Laba BSI Naik 16,73 Persen, Tembus Rp3,39 Triliun per Mei 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 23:03:01 WIB
Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho. (Foto: NET)

JAKARTA - Pertumbuhan laba bersih sebesar 16,73 persen secara tahunan (year on year/yoy) berhasil dibukukan oleh PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), dengan nilai mencapai Rp3,39 triliun per Mei 2026.

Pihak perseroan menjelaskan bahwa capaian positif tersebut disokong oleh kenaikan dana murah (CASA), perluasan pembiayaan yang bermutu, akselerasi transformasi digital, serta progres bisnis bank emas.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho lewat pernyataan resminya di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa peningkatan laba perusahaan dipicu oleh penerapan strategi dual license BSI selaku bank syariah dan bank emas, yang sanggup melahirkan pilar pertumbuhan baru sekaligus memperkokoh basis dana murah.

“Sebagai bank syariah, kami terus memperkuat penghimpunan dana melalui ekosistem haji dan umrah. Sementara sebagai bank emas, kami memperluas literasi dan akses tabungan BSI emas yang kini dapat dimulai dari Rp50 ribu. Strategi ini mendapat respons yang sangat positif, terutama dari generasi muda yang kini menjadi mayoritas nasabah baru BSI,” kata Cahyo.

Sampai dengan Mei 2026, tabungan haji BSI meningkat hingga 17,15 persen (yoy) menyentuh angka Rp6,25 triliun. 

Perseroan menyebutkan, edukasi kepada publik, utamanya kelompok muda, mengenai urgensi merencanakan ibadah haji lebih awal terus dijalankan secara konsisten lewat beragam program literasi di berbagai wilayah kota.

Pihak manajemen menambahkan, efisiensi dalam proses pembukaan rekening tabungan haji via platform BYOND by BSI turut memicu naiknya akuisisi nasabah lewat jalur digital.

Hingga Mei 2026, aplikasi mobile banking milik BSI telah dimanfaatkan oleh lebih dari 10 juta pengguna, dengan akumulasi nilai transaksi menembus Rp450 triliun.

Sementara itu, perolehan dana pihak ketiga (DPK) BSI pada waktu yang sama menyentuh Rp372 triliun, atau naik 16,74 persen (yoy).

Komposisi dana murah terlihat mendominasi dengan perolehan tabungan sebesar Rp165 triliun atau setara 44,35 persen dari total DPK, yang berujung pada naiknya rasio current account saving account (CASA) ke level 63,16 persen.

Pihak perseroan mengutarakan bahwa kokohnya porsi dana murah dan langkah alih rupa digital ini memberikan keleluasaan yang lebih besar untuk memacu fungsi intermediasi perusahaan.

Hingga Mei 2026, penyaluran pembiayaan BSI mengembang sebesar 14,60 persen (yoy) menjadi Rp335 triliun, dengan konsentrasi pada lini konsumer sembari konsisten mengawal kualitas aset.

Kondisi tersebut ditunjukkan oleh rasio non-performing financing (NPF) gross yang membaik di posisi 1,80 persen, bila disandingkan dengan angka 1,88 persen pada masa yang sama di tahun sebelumnya.

Cahyo memastikan, BSI bakal terus mengintensifkan kolaborasi antara ranah layanan digital, jaringan kantor cabang, e-channel, serta penguatan ekosistem syariah demi memperluas keterjangkauan keuangan syariah di tanah air.

Cahyo mengimbuhkan bahwa manajemen merasa optimis bahwa kokohnya dana murah, transformasi digital, serta eskalasi ekosistem haji, umrah, dan lini bisnis bank emas akan menjadi motor penggerak pertumbuhan yang kontinu.

“Seluruh layanan BSI saling terintegrasi untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah sekaligus memperkuat peran BSI sebagai mitra strategis masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keuangan syariah secara menyeluruh,” kata Cahyo.

Terkini