Siapkan Produksi, 600 Pekerja Baterai EV Ikuti Pelatihan di China

Rabu, 24 Juni 2026 | 23:57:01 WIB
Indonesia Battery Corporation (IBC). (Foto: NET)

JAKARTA – Indonesia Battery Corporation (IBC) memberangkatkan ratusan tenaga kerja asal Indonesia menuju China untuk mengikuti pelatihan intensif dalam rangka persiapan pengoperasian industri baterai kendaraan listrik (EV) domestik.

Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, mengungkapkan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan fokus utama perusahaan untuk mendukung ekosistem baterai EV yang tengah dibangun bersama mitra global. 

Sebanyak 600 pekerja Indonesia telah diberangkatkan untuk menjalani program pendidikan selama enam bulan di fasilitas industri baterai milik mitra perusahaan.

"Di CATIB ada 600 karyawan Indonesia yang dikirimkan ke China untuk mendapatkan pendidikan selama enam bulan langsung di industrinya. Jadi tidak hanya training di kelas, tetapi sampai mereka bisa membuat SOP sendiri," ujar Aditya dalam siaran daring pada Selasa (23/6/2026).

Program ini bertujuan mempercepat alih pengetahuan sekaligus menutupi kesenjangan kompetensi antara riset dan kebutuhan manufaktur baterai. Melalui pelatihan langsung di fasilitas produksi, para pekerja diharapkan mampu memahami seluruh alur pembuatan baterai, mulai dari pengolahan material hingga perakitan sel.

"Ini merupakan transfer knowledge yang sangat penting dan akan kami lanjutkan dengan berbagai upaya peningkatan kapasitas teknologi lainnya," tutur Aditya.

Langkah tersebut diambil guna menyambut operasional pabrik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat, yang dijadwalkan memulai produksi komersial pada Juli 2026. CATIB merupakan perusahaan patungan antara IBC dan Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), produsen baterai terbesar dunia asal China, yang akan menjadi basis produksi baterai berbasis nikel untuk pasar domestik dan ekspor.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pembangunan proyek ekosistem baterai EV di Karawang akan rampung dan siap diresmikan akhir Juli 2026 sebagai bagian dari program hilirisasi strategis nasional.

"Program hilirisasi kami untuk ekosistem baterai mobil yang kerja sama antara CATL dan Antam itu sudah selesai dan insya Allah akan diresmikan pada akhir Juli," kata Bahlil.

Ekosistem ini merupakan proyek terintegrasi dari hulu hingga hilir yang melibatkan PT Aneka Tambang (Antam), IBC, serta Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL), yang merupakan perusahaan patungan antara CATL, Brunp, dan Lygend.

Terkini