MBG

Program MBG Diperkuat, Wihaji Laporkan Capaian ke Presiden Prabowo

Program MBG Diperkuat, Wihaji Laporkan Capaian ke Presiden Prabowo
Program MBG Diperkuat, Wihaji Laporkan Capaian ke Presiden Prabowo

JAKARTA - Dalam dinamika kerja pemerintah yang terus bergerak cepat, perhatian terhadap kelompok rentan kembali menjadi sorotan utama. Kunjungan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, ke Istana Negara menjadi momentum penting untuk memperlihatkan bagaimana program pemenuhan gizi dan pendampingan keluarga dijalankan secara konkret di lapangan. 

Di tengah berbagai tantangan pembangunan keluarga, laporan Wihaji kepada Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perlindungan terhadap ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD terus diperkuat, terutama melalui penerapan Makan Bergizi Gratis (MBG). Laporan ini menggambarkan bahwa kerja kolaboratif pemerintah dan para pendamping keluarga berjalan secara signifikan, sekaligus menunjukkan tingginya komitmen negara dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Capaian Program MBG untuk Ibu Hamil dan Balita

Dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, 25 November 2025, Wihaji menyampaikan perkembangan terbaru mengenai pelaksanaan program MBG yang menyasar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non PAUD. Program ini berjalan melalui dukungan ribuan tim pendamping keluarga yang berada di bawah koordinasi BKKBN.

Wihaji menuturkan bahwa hingga saat ini terdapat 42.163 tim pendamping keluarga yang menjalankan misi pendistribusian MBG di berbagai daerah. Jumlah penerima manfaatnya pun terus bertambah. “Penerima manfaatnya sudah 3 juta lebih sedikit dari MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD,” ujarnya usai rapat dengan Presiden Prabowo.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa distribusi bantuan gizi berjalan sesuai rencana dan mampu menjangkau kelompok sasaran dengan cakupan yang luas. Kehadiran tim pendamping keluarga menjadi kunci utama dalam kelancaran proses penyaluran, karena merekalah yang berada di garis depan memastikan setiap penerima mendapatkan makanan bergizi sesuai ketentuan program.

Apresiasi Presiden dan Penguatan Peran Pendamping Keluarga

Wihaji menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas kerja keras para pendamping keluarga yang terlibat dalam pendistribusian MBG. Menurutnya, komitmen para penyuluh dan petugas lapangan telah membantu pemerintah memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran dan tepat waktu.Sebagai bentuk dukungan nyata, Presiden turut memberikan intruksi terkait pemberian fasilitas tambahan untuk para pendamping. 

“Bapak presiden tadi menyampaikan akan memberikan bantuan motor kepada seluruh penyuluh di Indonesia untuk meringankan sekaligus bekerja dalam mendistribusikan MBG. Motor ini khusus pada para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) atau Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB),” kata Wihaji.

Tambahan motor listrik ini tidak hanya dimaksudkan untuk mempermudah mobilitas para petugas, tetapi juga memperkuat sistem pendampingan keluarga yang selama ini menjadi tulang punggung dalam program-program pemerintah di bidang kependudukan dan pembangunan keluarga. Dengan mobilitas yang lebih efisien, diharapkan kegiatan monitoring, edukasi, hingga distribusi bantuan dapat berjalan lebih optimal.

Wihaji Dapat Arahan Baru Terkait Penguatan Program KB

Selain memaparkan perkembangan MBG, Wihaji juga mengungkapkan bahwa dirinya menerima arahan dari Presiden mengenai penguatan program Keluarga Berencana (KB). Arahan ini menegaskan bahwa edukasi dan sosialisasi mengenai KB harus terus ditingkatkan, mengingat peran strategisnya dalam mewujudkan pembangunan keluarga yang sehat dan sejahtera.

Menurut Wihaji, Presiden Prabowo menekankan agar Kemendukbangga/BKKBN tidak hanya fokus pada pelaksanaan program yang sudah berjalan, tetapi juga memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Instruksi ini menjadi dorongan penting agar program KB semakin dipahami dan diterapkan oleh berbagai lapisan masyarakat, terutama dalam konteks pembangunan manusia yang lebih berkelanjutan.

Penguatan edukasi KB juga dianggap sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi masalah kesehatan, meningkatkan kualitas hidup keluarga, serta mendukung visi besar pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia.

Komitmen Pemerintah Mendorong Kesejahteraan Keluarga

Pertemuan antara Wihaji dan Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah terus memberikan perhatian khusus pada upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama melalui jaminan gizi, penguatan pendampingan, serta edukasi program KB. Program MBG yang telah menjangkau jutaan penerima manfaat menjadi bukti konkret bahwa agenda pembangunan keluarga berjalan secara sistematis dan berkelanjutan.

Dengan dukungan tambahan berupa motor listrik bagi para PKB dan PLKB, langkah pemerintah tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga memperkuat fondasi kerja para penyuluh yang selama ini mengawal langsung kebijakan di lapangan. 

Sementara itu, arahan mengenai penguatan edukasi KB memperlihatkan bahwa pembangunan keluarga tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan harus diperkuat melalui program yang saling melengkapi.

Laporan Wihaji kepada Presiden menjadi pengingat bahwa kerja-kerja pembangunan keluarga membutuhkan konsistensi, kolaborasi, dan dukungan penuh dari berbagai pihak. Dengan komitmen yang terus diperbarui, program-program seperti MBG dan KB diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia, sekaligus membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih kuat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index