Gugur dari Piala Dunia 2026, Javier Aguirre Tinggalkan Meksiko

Selasa, 07 Juli 2026 | 05:27:01 WIB
Juru taktik tim nasional Meksiko Javier Aguirre. (Foto: NET)

JAKARTA - Javier Aguirre resmi menanggalkan jabatannya sebagai juru taktik tim nasional Meksiko setelah langkah El Tri terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026. 

Kekalahan tipis 2-3 dari Inggris pada Minggu (6/7/2026) tersebut menjadi penanda berakhirnya masa bakti periode ketiga Aguirre bersama tim nasional. Pengunduran diri ini sejalan dengan komitmen awal Aguirre yang menyatakan akan pergi begitu turnamen empat tahunan ini usai.

Walau gagal melangkah ke fase berikutnya, Aguirre menaruh harapan besar kepada mantan kapten El Tri, Rafa Marquez, untuk meneruskan fondasi tim yang telah dibangun. 

Ia menilai performa skuad Meksiko saat ini telah berhasil memulihkan kepercayaan masyarakat berkat pencapaian terbaik mereka di ajang Piala Dunia dalam empat dekade terakhir. 

Dalam laga krusial yang digelar di Stadion Azteca tersebut, Inggris sukses mengamankan tiket perempat final setelah membendung perlawanan sengit Meksiko di fase akhir laga.

"Saya ingin mengucapkan selamat goodbye kepada rakyat saya dengan sebuah kemenangan. Itu sangat menyakitkan. Kami sudah berusaha," ujar Aguirre kepada wartawan.

Pada jalannya pertandingan, Tiga Singa langsung memegang kendali lewat dua gol kilat yang dilesakkan Jude Bellingham. Meksiko kemudian berupaya mengejar ketertinggalan berkat gol Julian Quinones. 

Di paruh kedua, meski Inggris harus bermain dengan 10 orang, Harry Kane berhasil menambah keunggulan lewat eksekusi penalti. Raul Jimenez sempat memperkecil kedudukan menjelang laga bubar lewat titik putih, namun gol itu belum mampu menyelamatkan Meksiko dari kekalahan.

Kendati harus angkat koper lebih awal, Aguirre tetap memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh anak asuhnya atas perjuangan di lapangan hijau.

"Para pemain harus meninggalkan lapangan dengan kepala tegak. Hari ini memang belum menjadi milik kami. Kami gagal memanfaatkan peluang, tetapi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka semua," kata Aguirre.

Laga ini sendiri sempat mengalami penundaan selama satu jam lantaran cuaca buruk di area Stadion Azteca. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat puluhan ribu suporter tuan rumah untuk memadati stadion demi menyokong tim kesayangan mereka.

Sepanjang sisa waktu pertandingan, gemuruh yel-yel "ya, kami bisa" terus berkumandang dari tribun penonton saat skuad Meksiko berjuang menyamakan kedudukan di menit-menit krusial. 

Sayangnya, lini pertahanan Inggris tampil disiplin hingga laga usai. Hasil ini membawa Inggris melaju ke babak perempat final untuk menantang Norwegia di Miami pada Sabtu depan.

Meski diliputi rasa kecewa terhadap hasil papan skor, Aguirre menegaskan rasa bangganya atas determinasi yang ditunjukkan oleh pasukannya. Ia memandang tim telah sukses menemukan kembali karakter bermain mereka sekaligus mempererat ikatan emosional dengan para pendukung.

"Saya pergi dengan penuh kebanggaan. Para pemain ini membuat saya sangat bahagia. Kami berhasil mengembalikan rasa memiliki dan identitas tim ini," ujarnya.

Setelah berakhirnya era Aguirre, posisi pelatih kepala Timnas Meksiko diprediksi kuat akan diteruskan oleh Rafa Marquez. Sosok yang sempat mengapteni Meksiko pada lima edisi Piala Dunia berbeda ini memang sudah terlibat langsung sebagai jajaran staf kepelatihan Aguirre sepanjang turnamen. 

Aguirre pun sangat optimistis bahwa Marquez punya kapabilitas mumpuni untuk membawa El Tri terbang lebih tinggi di masa depan.

"Saya mendoakan yang terbaik untuknya. Dia lebih dari mampu, dan saya yakin dia akan melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada saya," tutup Aguirre.

Terkini