PGN

Penyaluran Gas PGN Meningkat 11 Persen pada Akhir 2025

Penyaluran Gas PGN Meningkat 11 Persen pada Akhir 2025
Penyaluran Gas PGN Meningkat 11 Persen pada Akhir 2025

JAKARTA - Penyaluran gas bumi oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengalami lonjakan signifikan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. 

Kenaikan ini menjadi indikator bahwa kebutuhan energi nasional terus meningkat seiring aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat yang tinggi pada momen libur panjang. 

Meski tekanan permintaan meningkat, PGN mampu menjaga operasional tetap aman dan andal, serta memastikan pasokan gas tetap stabil untuk berbagai sektor.

Di tengah peningkatan konsumsi, PGN juga memperlihatkan kesiapan operasional yang matang. Hal ini tercermin dari koordinasi intensif dengan Satgas Nataru Holding Migas Pertamina serta Posko Bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dengan begitu, penyaluran gas bumi dapat berjalan sesuai kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah operasi Subholding Gas.

"Secara umum, status operasional penyaluran energi Subholding Gas berada dalam kondisi aman. Untuk wilayah Sumatera, PGN masih melanjutkan proses normalisasi pascabanjir," kata Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta, Selasa (20/1/2026).

Lonjakan Konsumsi Gas Saat Nataru dan Dampaknya

Pada periode Nataru, realisasi niaga gas bumi PGN mencapai rata-rata 881 BBTUD, atau meningkat sekitar 11% dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya. 

Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pelanggan, termasuk sektor industri, komersial, hingga rumah tangga. Penyaluran gas bumi juga terus berjalan aman untuk sektor pembangkit listrik, mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional selama periode Nataru.

“Melalui infrastruktur gas bumi yang tersebar di berbagai wilayah, PGN menjaga penyaluran gas kepada pelanggan komersial dan industri, pelanggan kecil, serta lebih dari 821 ribu pelanggan rumah tangga sehingga tetap berjalan sesuai kebutuhan,” ujar Hery.

Di sektor transportasi, penyaluran Bahan Bakar Gas (BBG) juga berjalan sesuai prognosa. Sebanyak 12 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 2 Mobile Refueling Unit (MRU) terus beroperasi selama periode Nataru, dengan realisasi penyaluran mencapai lebih dari 16 ribu LSP (liter setara premium). 

Hal ini menunjukkan bahwa PGN tidak hanya fokus pada penyaluran gas untuk industri dan pembangkit, tetapi juga menjaga layanan BBG bagi sektor transportasi.

Kesiapan Operasional dan Layanan Pelanggan yang Stabil

Kegiatan pengangkutan gas, penyimpanan dan regasifikasi LNG, serta produksi dan pengiriman LPG juga berjalan dalam kondisi aman sesuai kebutuhan operasional. 

Dari sisi layanan pelanggan, PGN mencatat sekitar 98 persen kasus customer handling telah diselesaikan (closed) selama periode Nataru. Ini menjadi bukti bahwa PGN mampu menjaga kualitas layanan, meski permintaan meningkat.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN terus memperkuat kesiapsiagaan operasional, sinergi dengan pemangku kepentingan, serta penerapan aspek HSSE. 

Upaya ini dilakukan untuk memastikan penyaluran gas bumi tetap andal dan berkelanjutan, sekaligus merupakan wujud perusahaan dalam melayani masyarakat sepenuh hati.

Peran FSRU Lampung dan Proyeksi Kebutuhan LNG

Sementara itu, PGN juga menyiapkan langkah strategis untuk kebutuhan gas di 2026. PT Perusahaan Gas Negara (PGN) siap menyerap gas alam cair (Liquified Natural Gas/LNG) sebanyak 30 kargo sepanjang 2026 melalui FSRU Lampung. Hal ini bertujuan memenuhi kebutuhan gas di wilayah Jawa Bagian Barat sampai Sumatera.

Direktur Utama PGN LNG, Nofrizal, mengatakan bahwa PGN melalui PT PGN LNG Indonesia (PLI) melaksanakan kegiatan Ship-to-Ship Transfer (STS) di FSRU Lampung. Pada kegiatan STS ini, kargo LNG sebesar ±140.500 m³ dihantarkan dari Terminal LNG Donggi Senoro, Sulawesi Tengah, menggunakan kapal pengangkut LNG.

"Kami memastikan seluruh kegiatan operasional FSRU Lampung senantiasa mematuhi komitmen keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga berjalan aman, lancar, dan tepat waktu," kata Nofrizal.

Nofrizal mengungkapkan, PGN LNG menutup tahun 2025 dengan capaian 23 kargo LNG yang berhasil diregasifikasi di FSRU Lampung. Memasuki tahun 2026, FSRU Lampung siap menerima 30 kargo LNG sesuai jadwal.

"Seluruh perwira PGN LNG bersama para mitra secara profesional menjaga keandalan operasional LNG, khususnya dalam memastikan pemenuhan pasokan gas bagi pembangkit dan sektor industri di wilayah Jawa Bagian Barat dan Sumatera," tuturnya.

FSRU Lampung memiliki kapasitas penyimpanan LNG sebesar 170 ribu m³ dengan kapasitas regasifikasi mencapai 240 MMSCFD. Fasilitas ini berperan strategis dalam menjaga keandalan pasokan gas nasional, terutama dalam kondisi permintaan yang terus meningkat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index