LRT Jabodebek Makin Diminati Pekerja Pengguna Melonjak Tajam

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:56:12 WIB
LRT Jabodebek Makin Diminati Pekerja Pengguna Melonjak Tajam

JAKARTA - Perubahan pola mobilitas warga Jabodetabek semakin terlihat jelas dalam beberapa bulan terakhir.

 Di tengah kemacetan yang kian padat dan biaya perjalanan yang terus meningkat, masyarakat pekerja mulai mencari alternatif transportasi yang lebih pasti, efisien, dan nyaman. 

Dari berbagai pilihan yang ada, LRT Jabodebek perlahan mencuri perhatian dan menjelma sebagai moda transportasi yang kian diminati. Transportasi berbasis rel ini tidak lagi sekadar pilihan cadangan, melainkan telah menjadi bagian dari rutinitas harian ribuan pekerja.

Lonjakan jumlah penumpang yang signifikan menunjukkan adanya pergeseran perilaku masyarakat perkotaan, khususnya mereka yang setiap hari melakukan perjalanan menuju pusat aktivitas ekonomi di Jakarta dan sekitarnya.

Lonjakan Pengguna Sepanjang Awal Tahun

Tren penggunaan transportasi publik berbasis rel di wilayah ibu kota dan sekitarnya menunjukkan grafik yang terus menanjak. Sepanjang Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia mencatat sebanyak 2.714.594 perjalanan pengguna LRT Jabodebek. 

Angka ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 2,1 juta pengguna.

Peningkatan ini menjadi sinyal kuat bahwa LRT Jabodebek semakin dipercaya sebagai moda transportasi yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas harian. 

Tidak hanya dari sisi jumlah, konsistensi penggunaan juga menunjukkan bahwa masyarakat tidak sekadar mencoba, tetapi mulai menjadikan LRT sebagai bagian dari kebiasaan perjalanan mereka.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa tren ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap transportasi massal berbasis rel. Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan agar pertumbuhan tersebut dapat dipertahankan.

“Peningkatan pengguna menunjukkan adanya kepercayaan publik terhadap transportasi massal. Tantangan berikutnya adalah memastikan layanan tetap andal di jam sibuk agar peralihan dari kendaraan pribadi bersifat berkelanjutan, bukan sementara,” ujar Radhitya Mardika, Selasa, 3 Februari 2026.

Hari Kerja Jadi Penopang Utama Penumpang

Lonjakan jumlah penumpang paling jelas terlihat pada hari kerja. Aktivitas perkantoran yang padat menjadikan LRT Jabodebek sebagai andalan utama para penglaju. Rekor tertinggi tercatat pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan jumlah pengguna mencapai 123.276 orang dalam satu hari.

Capaian tersebut mempertegas peran LRT Jabodebek sebagai tulang punggung mobilitas pekerja di Jakarta dan wilayah penyangga. Ketepatan waktu dan jalur bebas hambatan menjadi keunggulan yang sulit disaingi oleh kendaraan pribadi, terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari.

Bagi pekerja, kepastian waktu tempuh menjadi faktor krusial. Kemampuan LRT Jabodebek untuk menghindari kemacetan memberikan rasa aman dalam mengatur jadwal harian. Hal ini pula yang mendorong semakin banyak pekerja meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik.

Fasilitas Lengkap Dorong Kenyamanan Pengguna

Radhitya menjelaskan bahwa pertumbuhan jumlah pengguna tidak lepas dari fasilitas pendukung yang terus ditingkatkan. Di berbagai stasiun dan rangkaian kereta, KAI menyediakan eskalator, lift, charging station, hingga water station gratis yang dapat dimanfaatkan penumpang.

Fasilitas tersebut menjadi nilai tambah yang membuat perjalanan terasa lebih nyaman, terutama bagi pekerja yang menghabiskan waktu cukup lama di perjalanan. Ketersediaan sarana penunjang ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek tidak hanya fokus pada aspek transportasi, tetapi juga pengalaman pengguna secara menyeluruh.

Aspek inklusivitas juga menjadi perhatian utama. Guiding block untuk penyandang disabilitas netra, akses lift prioritas, serta area khusus bagi pengguna kursi roda, lansia, dan ibu hamil telah disiapkan di berbagai titik.

“Keberadaan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas layanan agar tetap inklusif dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat, seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna,” terangnya.

Pendekatan inklusif ini memperluas basis pengguna LRT Jabodebek, menjadikannya moda transportasi yang ramah bagi semua kalangan tanpa terkecuali.

Peralihan Transportasi yang Kian Konsisten

Dengan volume perjalanan yang mencapai 2,7 juta dalam satu bulan, LRT Jabodebek semakin mengukuhkan posisinya sebagai moda transportasi harian yang konsisten. Keandalan waktu tempuh menjadi salah satu alasan utama masyarakat bertahan menggunakan layanan ini secara rutin.

Selain itu, integrasi antarmoda yang semakin matang turut memperkuat daya tarik LRT Jabodebek. Konektivitas dengan transportasi publik lainnya memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan tanpa hambatan berarti.

Peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik juga membawa dampak positif yang lebih luas, mulai dari pengurangan kemacetan hingga penurunan emisi kendaraan. Meski tantangan di jam sibuk masih menjadi perhatian, tren yang ada menunjukkan arah perubahan yang cukup menjanjikan.

Ke depan, konsistensi peningkatan jumlah penumpang akan sangat bergantung pada kemampuan operator dalam menjaga kualitas layanan. Jika keandalan dan kenyamanan tetap terjaga, LRT Jabodebek berpotensi menjadi simbol perubahan budaya transportasi perkotaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Terkini

Dampak Minum Kopi terhadap Perubahan Tekanan Darah Tubuh

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:21 WIB

9 Buah Ajaib Penunjang Umur Panjang Versi Ahli Jantung

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:18 WIB

3 Kebiasaan Sehat Usai Makan Stabilkan Gula Darah

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:17 WIB