PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascabencana Banjir Longsor di Purbalingga Jawa Tengah Wilayah

Rabu, 28 Januari 2026 | 13:56:39 WIB
PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascabencana Banjir Longsor di Purbalingga Jawa Tengah Wilayah

JAKARTA - Bencana alam berupa banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, tidak hanya berdampak pada aktivitas warga, tetapi juga mengganggu pasokan listrik di kawasan terdampak. Di tengah kondisi darurat tersebut, PT PLN (Persero) bergerak cepat melakukan langkah pemulihan guna memastikan layanan kelistrikan dapat kembali dinikmati masyarakat secepat mungkin. Melalui kerja terkoordinasi dan pengerahan personel di lapangan, proses penormalan pasokan listrik dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan keselamatan dan keandalan sistem.

PLN melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Purwokerto terus mempercepat pemulihan listrik bagi warga yang terdampak banjir dan longsor. Upaya tersebut dilakukan setelah sebagian besar jaringan listrik berhasil dinormalkan secara bertahap di sejumlah wilayah terdampak bencana.

Pemulihan Listrik Capai 80 Persen

General Manajer PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Bramantyo Anggun Pambudi, menjelaskan bahwa hingga Selasa, 27 Janury, pemulihan sistem kelistrikan telah mencapai sekitar 80 persen. Wilayah yang berhasil dipulihkan meliputi Dusun Blambangan, Dusun Gunung Malang, Dusun Kaliurip, serta Dusun Serang Bawah di Desa Serang, Kecamatan Karangreja.

“Hingga Selasa, 27 January, PLN berhasil memulihkan sekitar 80 persen sistem kelistrikan di wilayah Dusun Blambangan, Dusun Gunung Malang, Dusun Kaliurip, dan Dusun Serang Bawah (Desa Serang, Kecamatan Karangreja), sehingga sebagian besar pelanggan dapat kembali menikmati aliran listrik secara bertahap,” kata Bramantyo di Semarang, Selasa.

Dengan pemulihan tersebut, sebagian besar pelanggan di wilayah terdampak mulai kembali merasakan pasokan listrik, meskipun proses penormalan masih terus dilanjutkan di beberapa titik.

Fokus Penormalan Sisa Wilayah Terdampak

PLN masih mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk mempercepat penormalan pasokan listrik bagi sekitar 150 pelanggan yang berada di Dusun Gunung Malang dan sebagian wilayah Dusun Kaliurip. Menurut Bramantyo, kondisi geografis dan akses lokasi menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemulihan di wilayah tersebut.

Upaya percepatan terus dilakukan agar seluruh pelanggan dapat kembali menikmati layanan listrik secara normal, seiring dengan membaiknya kondisi lapangan pascabencana.

Dampak Kerusakan Infrastruktur Kelistrikan

Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada Jumat, 23 January malam menyebabkan kerusakan cukup signifikan pada infrastruktur kelistrikan. Bramantyo menyebutkan sejumlah fasilitas kelistrikan terdampak langsung oleh material longsor dan arus banjir.

Menurut dia, kerusakan meliputi 10 jaringan tegangan menengah (JTM), dua jaringan tegangan rendah (JTR) yang ambrol, serta 10 tiang listrik yang tertimbun material longsor dan terseret arus banjir. Selain itu, sebanyak 750 pelanggan dan 15 gardu distribusi turut terdampak dalam peristiwa tersebut.

Kerusakan tersebut membuat pasokan listrik di beberapa wilayah terhenti sementara demi menjaga keselamatan masyarakat dan petugas.

Puluhan Personel Dikerahkan ke Lokasi

Untuk mempercepat proses pemulihan, PLN mengerahkan total 37 personel gabungan ke lokasi terdampak. Personel tersebut terdiri atas tim Pelayanan Teknik (Yantek) ketenagalistrikan, tim teknik dari Unit Layanan Pelanggan (ULP) dan UP3, serta mitra preventif korektif.

“Untuk mempercepat pemulihan, PLN mengerahkan 37 personel gabungan yang terdiri atas tim Pelayanan Teknik (Yantek) ketenagalistrikan, tim teknik Unit Layanan Pelanggan (ULP) dan UP3, serta mitra preventif korektif,” kata Bramantyo.

Seluruh personel ditempatkan di titik-titik terdampak untuk melakukan pengamanan jaringan, penanganan kondisi darurat, serta perbaikan infrastruktur kelistrikan yang rusak.

Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Dalam proses pemulihan, PLN menekankan bahwa setiap tahapan pekerjaan dilakukan secara sistematis dan terukur. Keselamatan petugas serta keamanan masyarakat sekitar menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas perbaikan.

Menurut Bramantyo, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pasokan listrik agar sistem kembali andal dan aktivitas warga dapat segera pulih.

“Langkah ini dilakukan sebagai upaya percepatan pemulihan pasokan listrik agar sistem kembali andal dan aktivitas warga dapat segera pulih,” katanya.

Koordinasi dengan Pemda dan BPBD

Selain pengerahan personel, PLN juga melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Kerja sama dilakukan dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Koordinasi lintas sektor tersebut bertujuan untuk mempercepat isolasi titik gangguan, memperlancar akses pekerjaan di lapangan, serta memastikan seluruh proses pemulihan berjalan aman dan terkendali.

Komitmen PLN Hadir Saat Darurat

Bramantyo menegaskan bahwa kehadiran PLN dalam situasi darurat merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga kontinuitas layanan kepada masyarakat. Menurut dia, PLN selalu berupaya responsif dalam setiap kondisi, termasuk saat terjadi bencana alam.

“PLN selalu hadir dan responsif dalam setiap kondisi, termasuk saat terjadi bencana. Penanganan dilakukan secara terintegrasi agar pasokan listrik dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal,” katanya.

Imbauan Waspada Bahaya Kelistrikan

Saat ini, proses pemulihan di wilayah terdampak masih terus dilanjutkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi akses lokasi yang memerlukan penanganan lebih lanjut. PLN memastikan seluruh pekerjaan instalasi dan perbaikan konstruksi dilakukan sesuai standar keselamatan dan kualitas.

Di sisi lain, PLN juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kelistrikan, khususnya di wilayah yang terdampak banjir dan longsor, selama cuaca ekstrem masih berlangsung.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kelistrikan di wilayah terdampak banjir dan longsor selama cuaca ekstrem masih berlangsung. Pelaporan gangguan dapat dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal resmi PLN lainnya,” kata Bramantyo.

Terkini