Menteri ESDM Pimpin Groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela

Kamis, 16 Juli 2026 | 21:07:01 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memimpin prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Blok Masela. Agenda tersebut berlangsung di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada hari Kamis.

Dalam pemaparannya, Menteri ESDM menyatakan bahwa proyek LNG Abadi Masela merupakan bagian dari proyek strategis yang berfungsi memperkokoh ketahanan energi nasional. Di samping itu, proyek ini juga menjadi motor penggerak roda perekonomian di wilayah timur Indonesia.

"Blok Abadi Masela ini puluhan tahun tertunda, tidak selesai-selesai. Setelah akhirnya sudah ada keputusan dan kajian, saya minta kepada Inpex untuk segera jalan. Sekarang alhamdulillah sudah berjalan dan tahun 2027 sudah masuk tahap konstruksi," kata Bahlil.

Kegiatan peletakan batu pertama ini mulanya dijadwalkan untuk dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Kendati demikian, Kepala Negara akhirnya menyampaikan pidato secara virtual, sedangkan pelaksanaan prosesi groundbreaking dipimpin secara langsung oleh Menteri ESDM.

Bahlil memaparkan bahwa proyek LNG Abadi Masela memerlukan nilai investasi berkisar 21 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp342 triliun. Jumlah tersebut sudah mencakup dana tambahan bernilai 1 miliar dolar AS yang dialokasikan untuk implementasi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).

Proyek raksasa ini ditargetkan mampu memproduksi gas alam cair (LNG) sebanyak 9,5 juta ton per tahun. Selain itu, proyek ini diproyeksikan menghasilkan kondensat mendekati 35 ribu barel per hari, sekaligus gas pipa yang menyentuh angka 150 juta kaki kubik per hari.

Ia memastikan pihak pemerintah mengambil kebijakan untuk memprioritaskan mayoritas hasil produksi gas dari Blok Masela demi mencukupi kebutuhan energi di dalam negeri.

"Nanti gasnya 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk kami melakukan ekspor," katanya lagi.

Bahlil menambahkan bahwa proyek ini bakal menghadirkan efek domino yang besar bagi perekonomian lewat pembukaan lapangan kerja baru, penambahan investasi, hingga stimulus bagi berbagai kesempatan bisnis warga lokal di Maluku.

"Proyek ini menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12 ribu tenaga kerja pada masa konstruksi," ujarnya pula.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal dan mendoakan kelancaran PSN Blok Masela ini. Baginya, proyek ini menjadi milestones utama dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi di Maluku.

“Momentum ini menjadi langkah penting bagi masa depan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kawasan,” katanya pula.

Bukan sekadar mempertebal pasokan energi untuk tanah air, megaproyek ini dinilai selaras dengan program transisi energi. Hal ini dikarenakan operasional produksi gasnya turut mengadopsi teknologi CCS guna menekan volume emisi karbon.

Sebagai informasi, Proyek LNG Abadi Wilayah Kerja Masela masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional di sektor energi. Pengelolaannya dijalankan oleh INPEX Masela Ltd, yang berstatus sebagai anak perusahaan dari INPEX Corporation.

Area Lapangan Abadi sendiri membentang di perairan Laut Arafura, dengan jarak kisaran 750 kilometer ke arah selatan dari Kota Ambon dan sekitar 12 mil dari wilayah pulau terdekat. 

Titik lapangan ini berada di kedalaman laut berkisar 400 hingga 800 meter, di mana seluruh area kerja tersebut masuk dalam wilayah perairan Indonesia yang berbatasan langsung dengan benua Australia.

Terkini