KAI Sediakan Kapasitas Angkutan Lebaran 61,8 Juta Kursi

Selasa, 24 Februari 2026 | 08:54:50 WIB
KAI Sediakan Kapasitas Angkutan Lebaran 61,8 Juta Kursi

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyiapkan kapasitas angkutan penumpang sebesar 61,8 juta kursi untuk memenuhi kebutuhan transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.

 Persiapan ini mencakup peningkatan frekuensi perjalanan kereta api yang meningkat dua persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kesiapan ini juga mencakup penguatan infrastruktur, sarana, dan sistem operasional demi menjamin kenyamanan serta kelancaran perjalanan masyarakat.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, dalam keterangan resminya pada Senin, 23 Februari 2026, menegaskan pentingnya momentum Lebaran sebagai waktu puncak mobilitas nasional. 

"KAI memastikan kapasitas, kesiapan sarana prasarana, serta sistem operasional berjalan solid agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar," ujarnya. 

Dengan persiapan matang, KAI berkomitmen untuk mendukung kelancaran arus mudik yang diprediksi akan meningkat tajam.

Kapasitas dan Pembagian Tugas Antara KAI dan KAI Commuter

Sebagian besar kapasitas angkutan pada musim mudik tahun ini akan diambil alih oleh KAI Commuter, yang menyediakan lebih dari 50 juta tempat duduk untuk pelanggan di wilayah Jabodetabek. KAI Commuter menyediakan layanan transportasi utama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dalam kawasan perkotaan, dengan jumlah tempat duduk sebanyak 50.244.436 kursi. 

Layanan ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi masyarakat di ibu kota dan sekitarnya, serta mendukung mobilisasi para pemudik menuju stasiun besar.

Sementara itu, layanan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal, yang khusus melayani perjalanan antar kota, turut menyiapkan 4.498.696 kursi untuk para pemudik. Layanan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan jauh ke berbagai destinasi utama di Indonesia selama Lebaran, seperti Solo, Yogyakarta, dan Surabaya.

 Keberadaan berbagai layanan transportasi ini diharapkan dapat meratakan pemesanan tiket dan menghindari kepadatan berlebih pada jalur-jalur tertentu.

Pemesanan Tiket dan Program Diskon Khusus Lebaran

Bobby Rasyidin juga menyampaikan bahwa hingga tanggal 23 Februari 2026, sebanyak 1.659.819 tiket telah terjual, dengan tingkat okupansi mencapai 42,85 persen dari total kapasitas yang disediakan. Angka tersebut menunjukkan adanya permintaan yang tinggi di awal masa pemesanan tiket mudik tahun ini. 

Masyarakat yang sudah memesan tiket Lebaran disarankan untuk melakukan konfirmasi dan memastikan keberangkatan mereka agar tidak terjadi kebingungan atau pembatalan mendekati hari keberangkatan.

Untuk mengantisipasi lonjakan pemesanan lebih lanjut, KAI juga memperkenalkan berbagai stimulus transportasi, seperti memberikan diskon 30 persen untuk 1.285.056 kursi ekonomi reguler tambahan. Program ini bertujuan untuk memberikan alternatif bagi masyarakat yang mencari tiket lebih terjangkau. 

Selain itu, program "Mudik Asyik Bersama BUMN" juga menawarkan 480 kursi pada tanggal 17 Maret 2026, yang dapat dipesan oleh masyarakat yang membutuhkan. 

Langkah ini diambil untuk memastikan semua lapisan masyarakat dapat menikmati transportasi kereta api yang aman dan nyaman pada saat mudik.

Keamanan, Kebersihan, dan Peningkatan Sistem Penjualan Tiket

Selain menyiapkan kapasitas angkutan, KAI juga telah mengerahkan sekitar 3.500 petugas tambahan untuk menjaga standar keselamatan dan kebersihan di seluruh stasiun dan jalur perlintasan. 

Kegiatan pengawasan ini mencakup pemeriksaan sarana dan prasarana secara menyeluruh, yang dilakukan bekerja sama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan standar pelayanan tetap terjaga.

Berkaitan dengan sistem penjualan tiket, KAI telah memperkuat infrastruktur digital untuk menangani peningkatan transaksi pemesanan tiket. Sistem ini kini mampu menangani hingga 25.000 transaksi pembayaran setiap satu menit. 

Dengan peningkatan kapasitas digital ini, KAI berharap dapat mencegah gangguan atau antrian panjang pada platform pemesanan tiket yang dapat mengganggu kenyamanan calon penumpang. Masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai platform digital KAI untuk memesan tiket, baik melalui aplikasi Access by KAI maupun website resmi kai.id.

Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa KAI telah merencanakan segala sesuatunya dengan matang untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tiket. 

"Kami berkomitmen untuk memastikan angkutan Lebaran 2026 berjalan tertib, aman, dan terkendali, dengan penguatan sistem serta kesiapan sumber daya manusia di seluruh lini," ungkapnya.

Posko Terpadu dan Dukungan dari Pihak Berwenang

KAI juga telah mempersiapkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran yang akan beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026. Posko ini berfungsi untuk melakukan pengendalian operasi secara terpusat dan memberikan solusi cepat terkait segala kendala yang mungkin timbul selama periode mudik. Posko ini juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan proses perjalanan berjalan lancar.

Seluruh fasilitas dan operasional kereta api, termasuk program angkutan motor gratis yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) untuk 56.392 kursi, telah dipersiapkan dengan sangat detail. 

Semua ini bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan kereta api sebagai pilihan utama dalam perjalanan mudik.

Terkini