Pendaftaran Kendaraan Listrik Global Meningkat pada Mei 2026

Rabu, 17 Juni 2026 | 04:14:01 WIB
Ilustrasi - Kendaraan listrik. (Foto: NET)

JAKARTA - Kepercayaan konsumen otomotif dunia kian memperlihatkan tren positif terhadap kendaraan listrik. Berdasarkan data bulan Mei 2026, tercatat adanya kenaikan pendaftaran kendaraan listrik yang mencapai angka sekitar 1,8 juta unit, atau tumbuh tiga persen jika dibandingkan dengan periode serupa pada tahun lalu.

Dari sisi penjualan, BMI memaparkan bahwa distribusi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) maupun plug-in hybrid (PHEV) telah meningkat selama tiga bulan berturut-turut. Tren ini didorong oleh adanya dukungan insentif pemerintah serta tingginya harga bahan bakar di beberapa negara.

Global banking and finance pada Selasa (16/6) waktu setempat melaporkan bahwa secara kumulatif, total penjualan sepanjang lima bulan pertama tahun ini telah meningkat sebesar 0,9 persen secara tahunan.

Manajer data BMI, Charles Lester, menyatakan bahwa Eropa saat ini menjadi kontributor utama pertumbuhan pasar kendaraan listrik dunia. Kawasan tersebut mencatatkan lonjakan pendaftaran kendaraan listrik sebesar 23 persen, menjadi sekitar 415.000 unit pada Mei 2026.

“Kenaikan ini terutama didorong oleh subsidi pemerintah dan tingginya harga bensin yang membuat konsumen mempercepat keputusan pembelian,” ujar Lester.

Walaupun demikian, pertumbuhan pasar kendaraan listrik di tiap kawasan tidak berlangsung secara merata. China, yang selama ini mendominasi sebagai pasar kendaraan listrik terbesar dunia, justru mengalami penurunan pendaftaran sebesar sembilan persen menjadi sekitar 987.000 unit pada Mei 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan di negara tersebut terjadi usai berakhirnya program insentif tukar tambah serta penghentian keringanan pajak pembelian mobil listrik di awal tahun. Kondisi ini kemudian mendorong sejumlah pabrikan otomotif China untuk memperluas ekspansi ke luar negeri.

Menurut BMI, tren terkini menunjukkan semakin banyak produsen kendaraan asal China yang mulai menjajaki kolaborasi serta memanfaatkan kapasitas produksi yang belum terpakai di wilayah Eropa.

Sementara itu, pasar Amerika Utara justru mengalami kontraksi yang lebih dalam. Pendaftaran kendaraan listrik tercatat turun 26 persen menjadi sekitar 123.000 unit pada Mei 2026. 

Pelemahan ini dipicu oleh berakhirnya insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat serta kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang berencana untuk melonggarkan regulasi emisi karbon.

Charles Lester menilai bahwa fokus industri otomotif Amerika Serikat kini mulai beralih kembali ke kendaraan bermesin pembakaran internal dan model hybrid, sementara pembukaan pasar Kanada bagi sejumlah produsen China diprediksi belum cukup kuat untuk mengubah arah pertumbuhan kendaraan listrik di kawasan tersebut.

Terkini