PELNI Targetkan Laba Rp 206,9 Miliar dan Pendapatan Rp 6,2 T pada 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:14:31 WIB
PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) menetapkan target perolehan laba sebesar Rp 206,99 miliar pada tahun 2026, dengan proyeksi pendapatan usaha mencapai angka Rp 6,2 triliun. Perseroan juga tengah menyusun berbagai langkah efisiensi guna menjaga stabilitas keuangan sembari mempertahankan komitmen pelayanan transportasi laut nasional.

Direktur Utama PELNI, Budi Setyawan Wijaya, menyatakan bahwa sasaran tersebut telah tercantum dalam Rencana Kerja Perusahaan (RKP) 2026 dan menjadi acuan utama dalam mengendalikan kinerja perusahaan tahun depan.

"Dari sisi finansial, target RKP kami tahun 2026, pendapatan usaha sekitar Rp 6,2 triliun," ungkap Budi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Rabu (24/6/2026).

"Kemudian dari sisi biaya, ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus efisien karena tetap mempertahankan layanan, dengan total cost sekitar Rp 5,19 triliun, dan target laba sebesar Rp 206,99 miliar," sambung Budi.

Budi menjelaskan, pihak perusahaan sudah memetakan pos pengeluaran dan pendapatan tertentu yang menjadi fokus pengendalian agar target yang ditetapkan dapat terealisasi. 

"Ini sudah kami petakan ke beberapa pos untuk dilakukan kontrol dan memastikan bahwa apa yang telah dibudgetkan dalam RKP dapat terpenuhi," tuturnya.

Selain target finansial, PELNI menetapkan sasaran operasional yang agresif untuk 2026, yakni mengangkut sekitar 5,03 juta penumpang, serta meningkatkan layanan kargo, peti kemas, ternak, kendaraan, dan layanan Red Pack. Budi optimistis realisasi angkutan penumpang bisa melampaui target, terutama saat periode puncak perjalanan.

"Untuk target ini, sangat mungkin pencapaiannya berada di atas yang direncanakan. Ada beberapa season tertentu di mana jumlah penumpang yang kami angkut biasanya meningkat cukup signifikan dibandingkan skenario yang ada dalam RKP," ujarnya.

Ia menambahkan, target tersebut juga merupakan bagian dari kontrak manajemen bersama pemegang saham yang selaras dengan indikator kinerja perusahaan. Hingga Mei 2026, PELNI mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 2,5 triliun dari target tahunan Rp 6,27 triliun, yang dinilai masih sesuai rencana.

"Secara keseluruhan, target-target yang telah ditetapkan masih on track. Sampai Mei ini pencapaiannya masih terkawal dengan baik, baik dari sisi operasional maupun finansial," kata Budi. 

Kontrak manajemen PELNI mencakup lima perspektif utama: nilai ekonomi dan sosial bagi Indonesia, penguatan model bisnis, kepemimpinan teknologi, pengembangan investasi, serta pengelolaan talenta.

Terkini