Investasi Danantara dan INA Dukung Proyek CA-EDC Chandra Asri

Selasa, 03 Maret 2026 | 12:11:08 WIB
Investasi Danantara dan INA Dukung Proyek CA-EDC Chandra Asri

JAKARTA - PT Danantara Indonesia dan Indonesia Investment Authority (INA) baru-baru ini mengumumkan investasi signifikan dalam proyek strategis nasional yang tengah digarap oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), sebuah perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat Prajogo Pangestu. 

Kedua lembaga tersebut menanamkan modal sebesar US$200 juta atau setara dengan Rp3,37 triliun, yang akan digunakan untuk membangun fasilitas pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten.

 Pembangunan pabrik ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi industri Indonesia dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan kimia strategis.

Tujuan Utama Investasi

Proyek CA-EDC yang dibangun oleh Chandra Asri di Cilegon ini memiliki nilai proyek sebesar US$800 juta, atau sekitar Rp13,39 triliun. Dana yang disuntikkan oleh Danantara Indonesia dan INA akan digunakan untuk membangun fasilitas strategis di bawah pengelolaan PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak usaha dari TPIA. 

Pabrik ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada tahun 2027 dan diharapkan dapat mendukung kemandirian Indonesia dalam memproduksi bahan kimia strategis.

Dukungan Bagi Ekonomi Indonesia

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menyatakan bahwa investasi ini merupakan komitmen untuk mendukung industri strategis nasional. 

Selain itu, ia menambahkan bahwa proyek ini tidak hanya akan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan kimia, tetapi juga mengakselerasi proses hilirisasi, yang dianggap sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Pandu mengungkapkan bahwa kolaborasi antara Danantara Indonesia dan INA ini juga bertujuan untuk mempercepat pembangunan sektor-sektor yang memberi nilai tambah tinggi, menciptakan lapangan kerja baru, serta mengembangkan ekonomi Indonesia lebih lanjut.

Peran INA dalam Kolaborasi Strategis

Eddy Porwanto, pengganti sementara Ketua Dewan Direktur INA, menyatakan bahwa investasi ini mencerminkan mandat investasi jangka panjang INA dalam memajukan sektor-sektor prioritas nasional. 

Kolaborasi antara INA dan Danantara Indonesia bertujuan untuk membangun fondasi permodalan yang kuat dalam mendukung pengembangan kapasitas industri bahan baku strategis secara berkelanjutan. 

Menurut Eddy, upaya ini diharapkan dapat memperkuat daya saing industri nasional serta mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.

Keterlibatan Chandra Asri dalam Proyek Strategis

Chandra Asri Group, sebagai pengelola proyek CA-EDC, juga menyambut baik investasi yang dilakukan oleh Danantara Indonesia dan INA. Erwin Ciputra, Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, mengatakan bahwa partisipasi dua lembaga tersebut mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap kemampuan Chandra Asri dalam mengembangkan fasilitas ini. 

Dukungan ini akan mempercepat pengurangan ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan kimia strategis, sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok domestik.

Erwin menambahkan bahwa proyek ini juga akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal. Selama fase konstruksi, diperkirakan sebanyak 3.000 pekerja akan terlibat, sementara pada fase operasional, sebanyak 250 pekerja akan dibutuhkan. 

Dengan demikian, proyek ini tidak hanya akan mendukung industri nasional, tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar Cilegon dan sekitarnya.

Proyek CA-EDC dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Domestik

Pabrik CA-EDC yang sedang dibangun ini akan memproduksi dua bahan kimia penting, yaitu Caustic Soda dan Ethylene Dichloride (EDC). Caustic Soda digunakan dalam berbagai industri, seperti pembuatan sabun dan deterjen, pemurnian alumina, serta dalam proses pembuatan kertas. 

Sementara itu, EDC digunakan sebagai bahan baku utama dalam industri konstruksi dan pengemasan. Kehadiran pabrik ini akan memperkuat substitusi impor, mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedua bahan kimia tersebut, serta meningkatkan ketahanan pasokan domestik.

Lebih lanjut, produksi EDC juga berpotensi untuk meningkatkan ekspor, memberikan kontribusi pada pendapatan devisa negara. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing industri kimia nasional di pasar global. Seiring dengan pertumbuhan industri petrokimia di dalam negeri, Indonesia juga berpotensi menjadi pemain utama di pasar bahan baku kimia untuk kawasan Asia Tenggara.

Proyek Strategis untuk Masa Depan Industri Indonesia

Pembangunan pabrik CA-EDC ini, yang telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), menjadi simbol komitmen Indonesia dalam memajukan sektor industri petrokimia. 

Dengan dukungan investasi dari Danantara Indonesia dan INA, serta partisipasi Chandra Asri Group, proyek ini diharapkan dapat memperkuat sektor petrokimia nasional dan membuka peluang bagi pengembangan sektor industri lainnya.

Terkini