Rutin Berlibur Terbukti Cegah Penuaan Dini dan Perpanjang Usia

Kamis, 18 Juni 2026 | 02:48:01 WIB
Ilustrasi - Berlibur. (Foto: NET)

JAKARTA - Banyak orang gemar berwisata karena kegiatan tersebut mampu memberikan efek relaksasi, menurunkan tingkat kejenuhan, dan memperluas wawasan. 

Akan tetapi, manfaat bepergian ternyata jauh melampaui sekadar kesehatan mental dan kedamaian pikiran, sebagaimana dipaparkan dalam studi berjudul "Travel could be the best defence against ageing" yang dimuat dalam Journal of Travel Research (2024).

Penelitian tersebut menemukan bahwa melancong dengan cara yang tepat mampu menghambat penuaan dini. Kini, liburan dianggap sebagai metode pendukung umur panjang yang memberikan berbagai dampak positif bagi kesehatan fisik secara menyeluruh.

"Pariwisata bukan hanya tentang waktu luang dan rekreasi. Ini juga dapat berkontribusi pada kesehatan fisik dan mental orang-orang," kata kandidat PhD di Edith Cowan University di Perth, Australia, Fangli Hu, melansir Vogue, Kamis (18/6/2026).

Pada umumnya, berlibur menghadapkan seseorang pada suasana baru serta aktivitas yang menenangkan. Lingkungan yang berbeda dapat menstimulasi respons stres dan meningkatkan laju metabolisme, yang berdampak positif pada fungsi metabolisme serta kemampuan alami tubuh untuk melakukan regenerasi. 

Seluruh proses tersebut mampu memicu respons sistem kekebalan tubuh yang adaptif.

Memiliki kehidupan sosial yang aktif menjadi salah satu syarat untuk hidup lama dan tetap sehat. Saat berlibur, seseorang memiliki banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan orang baru, mempelajari bahasa lokal, hingga mencoba beragam kegiatan menarik. 

Pengalaman baru semacam ini diketahui dapat merangsang koneksi saraf baru pada otak. Dampaknya, fleksibilitas saraf otak akan meningkat, sehingga membantu mencegah penyakit penurunan fungsi kognitif seperti demensia. 

Hal tersebut selaras dengan survei dari Amadeus, yang menyebutkan bahwa 41 persen pelancong berharap dapat pulang dengan sistem saraf yang lebih tenang serta pikiran yang lebih jernih.

Liburan juga biasanya mendorong seseorang untuk melakukan berbagai kegiatan fisik yang jarang dilakukan di tempat asal. Contohnya adalah berjalan kaki menyusuri kota, mendaki bukit, atau menjajal olahraga air di pantai. 

Perpaduan antara tubuh yang aktif bergerak dengan paparan udara segar di alam terbuka terbukti efektif membuat badan terasa lebih bugar. Selain itu, rutin bergerak selama bepergian sangat krusial untuk menjaga kekuatan serta kelenturan otot, mengingat massa otot cenderung berkurang seiring bertambahnya usia.

Hu menjelaskan bahwa keterlibatan dalam berbagai aktivitas fisik mampu meningkatkan fungsi kekebalan serta sistem pertahanan tubuh, sehingga seseorang menjadi lebih kuat dalam menangkal risiko penularan penyakit.

"Olahraga juga membantu melancarkan sirkulasi darah, mempercepat penyaluran nutrisi, dan membantu pembuangan zat sisa," terang dia. 

"Semuanya bekerja sama menjaga sistem pemulihan alami tubuh tetap aktif. Olahraga ringan itu sangat bagus untuk tulang, otot, dan sendi, sekaligus menjaga tubuh agar tidak mudah aus," sambung Hu.

Tingkat stres yang berkepanjangan hingga mencapai tahap kelelahan ekstrem atau burnout bisa memicu penuaan dini. Menjauh sejenak dari rutinitas dan mengalihkan pikiran dari beban kerja akan memberikan ketenangan serta kebebasan, apalagi jika berada di alam terbuka. 

Dalam suasana santai tersebut, kadar hormon kortisol sebagai pemicu stres akan menurun tajam. Di sisi lain, hormon kebahagiaan seperti serotonin dan endorfin justru meningkat. 

Kemampuan dalam mengelola kelelahan dan menenangkan pikiran saat berlibur pada akhirnya terbukti efektif memperlambat proses pemendekan telomer, yang merupakan indikator utama penentu laju penuaan tubuh.

Terkini