BJB Syariah Perkuat Pembiayaan Wholesale Fokus Sektor Unggulan 2025

Senin, 02 Februari 2026 | 12:13:01 WIB
BJB Syariah Perkuat Pembiayaan Wholesale Fokus Sektor Unggulan 2025

JAKARTA - Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan global yang masih membayangi sektor keuangan, perbankan syariah dituntut untuk tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kehati-hatian. 

PT Bank BJB Syariah memilih jalur pertumbuhan yang terukur dengan mengoptimalkan segmen Korporasi dan Komersial sebagai salah satu motor utama kinerja pembiayaan. Pendekatan selektif dan prudent menjadi fondasi utama agar pertumbuhan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Sepanjang 2025, BJB Syariah berhasil mencatatkan kinerja positif pada segmen wholesale, seiring dengan fokus pembiayaan pada sektor-sektor usaha yang memiliki fundamental kuat. Strategi ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan volume pembiayaan, tetapi juga menjaga kualitas aset agar tetap sehat di tengah fluktuasi ekonomi.

Kinerja Pembiayaan Korporasi Dan Komersial

Direktur Utama Bank BJB Syariah Arief Setyahadi mengungkapkan bahwa hingga akhir 2025, pembiayaan segmen Korporasi dan Komersial tumbuh 8,33 persen secara tahunan atau year on year. Pertumbuhan tersebut mencerminkan konsistensi bank dalam menyeimbangkan ekspansi pembiayaan dengan pengelolaan risiko yang disiplin.

“Pertumbuhan ini mencerminkan konsistensi Bank BJB Syariah dalam menyeimbangkan antara ekspansi pembiayaan dan kualitas aset,” ujar Arief.

Menurut Arief, pencapaian ini tidak terlepas dari strategi selektif dalam memilih sektor pembiayaan serta penguatan manajemen risiko. Bank menilai bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila ekspansi pembiayaan diiringi dengan kualitas portofolio yang terjaga. Oleh karena itu, BJB Syariah terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap keputusan penyaluran pembiayaan.

Sektor Unggulan Penopang Pertumbuhan

Arief menjelaskan bahwa pertumbuhan pembiayaan Korporasi dan Komersial BJB Syariah ditopang oleh sejumlah sektor utama yang dinilai memiliki kinerja usaha relatif stabil. Sektor tersebut meliputi pertambangan dan penggalian, pendidikan, kesehatan dan aktivitas sosial, perdagangan besar dan eceran, serta jasa keuangan dan asuransi.

Sektor-sektor ini dipandang memiliki kebutuhan pembiayaan yang berkelanjutan, baik untuk modal kerja maupun investasi jangka menengah dan panjang. Selain itu, pertumbuhan pembiayaan juga berasal dari penambahan fasilitas kepada nasabah eksisting yang memiliki rekam jejak kinerja usaha yang baik.

Di samping itu, pemanfaatan skema pembiayaan sindikasi turut berperan penting dalam mendukung penyaluran pembiayaan berskala besar. Skema ini terutama dimanfaatkan pada sektor energi dan pendidikan, dengan tujuan untuk mendiversifikasi risiko serta memperkuat struktur pembiayaan proyek.

Pendekatan tersebut memungkinkan BJB Syariah tetap aktif dalam mendukung proyek-proyek strategis tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian. Dengan struktur risiko yang lebih terdiversifikasi, pembiayaan sindikasi menjadi salah satu instrumen penting dalam pengembangan portofolio wholesale bank.

Proyeksi Dan Strategi Pertumbuhan Ke Depan

Memasuki 2026, BJB Syariah memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan Korporasi dan Komersial yang lebih akseleratif dibandingkan tahun sebelumnya. Arief menyebutkan bahwa bank menargetkan pertumbuhan segmen ini berada di atas pertumbuhan industri pada 2025, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Penguatan fundamental bisnis yang kami bangun sepanjang 2025 menjadi landasan untuk mendorong pertumbuhan yang lebih optimal pada 2026,” kata Arief.

Untuk mendukung target tersebut, BJB Syariah mengoptimalkan penguatan jaringan kantor, termasuk peningkatan status sejumlah kantor menjadi Kantor Cabang sepanjang 2025. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas akuisisi nasabah serta memperdalam penetrasi pasar, khususnya di wilayah dengan potensi usaha yang kuat.

Selain penguatan jaringan, bank juga akan terus mengoptimalkan pembiayaan sindikasi guna mendukung proyek-proyek berskala besar. Pendalaman pembiayaan kepada nasabah eksisting dengan kinerja historis yang solid tetap menjadi prioritas, sejalan dengan upaya menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

Dari sisi portofolio, fokus pembiayaan diarahkan pada sektor-sektor unggulan yang relatif stabil dan berkelanjutan, terutama sektor pendidikan dan kesehatan. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki kebutuhan pembiayaan jangka panjang dengan tingkat risiko yang lebih terkendali, sehingga selaras dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan bank.

Sejalan dengan agenda keberlanjutan, BJB Syariah juga terus mendorong penyaluran pembiayaan produktif sebagai bagian dari perluasan basis pertumbuhan segmen Korporasi dan Komersial. 

Dengan strategi selektif, penguatan jaringan, serta fokus pada sektor unggulan, BJB Syariah optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan pembiayaan wholesale secara sehat dan berkelanjutan ke depan.

Terkini