TNI AU Resmi Operasikan Pesawat Tempur Rafale Indonesia

Selasa, 27 Januari 2026 | 14:42:57 WIB
TNI AU Resmi Operasikan Pesawat Tempur Rafale Indonesia

JAKARTA - Kekuatan udara Indonesia mendapatkan dorongan signifikan dengan hadirnya pesawat tempur Rafale. 

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait, memastikan bahwa TNI Angkatan Udara kini sudah mampu mengoperasikan tiga unit Rafale yang baru tiba di Indonesia. 

Kedatangan pesawat-pesawat canggih ini menandai babak baru dalam modernisasi alutsista udara Tanah Air.

Rico menjelaskan, “Tiga unit pesawat tempur Rafale telah tiba di Indonesia dan saat ini berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Secara administratif dan teknis, pesawat tersebut telah diserahterimakan dan sudah dapat digunakan oleh TNI AU.” 

Pernyataan ini menegaskan bahwa ketiga jet tempur siap digunakan untuk berbagai misi pertahanan, memperkuat postur udara Indonesia.

Kedatangan tiga pesawat Rafale ini merupakan gelombang pertama dari total 42 unit yang dipesan oleh Indonesia. 

Walaupun demikian, Rico tidak membeberkan detail jadwal kedatangan gelombang kedua dan ketiga. Meski begitu, kehadiran pesawat ini diyakini akan memberikan kontribusi besar dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional.

Latar Belakang Pengadaan Rafale

Indonesia tercatat sebagai salah satu pelanggan pesawat tempur Rafale produksi Dassault Aviation, Prancis. 

Kementerian Pertahanan telah memesan total 42 unit pesawat tersebut untuk meningkatkan kemampuan TNI AU dalam menjaga wilayah udara strategis. Proses pengadaan ini berlangsung bertahap.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha, menjelaskan bahwa kontrak tahap ketiga untuk 18 unit terakhir telah efektif. 

“Kemenhan RI sebelumnya telah mengefektifkan kontrak pengadaan tahap pertama dengan Dassault Aviation pada September 2022 sejumlah enam unit dan Agustus 2023 sejumlah 18 unit. Totalnya pengadaan pesawat tempur Rafale oleh Kementerian Pertahanan RI berjumlah 42 unit,” ujar Edwin.

Keputusan ini menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat alutsista udara. Pesawat Rafale yang dipesan Indonesia merupakan versi terbaru dengan teknologi mutakhir yang mampu mendukung berbagai operasi udara modern, termasuk pertahanan wilayah, pengawasan, dan latihan bersama internasional.

Persiapan dan Lokasi Penempatan Pesawat

Tiga unit Rafale yang tiba saat ini ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Langkah ini dilakukan agar TNI AU dapat melakukan uji operasional sekaligus pelatihan bagi para pilot dan teknisi. 

Menurut Brigjen TNI Rico Sirait, secara administratif dan teknis, ketiga pesawat tersebut sudah diserahterimakan sehingga bisa langsung digunakan.

Meski belum ada informasi pasti tentang jadwal kedatangan gelombang kedua dan ketiga, pihak Kementerian Pertahanan memastikan kesiapan TNI AU dalam menyambut unit berikutnya. 

Dengan penempatan di Pekanbaru, wilayah timur Sumatera dapat lebih terjaga, dan kesiapan TNI AU untuk menghadapi potensi ancaman udara semakin optimal.

Langkah ini juga menunjukkan pendekatan bertahap dalam penguatan pertahanan udara Indonesia, mengombinasikan modernisasi alutsista dengan penyesuaian infrastruktur dan pelatihan personel. Kehadiran Rafale diharapkan menjadi salah satu pilar utama pertahanan udara nasional ke depan.

Dampak Strategis dan Modernisasi TNI AU

Kedatangan pesawat tempur Rafale menjadi tonggak penting dalam modernisasi TNI AU. Dengan kemampuan multi-role yang dimiliki Rafale, TNI AU dapat menjalankan berbagai misi strategis mulai dari patroli, pengawasan wilayah udara, hingga pertahanan negara dari ancaman udara.

Brigjen TNI Rico Sirait menegaskan bahwa dengan Rafale, TNI AU akan semakin kuat dalam menjaga wilayah udara Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan pertahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global. 

Selain itu, modernisasi ini juga memberikan kesempatan bagi personel TNI AU untuk mendapatkan pelatihan teknologi penerbangan terbaru dan pengalaman operasional internasional.

Kehadiran Rafale menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang serius dalam memperkuat pertahanan udara. Langkah ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis, mencerminkan keseriusan negara dalam melindungi kedaulatan udara nasional sekaligus meningkatkan kapabilitas TNI AU di kancah regional.

Terkini