DKI Gratiskan Transportasi Umum ke Destinasi Khusus Saat Idulfitri

Senin, 02 Maret 2026 | 08:52:26 WIB
DKI Gratiskan Transportasi Umum ke Destinasi Khusus Saat Idulfitri

JAKARTA - Di tengah perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan pendekatan baru agar warganya menikmati liburan tanpa harus pulang kampung. 

Dengan menggratiskan tarif transportasi umum dan menghadirkan beragam program diskon, Pemprov DKI mendorong warganya untuk “mudik ke Jakarta”. 

Langkah ini tidak hanya memberi kemudahan mobilitas, tetapi juga menghadirkan alternatif hiburan dan rekreasi di ibu kota, sekaligus menekan pengeluaran dan kepadatan lalu lintas saat libur lebaran.

Transportasi Umum Gratis Selama Lebaran

Gubernur Pramono Anung mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dengan tidak pulang kampung atau mudik, melainkan menghabiskan masa liburan di Jakarta.

Untuk menarik minat warga agar berlibur di Jakarta saja, pihaknya pun menggelar sejumlah program termasuk menggratiskan tarif transportasi umum.

Dia menyatakan akan menggratiskan tarif moda transportasi Transjakarta, Mikrotrans, MRT, hingga LRT Jakarta untuk memudahkan masyarakat mengakses seluruh destinasi hiburan atau perbelanjaan di Jakarta.

"Warga dapat memanfaatkan di hari lebaran nanti berjalan-jalan dengan moda transportasi umum dengan gratis," kata dia.

Langkah ini memungkinkan warga untuk menjelajahi berbagai destinasi kota tanpa memikirkan biaya transportasi. Pemprov DKI menekankan kemudahan mobilitas sebagai daya tarik utama agar masyarakat menikmati liburan di Jakarta.

Diskon Hiburan dan Belanja Menjadi Daya Tarik

Selain transportasi, Pemprov DKI juga menyiapkan program diskon bagi warga yang ingin berbelanja atau menikmati hiburan. Beberapa contoh lainnya adalah program diskon atau potongan harga bagi warga yang berbelanja di pusat perbelanjaan saat H-1 atau H-2 lebaran.

"Kami berikan diskon mulai dari 50 persen hingga 70 persen nantinya di pusat perbelanjaan bagi warga Jakarta," kata Pramono.

Diskon ini berlaku di berbagai pusat perbelanjaan, sekaligus mendukung sektor ritel lokal selama periode libur lebaran. Dengan cara ini, warga dapat menikmati liburan yang lebih hemat sambil tetap mendapatkan hiburan berkualitas.

Fasilitas Akomodasi dan Silaturahmi Digital

Pihaknya juga akan berupaya memberikan diskon bagi warga yang menginap di Jakarta selama perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dengan memberikan diskon khusus bagi hotel-hotel di Jakarta.

"Idulfitri ini kami mengambil tema Mudik Ke Jakarta. Kami mengajak semua berlebaran di Jakarta," kata Pramono.

Untuk tetap menjaga silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, Pramono menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi komunikasi modern. Salah satunya adalah panggilan video melalui ponsel pintar yang memungkinkan warga tetap terhubung dengan kerabat meski tidak mudik.

"Warga bisa video call dengan keluarga seharian penuh," tambahnya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa berlebaran di Jakarta tidak mengurangi makna silaturahmi, sekaligus menjadi opsi yang lebih praktis dan hemat biaya.

Efisiensi dan Pilihan Mudik Gratis Tetap Tersedia

Menurut Pramono, jika masyarakat tetap di Jakarta di Hari Raya Idulfitri, tabungan mereka tidak akan habis karena biaya mudik. Masyarakat juga tidak perlu menempuh perjalanan puluhan hingga ratusan kilometer yang melelahkan.

"Mudik menggunakan mobil dan motor tentu melelahkan dan juga menguras tabungan," katanya.

Meski demikian, Pemprov DKI tetap memfasilitasi warga yang ingin mudik melalui program Mudik Gratis bagi 26.500 orang.

"Bagi yang ingin mudik dipersilakan dan jika tidak mudik, maka kami berikan fasilitas tersebut," kata Pramono.

Langkah ini menegaskan bahwa program “Mudik ke Jakarta” bersifat fleksibel. Warga yang ingin tetap di ibu kota mendapat berbagai kemudahan, sementara mereka yang ingin pulang kampung tetap memperoleh dukungan transportasi gratis.

Dengan kebijakan transportasi, diskon belanja, fasilitas hotel, dan teknologi komunikasi, Pemprov DKI menghadirkan alternatif liburan lebaran yang menyenangkan, hemat, dan aman. Strategi ini sekaligus menekan kemacetan, mendorong ekonomi lokal, dan mempromosikan Jakarta sebagai kota tujuan liburan alternatif.

Terkini