Benarkah Frozen Yogurt Lebih Sehat dari Es Krim?

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:57:31 WIB
Ilustrasi - Frozen yogurt. (Foto: NET)

JAKARTA – Frozen yogurt kini semakin populer dan mudah ditemui di berbagai pusat perbelanjaan berkat tren konsumsi di media sosial yang dianggap menyehatkan. 

Kepopuleran frozen yogurt sebagai menu sarapan, camilan, hingga makanan penutup memicu pertanyaan terkait apakah menu ini bisa menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan es krim.

Menurut ahli gizi Amy Davis dari Live Conscious, frozen yogurt secara umum memang menawarkan profil gizi yang lebih ringan. 

"Dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat karena kandungan lemak dan kalorinya lebih rendah dibandingkan es krim. Es krim mengandung setidaknya 10 persen lemak susu, bahkan bisa mencapai 25 persen. Sementara itu, frozen yogurt hanya mengandung sekitar 2 hingga 6 persen lemak susu," jelas Amy kepada The Kitchn.

Amy menambahkan, satu porsi frozen yogurt seukuran 2/3 cangkir rata-rata memiliki sekitar 150 kalori dan 3,5 gram lemak. Sebagai perbandingan, porsi es krim dengan ukuran serupa mengandung sekitar 240 kalori dan 12 gram lemak.

Meski begitu, praktisi nutrisi Neha Shah menilai bahwa kadar lemak yang lebih rendah tidak serta-merta menjadikan frozen yogurt pilihan yang lebih unggul. 

"Frozen yogurt menghilangkan lemak, padahal lemak bukanlah musuh. Lemak adalah sinyal rasa kenyang. Lemak memperlambat proses pencernaan, memberi sinyal ke otak bahwa Anda sudah cukup makan, dan membantu menjaga kestabilan gula darah," terang Neha.

Saat lemak dikurangi, produsen sering kali menambahkan bahan lain seperti gula, gum, dan emulsifier untuk menjaga tekstur serta rasa. Hal ini justru berisiko memicu lonjakan gula darah lebih cepat.

Terkait kandungan probiotik, frozen yogurt memang berpotensi memilikinya dari kultur bakteri yogurt yang mendukung kesehatan pencernaan. 

Namun, Amy menegaskan bahwa manfaat ini bergantung pada proses pengolahan setiap produk. Neha turut menambahkan bahwa kandungan probiotik belum tentu bertahan hingga ke tangan konsumen karena proses pembekuan dan bahan tambahan. 

Ia pun berpendapat bahwa es krim berkualitas dengan komposisi bahan sederhana bisa menjadi pilihan tepat jika dikonsumsi dengan porsi wajar. 

"Pilih es krim dengan bahan yang lebih sedikit dan berbasis bahan pangan utuh," ujar Neha.

Selain itu, pemilihan topping menjadi penentu utama lonjakan kalori dan gula. Amy menyarankan konsumen agar tidak berlebihan dalam menambah topping. 

"Pilih satu atau dua topping saja yang tidak menambah terlalu banyak kalori, lemak, atau karbohidrat, seperti buah beri segar, buah-buahan, sedikit taburan chocolate chips, atau beberapa sendok makan kacang cincang," kata Amy.

Neha sepakat dan merekomendasikan topping buah segar seperti buah beri, mangga iris, biji delima, dan ceri cincang untuk memberikan rasa manis alami serta tambahan serat. Ia juga menyarankan tambahan kacang tanpa garam seperti pistachio. 

"Lemak dan protein dalam kacang membantu memperlambat penyerapan gula serta membuat rasa kenyang bertahan lebih lama," pungkas Neha.

Terkini