Mekanisme Penyaluran Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan Tetap Berjalan

Minggu, 08 Februari 2026 | 08:52:25 WIB
Mekanisme Penyaluran Makan Bergizi Gratis Selama Ramadhan Tetap Berjalan

JAKARTA - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi perhatian pemerintah meski memasuki bulan Ramadhan. 

Badan Gizi Nasional memastikan bahwa keberlanjutan program ini tidak terganggu oleh perubahan pola konsumsi masyarakat selama bulan puasa. Penyesuaian teknis dilakukan agar manfaat gizi tetap diterima secara optimal oleh seluruh kelompok sasaran.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menegaskan bahwa Ramadhan tidak menjadi alasan untuk menghentikan program strategis tersebut. 

Pemerintah justru menyiapkan skema khusus agar distribusi makanan tetap berjalan, sekaligus menghormati kebiasaan berpuasa di berbagai daerah dengan karakteristik yang berbeda.

Dalam keterangannya, Dadan menjelaskan bahwa terdapat beberapa mekanisme penyaluran yang disesuaikan dengan kondisi penerima manfaat. Penyesuaian ini dirancang agar tidak menurunkan kualitas layanan, baik dari sisi kandungan gizi, ketepatan sasaran, maupun aspek keamanan pangan.

Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya, meski di tengah perubahan jam makan selama Ramadhan.

Penyesuaian Menu Bagi Anak Sekolah

Bagi anak-anak sekolah yang berada di wilayah dengan mayoritas penduduk menjalankan puasa, Badan Gizi Nasional menyiapkan mekanisme khusus dalam penyediaan makanan. Menu yang biasanya dikonsumsi di sekolah akan diganti dengan makanan yang lebih tahan lama dan praktis dibawa pulang.

“Untuk anak sekolah di daerah yang mayoritas puasa, makanannya akan seperti biasa dikirim ke sekolah dalam bentuk makanan yang tahan dan bisa dibawa ke rumah untuk dikonsumsi pada saat buka,” kata Dadan saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).

Dengan skema tersebut, anak-anak tetap memperoleh asupan gizi sesuai standar program, meskipun waktu konsumsinya bergeser ke saat berbuka puasa. Pendekatan ini dinilai lebih efektif sekaligus menghormati praktik ibadah yang dijalankan selama Ramadhan.

Selain itu, pengemasan dan distribusi makanan tetap mengikuti standar keamanan pangan yang berlaku, sehingga kualitas makanan tetap terjaga hingga waktu konsumsi tiba.

Pelayanan Normal Di Wilayah Tidak Puasa

Sementara itu, bagi anak-anak sekolah yang berada di daerah dengan mayoritas penduduk tidak menjalankan puasa, penyaluran Makan Bergizi Gratis tetap dilakukan seperti hari-hari biasa. Tidak ada perubahan jadwal maupun bentuk pelayanan selama Ramadhan.

Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan keadilan dan kesetaraan layanan bagi seluruh penerima manfaat. Setiap wilayah mendapatkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi sosial dan budaya setempat, tanpa mengurangi tujuan utama program.

“Pelayanannya tetap normal ya,” ujar Dadan menegaskan bahwa fleksibilitas kebijakan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program nasional ini.

Dengan pelayanan yang tetap berjalan normal, diharapkan tidak terjadi kesenjangan pemenuhan gizi antarwilayah, sekaligus menjaga konsistensi capaian program Makan Bergizi Gratis secara nasional.

Perhatian Bagi Ibu Dan Anak

Kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak balita tetap menjadi prioritas utama dalam program ini. Selama bulan Ramadhan, penyaluran makanan bergizi bagi kelompok tersebut tidak mengalami perubahan mekanisme.

Pemberian makanan tetap dilakukan secara rutin dan terjadwal, mengingat kebutuhan gizi kelompok ini bersifat krusial dan tidak dapat ditunda. Pemerintah memastikan bahwa Ramadhan tidak menjadi hambatan dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi ibu dan anak.

Dadan menegaskan bahwa keberlanjutan layanan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak, terutama pada masa awal kehidupan yang membutuhkan asupan gizi optimal.

Dengan tetap berjalannya program bagi kelompok ini, pemerintah berharap angka stunting dan masalah gizi lainnya dapat terus ditekan, sejalan dengan target pembangunan kesehatan nasional.

Skema Khusus Di Lingkungan Pesantren

Untuk lingkungan pesantren, Badan Gizi Nasional juga menerapkan mekanisme yang disesuaikan dengan aktivitas santri selama Ramadhan. Karena penerima manfaat berada di dalam pesantren dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi juga berada di lokasi yang sama, waktu pelayanan digeser ke saat berbuka puasa.

“Untuk pesantren, karena penerima manfaatnya ada di dalam pesantren dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizinya ada di dalam pesantren, maka pelayanannya akan digeser ke saat buka,” kata Dadan.

“Jadi masaknya siang hari, dikonsumsi pada saat buka,” sambungnya.

Sebagai contoh, Dadan menyebutkan bahwa salah satu pesantren di wilayah Bandung, Jawa Barat, akan segera diresmikan SPPG di dalam area pesantren dan dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama. Skema ini diharapkan mampu menjaga efektivitas layanan sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan pesantren.

Terkini