JAKARTA - Percepatan pembangunan infrastruktur ekonomi desa mulai terlihat hasilnya. Di tengah upaya pemerintah memperkuat basis koperasi sebagai penggerak distribusi dan logistik di tingkat lokal, proyek pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih terus digenjot agar segera beroperasi penuh.
Pemerintah menilai, keberadaan gerai dan gudang koperasi di desa dan kelurahan dapat memperpendek rantai pasok, menekan biaya distribusi, sekaligus membuka akses usaha bagi masyarakat.
Dalam konteks ini, progres fisik pembangunan menjadi indikator penting kesiapan program sebelum memasuki fase operasional dan penguatan ekosistem usaha.
Progres Pembangunan Gerai Dan Gudang Kopdes
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut, 1.000 unit gerai dan gudang Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih telah selesai dibangun. Adapun pemerintah menargetkan 30.000 gerai dan gudang Kopdes Merah Putih selesai dibangun April mendatang.
“Sekarang sudah selesai dibangun 1.000 (unit),” kata Ferry.
Capaian ini menjadi sinyal awal bahwa proyek fisik berjalan, meski pekerjaan besar masih menunggu penyelesaian dalam waktu relatif singkat.
Pemerintah memandang percepatan konstruksi penting agar tahapan berikutnya, yakni pengisian fungsi operasional dan penguatan jejaring usaha koperasi, dapat segera dimulai.
Fase Konstruksi Masih Berjalan Di Banyak Lokasi
Sementara itu, sebanyak 29.000 unit gerai dan gudang Kopdes Merah Putih lainnya masih dalam fase konstruksi. Proses pembangunan 29.000 unit itu baru rata-rata baru 20 persen dan diperkirakan akan selesai pada April mendatang. Di luar itu Kemenkop juga harus menyiapkan berbagai sarana pendukung dan operator Kopdes Merah Putih.
“Jadi asumsinya kalau sekarang 20 persen, ya di bulan April-Mei lah itu sudah selesai 100 persen dibangun,” ujar Ferry. Tahap konstruksi yang masih berlangsung ini menuntut koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar penyediaan bahan bangunan, tenaga kerja, hingga akses lokasi tidak menjadi penghambat.
Selain fisik bangunan, kesiapan sumber daya manusia untuk mengelola gerai dan gudang juga dipandang krusial agar fasilitas yang selesai dibangun tidak menganggur.
Target Lanjutan Dan Ekspansi Bertahap
Menurut Ferry, setelah target 30.000 unit gerai dan gudang itu tercapai, pemerintah akan melanjutkan pembangunan puluhan ribu Kopdes Merah Putih lainnya pada Agustus–September. “Akan ada lagi puluhan ribu lagi gitu dan seterusnya,” tutur Ferry.
Dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Ferry melaporkan saat ini sebanyak 30.336 Kopdes Merah Putih sedang dalam fase konstruksi.
Rencana ekspansi bertahap ini menunjukkan bahwa proyek Kopdes Merah Putih tidak berhenti pada satu gelombang pembangunan, melainkan dirancang sebagai program berkelanjutan.
Pemerintah berharap, setelah infrastruktur dasar terbangun, koperasi dapat segera terhubung dengan rantai pasok pangan, energi, dan kebutuhan pokok lain sehingga manfaat ekonominya cepat dirasakan masyarakat.
Tantangan Lahan Dan Penyesuaian Spesifikasi
Politikus Partai Gerindra itu menyebut, pembangunan masih dihadapi sejumlah kendala, di antaranya menyangkut ketersediaan lahan yang dibutuhkan Kopdes Merah Putih.
“Kami memahami adanya keterbatasan lahan di beberapa desa dan kelurahan. Oleh karena itu, kami akan segera menyesuaikan spesifikasi pembangunan fisik koperasi agar bisa lebih fleksibel dan sesuai dengan kondisi lokal,” kata Ferry.
Penyesuaian spesifikasi ini dinilai penting agar model bangunan Kopdes Merah Putih dapat diterapkan di wilayah dengan karakter geografis dan keterbatasan ruang yang berbeda-beda.
Fleksibilitas desain diharapkan mempermudah integrasi koperasi dengan fasilitas publik yang sudah ada, tanpa mengorbankan fungsi utama sebagai gerai dan gudang distribusi.
Di luar tantangan teknis pembangunan, fase berikutnya akan menentukan keberhasilan program Kopdes Merah Putih, yakni kesiapan operasional dan penguatan ekosistem usaha.
Pemerintah perlu memastikan pasokan barang, kemitraan dengan BUMN dan pelaku usaha, serta dukungan pembiayaan berjalan seiring dengan rampungnya bangunan fisik. Dengan demikian, Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi simbol kehadiran negara di desa dan kelurahan, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi lokal.
Apabila target penyelesaian tercapai sesuai jadwal, keberadaan ribuan gerai dan gudang koperasi diharapkan mampu memperkuat distribusi, membuka peluang usaha baru, serta memperkokoh peran koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.