BRI Salurkan KUR Rp84,36 Triliun hingga Mei 2026

Senin, 06 Juli 2026 | 00:24:31 WIB
Direktur Utama BRI Hery Gunardi. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) konsisten memperkokoh peran intermediasinya lewat peningkatan penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif.

Sampai dengan Mei 2026, bank milik negara ini telah menggelontorkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp84,36 triliun. Angka tersebut setara dengan 46,87% dari keseluruhan target plafon tahun ini yang berada di angka Rp180 triliun.

Penyaluran dana KUR tersebut mayoritas mengalir ke bidang produktif yang mengambil porsi 67,18% dari total realisasi. Sektor pertanian menjadi bidang yang paling banyak menyerap modal kerja dengan realisasi sebesar Rp35,91 triliun.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa pihak manajemen bakal terus menjalankan transformasi bisnis yang berbasis pada penguatan fundamental, bisnis inti, serta penciptaan sumber-sumber pertumbuhan baru.

Ia menilai kehadiran Danantara menjadi momentum berharga bagi BRI dalam mengoptimalkan sumbangsih pada beragam program strategis pemerintah, termasuk dalam memajukan pelaku UMKM.

"Kami ingin memastikan pertumbuhan Perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Hery dalam keterangan resminya, Senin (6/7/2026).

Selaras dengan langkah transformasi itu, performa keuangan BRI sepanjang kuartal I/2026 turut membukukan tren positif. Emiten berkode saham BBRI ini sukses meraih laba bersih konsolidasian senilai Rp15,5 triliun, atau melonjak 13,7% secara tahunan (year-on-year).

Dari aspek fungsi intermediasi, jumlah kredit yang tersalurkan menyentuh Rp1.562 triliun atau naik 13,7% yoy. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) merosot naik 9,4% yoy menjadi sebesar Rp1.555 triliun.

Dari sisi struktur pendanaan, BRI juga mampu meningkatkan porsi perolehan dana murah. Hingga periode Maret 2026, dana murah (CASA) mengembang 13,2% yoy menuju angka Rp1.058,6 triliun, yang sekaligus mendongkrak rasio CASA ke level 68,07%.

Perkembangan ini berimbas pada penurunan biaya dana (cost of fund/CoF) menjadi 2,3% dari yang sebelumnya berada di level 3% pada periode yang sama di tahun lalu.

Manajemen BRI menjelaskan bahwa perbaikan portofolio pendanaan ini didorong oleh masifnya aktivitas transaksi lewat jaringan kanal digital, seperti BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, hingga QRIS BRI. 

Optimalisasi dana murah ini diproyeksikan mampu menyokong ekspansi kredit secara lebih efisien di masa mendatang.

Bukan hanya memperbesar jangkauan KUR, BRI juga konsisten memperdalam ekosistem pemberdayaan bagi usaha mikro dan kawasan pedesaan. 

Sampai saat ini, bank ini telah memberikan pembinaan kepada 5.245 Desa BRILiaN, menggaet 15,6 juta pengguna platform LinkUMKM, serta membimbing lebih dari 43.000 kelompok usaha lewat program Klasterku Hidupku demi mendongkrak kapasitas UMKM secara kontinu.

Terkini