Belgia Libas AS 4-1, Rudi Garcia Bela Folarin Balogun

Selasa, 07 Juli 2026 | 05:41:01 WIB
Juru taktik Belgia, Rudi Garcia. (Foto: NET)

JAKARTA – Juru taktik Belgia, Rudi Garcia, menyatakan bahwa Folarin Balogun tidak semestinya dipersalahkan terkait keputusan kontroversial FIFA yang menangguhkan sanksi bertanding striker Amerika Serikat tersebut di Piala Dunia 2026. 

Nama Balogun mendadak ramai diperbincangkan setelah otoritas tertinggi sepak bola dunia itu memberi lampu hijau kepadanya untuk merumput dalam laga AS kontra Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) pagi WIB.

Padahal, penyerang yang kini menginjak usia 25 tahun tersebut diganjar kartu merah langsung sewaktu bersua Bosnia dan Herzegovina di fase 32 besar. Sesuai regulasi yang berlaku, Balogun semestinya absen otomatis dalam satu pertandingan ke depan.

Akan tetapi, pihak FIFA justru mengambil langkah untuk menangguhkan hukuman sang pemain lewat masa percobaan selama setahun tanpa menghapus catatan kartu merahnya. 

Langkah ini langsung memicu perdebatan panas, apalagi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump terang-terangan mengaku telah mengintervensi dengan meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau kembali kasus ini.

Asosiasi Sepak Bola Belgia sejatinya sempat mengajukan protes resmi, namun langkah tersebut berujung penolakan. Walau demikian, Garcia memastikan pasukannya tidak terganggu oleh kegaduhan tersebut dan sukses menggilas tim tuan rumah dengan skor telak 4-1.

"Tidak, kami sama sekali tidak membutuhkan kontroversi itu sebagai motivasi," kata Garcia dalam konferensi pers usai pertandingan, dikutip dari Reuters.

"Yang paling penting bagi kami adalah menjalankan rencana permainan. Kami ingin menguasai pertandingan, menghindari tekanan lawan, dan bermain lebih tinggi. Kami melakukannya dengan penguasaan permainan, kemauan, dan dedikasi. Ini malam yang luar biasa bagi kami sekaligus kelolosan yang hebat ke perempat final," tambahnya.

Garcia memaparkan bahwa skuad Setan Merah sejatinya terus memantau situasi Balogun. Namun, ia menginstruksikan para pemain untuk melupakan hal luar lapangan dan fokus sepenuhnya pada performa tim.

"Kami memberi tahu para pemain tentang apa yang sedang terjadi. Tim ini sangat dewasa. Kami memiliki para pemimpin yang membantu kami melewati situasi seperti itu," ujarnya.

"Saya mengatakan kepada mereka bahwa yang terpenting adalah diri kami sendiri. Kami harus menjalankan prinsip permainan kami, baik saat menyerang maupun bertahan. Kami memang mempelajari kekuatan dan kelemahan lawan, tetapi kami tidak akan mengubah cara bermain hanya karena lawan. Itu bukan gaya saya sebagai pelatih".

Di sisi lain, Garcia membeberkan sebuah momen menarik yang terjadi setelah peluit panjang berbunyi. Kendati dirinya menjadi salah satu sosok yang paling lantang menyuarakan kritik terhadap kebijakan FIFA—bahkan sempat menyamakannya dengan candaan April Mop—ia justru dihampiri langsung oleh Balogun.

"Ia datang menemui saya setelah pertandingan. Saya sangat menyukai sikapnya," cerita Garcia.

Ia kembali menegaskan bahwa polemik pencabutan hukuman kartu merah tersebut sama sekali bukan kelalaian sang bomber.

"Ini bukan salahnya. Dia bukan orang yang harus disalahkan. Itulah yang saya sampaikan kepadanya. Saya sangat menghargai dia datang menemui saya," ungkap dia.

Garcia menilai performa apik Belgia juga disokong oleh mentalitas bertanding yang tangguh. Ia merasa kekalahan telak 2-5 yang diderita Amerika Serikat dari Belgia pada laga uji coba Maret silam masih membayangi benak para penggawa lawan.

"Pada beberapa momen pertandingan, saya merasa mereka masih mengingat laga itu," ujarnya.

Kendati sukses mengamankan tiket lolos dengan meyakinkan, Belgia harus membayar mahal kemenangan tersebut. Gelandang andalan mereka, Amadou Onana, didera cedera lutut pada paruh pertama laga dan terpaksa ditarik keluar lapangan lebih awal. Onana bahkan tertangkap kamera harus berjalan dibantu kruk selepas laga usai.

Garcia tidak menampik bahwa cedera yang dialami pemainnya tergolong parah dan ada risiko perjalanan sang gelandang di Piala Dunia 2026 ini harus berakhir prematur.

"Kami turut prihatin untuknya. Namun sekarang kami sudah berada di perempat final dan ingin terus melangkah hingga semifinal," kata Garcia.

Pada babak perempat final nanti, Belgia dijadwalkan bakal bersua Spanyol, sebuah partai besar yang digadang-gadang akan menjadi salah satu tontonan paling sengit di panggung Piala Dunia 2026.

Terkini