Siasat Raffi Ahmad Lepas Ketergantungan Figur Lewat IPO RANS

Jumat, 10 Juli 2026 | 20:12:31 WIB
Pendiri PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS), Raffi Ahmad. (Foto: NET)

JAKARTA — Pendiri PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS), Raffi Ahmad, membeberkan strategi korporasi dalam meminimalkan risiko ketergantungan pada figur publik serta ancaman cancel culture di jagat maya. 

Upaya tersebut direalisasikan lewat transformasi bisnis kreator menjadi sebuah lembaga berbasis kekayaan intelektual (intellectual property/IP) yang mengadopsi pola bisnis global milik Walt Disney.

Raffi mengibaratkan dirinya seperti Walt Disney, sementara RANS diposisikan sebagai "Disneyland". Di dalam ekosistem tersebut, telah tersedia beragam aset IP komersial seperti karakter Rafathar, Rayyanza, lini produk FMCG, hingga taman bermain Cipungland yang mengambil peran menyerupai "Mickey Mouse".

“Saya ingin membuktikan bahwa nama besar itu bisa berubah menjadi legacy yang kalau dikelola secara profesional akan menjadi baik. Jadi, kalau sudah tidak ada saya, RANS tetap hidup,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Langkah untuk melepaskan diri dari ketergantungan pesona figur utama ini bukan sekadar wacana di atas kertas. Data internal korporasi memperlihatkan bahwa RANS sangat agresif mengeksekusi diversifikasi bisnis selama beberapa tahun terakhir demi memitigasi risiko kinerja keuangan.

Manajemen RANS mencatat porsi pendapatan yang didapatkan langsung dari peran Raffi Ahmad selaku brand ambassador berhasil dipangkas, yaitu dari angka 24% pada tahun 2023 menjadi tersisa 14% saja pada tahun 2025.

Sebaliknya, struktur pendapatan perusahaan saat ini ditopang kuat oleh produk berbasis IP, pelaksanaan berbagai acara, serta monetisasi aset data digital. 

Raffi mengimbuhkan bahwa proses transisi menjadi perusahaan publik ini telah dirancang sejak tahun 2021 dengan fokus mematangkan model bisnis beserta tata kelolanya.

Oleh sebab itu, momen IPO dinilai sangat pas seiring dengan perkembangan pesat industri kreatif serta pergeseran preferensi pasar generasi muda yang saat ini jauh lebih mengutamakan bisnis berbasis pengalaman.

“Menjadi perusahaan terbuka berarti kami memilih tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, transparan, dan bertanggung jawab kepada pemegang saham,” ujarnya.

Melalui tindakan korporasi ini, RANS melepas sebanyak 2.525.000.000 lembar saham baru atau setara dengan 20,02% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Pencatatan saham perdana ini sukses membawa RANS mengumpulkan dana segar dari masyarakat senilai Rp429,25 miliar.

Secara spesifik, sekitar 37,61% atau setara Rp161,5 miliar dana taktis hasil IPO tersebut akan dialokasikan perusahaan untuk mendanai pagelaran konser. Diikuti oleh 19,80% atau sebesar Rp85 miliar guna mengambil alih 51% kepemilikan saham PT Rans Kosmetika Indonesia.

Selanjutnya, sebesar 18,64% atau Rp80 miliar dikucurkan untuk pembangunan taman bermain dan belajar Cipungland, serta 8,15% atau Rp35 miliar ditanamkan sebagai investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) bersama PT Feedloop Global Teknologi.

Adapun sisa dari dana segar tersebut bakal dipakai sebesar 6,98% atau Rp29,95 miliar untuk melunasi sebagian fasilitas kredit investasi, dan sebesar 8,82% atau Rp37,8 ibuan/miliar dialokasikan guna memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.

Terkini