Transformasi Digital, BTN Realisasikan 90% Capex TI Semester I

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:32:02 WIB
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sukses merealisasikan sebagian besar dari target penyerapan belanja modal atau capital expenditure (capex) di sektor teknologi informasi (TI) pada paruh pertama tahun 2026. 

Alokasi dana tersebut dimanfaatkan demi memperkokoh transformasi digital perusahaan, meliputi ekspansi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) hingga penguatan proteksi siber.

Direktur Information Technology BTN Tan Jacky Chen mengungkapkan, sampai akhir Juni 2026, realisasi belanja modal TI sudah menyentuh kisaran 85% hingga 90% dari target penyerapan yang diproyeksikan untuk semester I-2026.

"Hingga akhir Juni 2026, realisasi belanja modal (capex) IT telah mencapai sekitar 85%-90% dari target penyerapan yang direncanakan sampai dengan Juni," ujar Jacky.

Ia memaparkan bahwa pemanfaatan belanja modal tersebut bakal terus merangkak naik pada paruh kedua tahun ini seiring dengan rampungnya sederet proyek strategis yang kini tengah dalam proses penerapan.

"Penyerapan ini masih akan terus meningkat seiring penyelesaian tahapan implementasi dan pemenuhan milestone berbagai proyek strategis yang memang sebagian besar berada pada semester kedua tahun ini," katanya.

Sebagai catatan, BTN menetapkan alokasi dana belanja modal TI sekitar 10% lebih tinggi jika dikomparasikan dengan tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, BTN mematok capex TI senilai Rp 1 triliun, sehingga pagu anggaran tahun ini diestimasi menyentuh angka Rp 1,1 triliun.

Jacky menyebutkan, realisasi belanja modal tersebut dioptimalkan guna menyokong sejumlah program strategis, mulai dari pengokohan infrastruktur teknologi sampai dengan diversifikasi layanan digital.

"Realisasi capex IT digunakan untuk mendukung berbagai inisiatif strategis, antara lain penguatan infrastruktur teknologi, pengembangan aplikasi dan layanan digital, termasuk AI, modernisasi platform pendukung operasional, serta peningkatan keamanan dan keandalan sistem," ujarnya.

Menurutnya, penyerapan anggaran hingga saat ini berjalan selaras dengan rencana yang diagendakan. Penyerapan tersebut belum menyentuh angka 100% lantaran karakteristik dari proyek teknologi pada umumnya menerapkan mekanisme pembayaran berbasis capaian tahapan pekerjaan (milestone).

"Sebagian pembayaran baru dilakukan setelah proses pengadaan, implementasi maupun serah terima pekerjaan selesai. Karena itu, secara alami penyerapan pada semester pertama lebih rendah dan akan meningkat pada semester kedua," jelas Jacky.

Bukan sekadar mempercepat transformasi digital, BTN pun mengeskalasi investasi pada sektor keamanan siber di tengah maraknya fenomena kejahatan digital yang mengincar industri perbankan. 

Jacky memastikan bahwa keamanan digital menjadi salah satu fokus utama perseroan sepanjang tahun ini. BTN mempertebal proteksi bukan hanya dari aspek teknologi, melainkan juga dari proses bisnis serta kesiapan sumber daya manusia.

Beberapa strategi yang diimplementasikan meliputi peningkatan kapabilitas deteksi dini terhadap pergerakan transaksi yang mencurigakan, memperketat keamanan infrastruktur serta aplikasi, hingga mengoptimalkan peran Security Operations Center (SOC) agar sanggup menanggulangi potensi gangguan siber secara lebih sigap.

"Keamanan digital merupakan salah satu prioritas utama BTN. Tahun ini kami terus memperkuat keamanan secara menyeluruh, baik dari sisi teknologi, proses maupun kesiapan sumber daya manusia," kata Jacky.

Di samping langkah-langkah internal tersebut, BTN juga gencar menggalakkan edukasi kepada para nasabah terkait beragam modus penipuan digital yang kian bervariasi. 

Menurut Jacky, perlindungan untuk nasabah tidak dapat bertumpu pada sistem pertahanan bank semata, namun juga menuntut kewaspadaan dari para pengguna ketika melakukan transaksi.

"Kami terus meningkatkan edukasi kepada nasabah mengenai berbagai modus penipuan digital karena perlindungan yang efektif membutuhkan kolaborasi antara sistem keamanan bank dan kewaspadaan nasabah," tandasnya.

Terkini