3 Kebiasaan Sederhana Kunci Panjang Umur dan Tetap Sehat

Senin, 15 Juni 2026 | 04:29:36 WIB
Ilustrasi - Seorang lanjut usia sedang melakukan olahraga. (Foto: NET)

JAKARTA - Banyak orang keliru menganggap umur panjang hanya bisa dicapai melalui suplemen, pemeriksaan medis canggih, atau terapi anti-aging yang mahal. 

Namun, praktisi anti-aging, dr. Yusri Binut, menegaskan bahwa landasan utama untuk hidup lebih lama sekaligus tetap sehat justru berakar pada kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan oleh siapa saja.

Saat ini, tren kesehatan telah bergeser. Fokus masyarakat kini tidak sekadar ingin berumur panjang, tetapi juga berharap mencapai usia tua dengan kondisi tubuh yang bugar dan mandiri. 

Menurut dr. Yusri, konsep longevity yang utama adalah memperpanjang masa hidup sehat (healthy lifespan) agar seseorang tetap mampu beraktivitas secara optimal di usia senja.

Di tengah maraknya tren wellness, dr. Yusri menyoroti tiga aspek mendasar yang sering terabaikan. 

"Sebenarnya intinya itu ada tiga: gerak, makan, tidur. Tiga ini yang selalu jadi hal yang paling basic yang kami semua bisa lakuin," ujar dr. Yusri saat ditemui di Ageless Festival, PIM 3 City Hall, Sabtu (13/06/2026).

Terkait pola makan, ia menyarankan konsumsi real food dan pengurangan asupan makanan ultra-proses. Untuk aktivitas fisik, ia menekankan pentingnya bergerak setiap hari, misalnya dengan berjalan kaki. 

"Nah, sehari bisa 10 ribu step ya. Terus kami latihan otot. Karena kuncinya juga otot. Otot itu kalau makin kecil, bikin metabolisme jadi enggak bagus, tulang juga enggak oke, jadi nanti akan berpengaruh ke masa senjanya," tambah dr. Yusri.

Aspek kedua adalah tidur, yang sering dianggap sepele dan dikorbankan demi pekerjaan. Padahal, tidur adalah proses pemulihan krusial bagi orang dewasa. Kurangnya kualitas dan durasi tidur dapat mengganggu hormon, metabolisme, hingga proses pembakaran lemak. 

"Seringnya pasien gampang untuk benerin (pola) makan dan gerak. Tapi tidur tuh suka dilupain. Kadang misalnya, entar dulu deh masih ada kerjaan, masih ada meeting, tidurnya nanti yang secara enggak sadar bikin aging jadi lebih cepat," jelasnya. 

Ia pun menyarankan agar tidur sebelum pukul 10 malam untuk menjaga kualitas pemulihan. 

"Tidurnya di bawah jam 10. Itu hal yang paling sepele yang kami bisa lakuin untuk jaga kualitas tidur dan jaga kualitas recovery kami," pungkas dr. Yusri.

Terakhir, dr. Yusri mengingatkan masyarakat untuk tidak mencari jalan pintas melalui suplemen sebelum memperbaiki gaya hidup dasar. Suplemen hanyalah pelengkap setelah kebutuhan fundamental tubuh terpenuhi. 

"Jangan dibalik pilarnya. Kami lakukan dulu yang fundamental tadi, baru suplemen," tegasnya. 

Baginya, hidup sehat sejak dini adalah investasi terbaik, karena hidup lebih lama belum tentu menjamin kondisi kesehatan yang baik.

Terkini