Darma Henwa

Darma Henwa Perpanjang Kontrak Tambang Arutmin Senilai Rp10,5 Triliun

Darma Henwa Perpanjang Kontrak Tambang Arutmin Senilai Rp10,5 Triliun
Darma Henwa Perpanjang Kontrak Tambang Arutmin Senilai Rp10,5 Triliun

JAKARTA - Keberlanjutan operasional menjadi faktor krusial dalam industri jasa pertambangan, terutama di tengah dinamika harga komoditas dan tuntutan efisiensi yang semakin tinggi. 

Dalam konteks tersebut, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) kembali memperkuat posisinya melalui perpanjangan kontrak jasa pertambangan dengan PT Arutmin Indonesia. 

Kesepakatan ini mencerminkan kepercayaan jangka panjang antara kedua perusahaan dalam pengelolaan proyek tambang strategis di Kalimantan Selatan.

Kontrak perpanjangan tersebut memiliki nilai estimasi mencapai Rp10,5 triliun dan mencakup proyek Kintap serta Asam-Asam. Perjanjian ini ditandatangani pada 19 Januari 2026 dan berlaku untuk jangka waktu life of mine, memberikan kepastian operasional jangka panjang bagi Darma Henwa dalam menjalankan kegiatan pertambangan di wilayah tersebut.

Manajemen Darma Henwa menyampaikan bahwa kontrak ini menjadi pijakan penting dalam menjaga kesinambungan bisnis Perseroan, sekaligus memperkuat kontribusi terhadap kinerja keuangan ke depan.

Ruang Lingkup Kontrak Dan Aktivitas Tambang

Berdasarkan perjanjian yang disepakati, kontrak jasa pertambangan antara Darma Henwa dan Arutmin mencakup sejumlah kegiatan utama. Aktivitas tersebut meliputi pengupasan lapisan tanah penutup atau overburden removal, pengambilan batu bara atau coal getting, serta pengangkutan batu bara atau coal hauling.

Seluruh kegiatan ini akan dilaksanakan di wilayah tambang yang berlokasi di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Melalui kontrak baru tersebut, Perseroan akan melakukan pengupasan sekitar 252 juta bcm lapisan tanah penutup serta memproduksi sekitar 50 juta ton batu bara untuk Arutmin selama umur tambang, yang dimulai sejak Januari 2026.

Sebagai perbandingan, pada kontrak sebelumnya, rata-rata volume produksi tahunan Darma Henwa di proyek Asam-Asam tercatat sebesar 17,3 juta bcm overburden dan 3,8 juta ton batu bara. 

Sementara itu, di proyek Kintap, volume pengupasan rata-rata mencapai 25,3 juta bcm dengan produksi batu bara sekitar 3,8 juta ton per tahun. Capaian historis ini menjadi dasar penguatan kerja sama lanjutan antara kedua pihak.

Kepastian Operasional Dan Dampak Keuangan

Direktur Darma Henwa, Ricardo Silaen, menegaskan bahwa perpanjangan kontrak tersebut memberikan manfaat strategis bagi Perseroan. Menurutnya, kontrak life of mine ini tidak hanya menjamin keberlanjutan operasional jangka panjang, tetapi juga berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

“Perpanjangan kontrak ini memberikan kepastian operasional jangka panjang bagi Darma Henwa dan Arutmin serta berdampak positif terhadap kinerja Perseroan. Hal ini mencerminkan kepercayaan Arutmin terhadap kapabilitas dan kapasitas pertambangan kami, serta kepatuhan terhadap prinsip Good Mining Practice. Kami tetap berkomitmen untuk memberikan keunggulan operasional dengan target nol fatalitas,” ujar Ricardo.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen DEWA juga menyampaikan bahwa penandatanganan kontrak tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan. 

Sebaliknya, kontrak ini dinilai memberikan kepastian jangka panjang atas aktivitas operasional dan berkontribusi positif terhadap kondisi keuangan Darma Henwa.

Transformasi Bisnis Dan Strategi Ke Depan

Darma Henwa menyatakan bahwa Perseroan telah melewati fase “rewriting the future”, yang menandai keberhasilan pembalikan kondisi dari tekanan kinerja menuju profitabilitas dalam waktu relatif singkat. Fase tersebut menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Memasuki fase “reshaping the future”, Darma Henwa akan memfokuskan strategi bisnis pada ekspansi yang lebih progresif, efisien, dan terdigitalisasi. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing Perseroan di tengah persaingan industri jasa pertambangan yang semakin ketat.

Sejalan dengan strategi jangka panjang, Darma Henwa berkomitmen untuk memperkuat praktik pertambangan berkelanjutan. Perseroan akan terus menerapkan prinsip good mining practices secara konsisten, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam operasional tambang guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja.

Selain itu, Darma Henwa juga mendorong penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicles sebagai bagian dari pengembangan operasi pertambangan ke depan. 

Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi, sekaligus menjawab tuntutan keberlanjutan dalam industri pertambangan modern.

Dengan perpanjangan kontrak bernilai besar ini, Darma Henwa menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh secara berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan. 

Kepastian operasional jangka panjang bersama Arutmin menjadi modal penting bagi Perseroan dalam memperkuat kinerja, memperluas bisnis, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index