JAKARTA - Memasuki bulan Ramadan dan menjelang perayaan Idulfitri, Perum Bulog berkomitmen untuk menjaga daya beli masyarakat dengan memastikan kestabilan harga pangan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa pengawasan pasar secara rutin sangat penting untuk mencegah spekulasi harga yang bisa memberatkan konsumen, terutama di tengah tingginya permintaan selama musim liburan.
Menurutnya, pengawasan harus dilakukan minimal tiga kali dalam seminggu guna memastikan harga-harga barang kebutuhan pokok tetap terkendali.
Pengawasan Pasar Rutin Sebagai Strategi Mengendalikan Harga
Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa tujuan pengawasan pasar yang dilakukan secara berkala adalah untuk memastikan harga-harga tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP), serta mencegah pengecer memanfaatkan momen Ramadan dan Lebaran untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
Ia menambahkan, penting bagi pengecer untuk menampilkan informasi HET dan HAP di kios atau pasar sehingga konsumen bisa ikut mengawasi harga dan mencegah praktik-praktik yang merugikan mereka.
Menurut Ahmad Rizal, temuan di lapangan menunjukkan bahwa pengawasan pasar yang rutin efektif menjaga stabilitas harga dan menghindari spekulasi yang dapat mempengaruhi daya beli masyarakat.
"Pengawasan rutin ini menjadi sinyal penting bahwa upaya untuk menjaga stabilitas harga tidak hanya wacana, tetapi implementasi nyata di lapangan," ujar Rizal.
Hasil Pengawasan: Harga Pangan Stabil dan Sesuai Ketentuan
Dalam sidak yang dilakukan oleh Bulog, harga pangan pokok di pasar terpantau stabil dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Beberapa komoditas yang terpantau adalah beras SPHP, minyak goreng, gula, dan tepung, yang semuanya masih sesuai dengan HET yang ditetapkan.
Bahkan, harga daging sapi di pasar jauh lebih rendah daripada harga acuan, yaitu sekitar Rp120.000 per kilogram, sedangkan HAP-nya adalah Rp140.000 per kilogram. Di sisi lain, harga ayam terpantau berada di kisaran Rp32.000–Rp33.000 per kilogram, yang juga relatif terjangkau.
"Stabilitas harga ini tentu sangat membantu masyarakat dalam merencanakan belanja selama Ramadan dan Idulfitri," tambah Ahmad Rizal. Kondisi ini juga memberikan rasa aman bagi rumah tangga, yang bisa merencanakan keuangan mereka dengan lebih baik, tanpa perlu khawatir dengan lonjakan harga yang tidak terkendali.
Peran Pasokan Lokal dalam Menahan Gejolak Harga
Selain stabilitas harga, faktor pasokan lokal juga berperan penting dalam menjaga kestabilan harga pangan. Sebagai contoh, harga cabai merah keriting di Pasar Terong masih berada di kisaran Rp20.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan dengan harga di Jakarta yang mencapai Rp30.000 per kilogram.
Demikian pula, harga cabai rawit yang terpantau sekitar Rp60.000 per kilogram di pasar lokal, sedangkan di Jakarta harganya hampir mencapai Rp70.000 per kilogram.
Ahmad Rizal menekankan bahwa pasokan lokal, yang dihasilkan oleh petani-petani di daerah sekitar, sangat berperan dalam menahan gejolak harga. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi pangan yang baik dan pasokan yang cukup dapat membantu menstabilkan harga di pasar tradisional, yang merupakan tempat belanja utama bagi banyak konsumen.
Kolaborasi Antara Bulog dan Pemerintah untuk Menjaga Harga
Kestabilan harga pangan yang tercipta berkat pengawasan yang terus menerus menunjukkan adanya kerja sama yang solid antara Bulog dan berbagai instansi pemerintah terkait.
Kolaborasi ini bukan hanya memastikan pasokan pangan tetap aman dan mencukupi, tetapi juga membantu menstabilkan harga di tingkat pasar. Dengan pengawasan yang konsisten dan distribusi yang terorganisir dengan baik, harga-harga kebutuhan pokok dapat dijaga agar tidak melonjak tajam, terutama menjelang hari besar seperti Idulfitri.
"Stabilitas harga di pasar tradisional ini bukan sekadar wacana, melainkan hasil kerja kolaboratif yang nyata. Dengan langkah ini, kami dapat memastikan bahwa masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan aman tanpa terbebani harga pangan yang tidak terkendali," ujar Ahmad Rizal.
Dengan pengawasan yang dilakukan secara rutin dan adanya peran aktif Bulog dalam memastikan kelancaran distribusi, masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kestabilan harga pangan. Stabilitas harga ini juga akan membantu memperkuat daya beli masyarakat yang terpenting menjelang Lebaran, sehingga mereka bisa merayakan hari raya dengan tenang.