Danantara Bersiap Memasuki Pasar Modal Indonesia 2026

Selasa, 27 Januari 2026 | 12:05:34 WIB
Danantara Bersiap Memasuki Pasar Modal Indonesia 2026

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) semakin mematangkan rencana ekspansinya ke pasar modal mulai tahun 2026. 

Kehadiran entitas ini dinilai mampu memberi dinamika baru dalam aktivitas investasi nasional, khususnya melalui pengelolaan aset negara dan penawaran saham BUMN. 

Dengan langkah strategis ini, Danantara tidak hanya mengelola aset secara optimal, tetapi juga membuka peluang bagi pendalaman pasar modal domestik.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI), Irvan Susandy, menekankan bahwa ada beberapa skema yang bisa dijalankan Danantara untuk masuk ke pasar modal. 

Salah satu yang dianggap paling potensial adalah melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) BUMN yang berada di bawah pengelolaan Danantara.

“Melalui IPO, Danantara tidak hanya berperan sebagai pengelola aset, tetapi juga menjadi katalis pendalaman pasar modal nasional. Kami berharap Danantara bisa mulai masuk ke pasar dan ada BUMN yang bisa melakukan IPO,” ujar Irvan di Gedung BEI, Senin (26/1/2026).

Langkah IPO ini dipandang strategis karena memungkinkan Danantara menghadirkan BUMN unggulan ke pasar, sekaligus memperluas basis investor domestik maupun internasional. 

Dengan adanya perusahaan-perusahaan BUMN yang terdaftar di bursa, likuiditas pasar diharapkan meningkat, sekaligus memberikan opsi investasi baru bagi masyarakat.

Peran Danantara sebagai Pengelola Investasi

Selain melalui mekanisme IPO, Danantara juga memiliki peran signifikan dalam pengelolaan investasi melalui entitas Danantara Asset Management. 

Entitas ini diharapkan aktif mengelola portofolio investasi di pasar modal, tidak hanya terbatas pada instrumen pendapatan tetap seperti obligasi, tetapi juga pada saham.

Dengan pendekatan ini, Danantara bisa memanfaatkan diversifikasi portofolio untuk memaksimalkan return, sekaligus menurunkan risiko investasi. 

Strategi pengelolaan aset yang terintegrasi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pasar modal domestik dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.

Selain itu, aktivitas pengelolaan investasi ini akan memperluas basis investor karena lebih banyak pihak akan tertarik untuk ikut serta dalam instrumen yang dikelola Danantara. 

Efeknya, permintaan saham BUMN dan likuiditas pasar diproyeksikan meningkat, memberi efek positif bagi stabilitas pasar modal secara keseluruhan.

Target Investasi yang Ambisius

Danantara telah menetapkan target penyaluran investasi yang agresif. Sepanjang tahun 2026, entitas ini menargetkan penyaluran investasi hingga US$ 14 miliar. 

Dana tersebut bersumber dari dividen perusahaan-perusahaan yang sudah ada dalam portofolio kepemilikan Danantara, sehingga memanfaatkan aset yang telah ada secara lebih efisien.

Target investasi yang besar ini sejalan dengan mandat pengelolaan aset strategis, sekaligus menjadi indikator kapasitas Danantara dalam memperluas dampak ekonominya. 

Dengan dana yang signifikan, Danantara diharapkan dapat mendorong transformasi BUMN melalui mekanisme pasar modal, sekaligus memperkuat likuiditas dan menarik investor institusi maupun individu.

Keberadaan Danantara di pasar modal juga dinilai mampu menambah pilihan investasi bagi masyarakat. Investor kini bisa memanfaatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam saham BUMN yang memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang, sekaligus mendukung pengelolaan aset negara yang lebih transparan dan profesional.

Dampak Positif bagi Transformasi BUMN

Langkah masuknya Danantara ke pasar modal tidak hanya berdampak pada aktivitas investasi, tetapi juga pada transformasi BUMN itu sendiri. 

Mekanisme IPO memungkinkan BUMN mengakses modal publik, sehingga bisa digunakan untuk ekspansi usaha, modernisasi operasional, atau inovasi produk.

Selain itu, listing di bursa memaksa perusahaan untuk menerapkan tata kelola yang lebih baik, transparan, dan akuntabel. Hal ini sekaligus meningkatkan kepercayaan investor dan memperkuat reputasi BUMN di kancah domestik maupun internasional.

Dengan kombinasi peran sebagai pengelola aset dan katalis pasar modal, Danantara diproyeksikan mempercepat transformasi BUMN menjadi entitas yang lebih kompetitif dan profesional. 

Pada akhirnya, langkah ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan nilai investasi masyarakat.

Kehadiran Danantara menandai era baru dalam pengelolaan investasi negara. Peran ganda sebagai manajer aset strategis sekaligus katalis pasar modal membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi berbasis pasar, sekaligus memberikan opsi investasi yang lebih beragam bagi masyarakat.

Terkini