itu aset yang harus dimanfaatkan,” kata Gibran.

Menurutnya, konektivitas yang baik tanpa diimbangi kualitas sumber daya manusia tidak akan menghasilkan dampak maksimal. Sebaliknya, SDM unggul tanpa dukungan infrastruktur digital yang memadai juga akan menghadapi keterbatasan. Oleh karena itu, kedua aspek tersebut harus berjalan beriringan.

Bonus demografi yang dimiliki Indonesia disebut sebagai peluang besar. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan jika generasi muda memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan mampu mengisi ruang-ruang strategis dalam pembangunan nasional.

Transformasi Digital Dalam Layanan Publik

Gibran juga menyoroti bahwa penerapan teknologi digital tidak hanya terbatas pada sektor pendidikan dan industri, tetapi telah diintegrasikan ke dalam layanan publik pemerintah. 

Menurutnya, transformasi digital menjadi instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi birokrasi dan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan negara.

“Sekarang untuk pelayanan publik ada OSS (Online Single Sumbission), e-Katalog, dan sebentar lagi Cortex. Semuanya menggunakan teknologi terkini untuk mempermudah masyarakat. Sebenarnya AI ini sudah ada dalam kehidupan kita sehari-hari, kita kadang belum sadar saja,” jelas Gibran.

Ia menilai bahwa kehadiran teknologi dalam layanan publik menunjukkan bahwa transformasi digital bukan konsep abstrak, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. 

Oleh karena itu, pemahaman terhadap teknologi menjadi semakin relevan bagi generasi muda yang kelak akan menjadi penggerak utama pemerintahan dan pelayanan publik.

Dengan birokrasi yang lebih ringkas dan berbasis teknologi, pemerintah berharap dapat menciptakan layanan yang transparan, cepat, dan akuntabel, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Arah Pembangunan Nasional Berbasis Inovasi

Lebih lanjut, Gibran menegaskan bahwa percepatan transformasi digital merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto. 

Seluruh agenda pembangunan nasional diarahkan untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan berdaulat melalui inovasi dan penguatan teknologi.

Pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, termasuk Papua dan Ibu Kota Negara Nusantara, disebut sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru yang terintegrasi dengan ekosistem digital. Dalam kerangka tersebut, peran generasi muda menjadi sangat krusial.

Gibran menilai bahwa mahasiswa tidak hanya dipersiapkan sebagai tenaga kerja, tetapi sebagai agen perubahan yang mampu membawa gagasan baru dan solusi inovatif. Dengan penguasaan teknologi dan pola pikir yang adaptif, generasi muda diharapkan mampu mengawal pembangunan nasional agar tetap relevan dengan perkembangan global.

Melalui dorongan penguasaan AI, blockchain, dan teknologi mutakhir lainnya, pemerintah ingin memastikan bahwa Indonesia tidak tertinggal dalam arus transformasi dunia. Upaya ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi masa depan.

Terkini

Komdigi Siapkan Internet Murah Untuk Jutaan Rumah Tangga

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:43:12 WIB

KLH Siap Bangun Proyek PSEL Empat Aglomerasi Nasional

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:43:10 WIB

Masa Depan Dana Haji: Investasi Emas Butuh Regulasi Cepat

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:43:09 WIB

Panduan Lengkap Daftar Antrean Pangan Bersubsidi KJP 2026

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:43:08 WIB

Bulog Serap Gabah Petani Lokal, Jaga Harga Tetap Stabil

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:43:06 WIB