JAKARTA - Memilih pembersih wajah yang tepat merupakan langkah krusial dalam menjaga kesehatan kulit.
Pembersih wajah tidak hanya berfungsi untuk membersihkan kotoran, minyak, dan makeup yang menempel di kulit, tetapi juga dapat memberikan dasar yang baik untuk rutinitas perawatan kulit yang lebih lengkap.
Sebaliknya, memilih pembersih yang salah bisa berisiko menimbulkan masalah kulit baru, mulai dari iritasi hingga jerawat.
Pembersihan wajah adalah langkah pertama yang esensial dalam perawatan kulit. Tugasnya adalah mengangkat kotoran, sel kulit mati, bakteri, keringat, sisa makeup, dan polusi yang menumpuk sepanjang hari.
Tanpa pembersihan yang tepat, kotoran tersebut bisa menyumbat pori-pori, memicu jerawat, atau bahkan mempercepat tanda-tanda penuaan.
Pentingnya Pemilihan Pembersih Wajah yang Tepat
Menurut Geeta Yadav, MD, seorang dokter kulit dan pendiri FACET Dermatology di Toronto, kotoran yang menumpuk sepanjang hari mulai dari minyak, sel kulit mati, hingga polusi dapat meningkatkan risiko pori-pori tersumbat, jerawat, inflamasi, dan penuaan dini.
Karena itu, pemilihan pembersih wajah yang tepat tidak hanya bermanfaat untuk kulit yang bersih, tetapi juga untuk mencegah berbagai masalah kulit yang dapat muncul akibat kotoran yang tertinggal.
Dengan begitu banyaknya pilihan pembersih wajah di pasaran—mulai dari facial foam, cleansing balm, hingga micellar water—kita sering merasa bingung memilih mana yang terbaik untuk kesehatan kulit. Apakah pembersih berbusa, berbasis minyak, atau berbahan dasar air yang lebih baik?
Para dermatolog telah memberikan penjelasan tentang apa yang seharusnya dipertimbangkan saat memilih pembersih wajah yang sesuai dengan kondisi kulit.
Pembersih Bertekstur Krim atau Lotion: Pilihan Aman bagi Kulit Sensitif
Jika kamu ragu memilih pembersih wajah, banyak dokter kulit menyarankan untuk memilih pembersih dengan tekstur krim atau lotion. Pembersih jenis ini umumnya lebih ramah terhadap skin barrier dan tidak mengikis minyak alami kulit secara berlebihan.
Bahan-bahan pembersih dengan tekstur krim atau lotion efektif membersihkan kulit tanpa membuatnya terasa kering atau iritasi.
Namun, pembersih jenis ini tidak menghasilkan busa melimpah. Meski busa sering dianggap sebagai tanda pembersih yang efektif, kenyataannya busa yang melimpah justru tidak menunjukkan kualitas pembersihan yang optimal.
Busa umumnya dihasilkan oleh surfaktan kuat seperti sulfat yang dapat mengangkat terlalu banyak minyak alami kulit.
Dr. Omer Ibrahim, dokter kulit asal Chicago, menjelaskan bahwa penggunaan surfaktan yang berlebihan dapat merusak skin barrier, sehingga membuat kulit lebih rentan terhadap iritasi.
Pembersih berbasis krim menggunakan surfaktan alternatif yang lebih lembut, seperti cocamidopropyl betaine dan sulfosuccinates. Bahan-bahan ini efektif mengangkat kotoran tanpa merusak lapisan pelindung kulit.
Memilih Pembersih dengan Kandungan yang Menghidrasi
Untuk menjaga kelembapan kulit, pilihlah pembersih wajah yang mengandung bahan-bahan yang dapat menghidrasi kulit. Dr. Morayo Adisa, seorang dokter kulit bersertifikat di Chicago, merekomendasikan humektan seperti glycerin dan hyaluronic acid.
Kedua bahan ini memiliki kemampuan untuk menarik dan mengunci kelembapan, menjadikannya pilihan yang baik untuk menjaga kulit tetap lembut dan tidak kering setelah dibersihkan.
Selain itu, bahan seperti ceramide, squalene, dan niacinamide juga bermanfaat untuk memperkuat skin barrier sambil menghidrasi kulit. Bahan-bahan ini memiliki sifat menenangkan dan memberikan perlindungan terhadap kerusakan lingkungan, seperti polusi dan paparan sinar UV.
Pembersih berbasis krim atau lotion dengan kandungan ini sangat cocok untuk pemilik kulit normal, kering, atau sensitif, serta mereka yang memiliki kondisi kulit tertentu seperti eksim atau rosacea.
Jenis Pembersih untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
Bagi pemilik kulit berminyak dan rentan berjerawat, pilihan pembersih wajah sedikit berbeda. Menurut Dr. Geeta Yadav, kulit berminyak lebih membutuhkan pembersih jenis gel atau foaming cleanser karena dapat lebih efektif memecah kelebihan sebum atau minyak yang diproduksi oleh kulit.
Dalam hal ini, penggunaan surfaktan yang mengandung sulfat tidak menjadi masalah besar, selama kulit tidak terasa kering atau iritasi setelahnya.
Selain itu, pemilik kulit berminyak juga disarankan memilih pembersih yang mengandung bahan eksfoliasi atau pencerah kulit. Dr. Yadav merekomendasikan pembersih dengan kandungan salicylic acid, yang dapat menembus ke dalam pori-pori dan membantu meluruhkan sel kulit mati yang dapat menyebabkan penyumbatan dan jerawat.
Selain salicylic acid, bahan lain yang bermanfaat untuk kulit berminyak termasuk asam laktat, asam glikolat, clay, dan sulfur. Bahan-bahan ini berfungsi untuk membantu mengontrol produksi minyak berlebih dan menjaga kulit tetap bersih dan bebas jerawat.