JAKARTA - Program Pertamina UMK Academy kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu Usaha Mikro dan Kecil (UMK) untuk berkembang lebih pesat.
Melalui penyaluran hibah teknologi tepat guna senilai Rp 900 juta, Pertamina berupaya mendukung pelaku UMK agar bisa meningkatkan kualitas produksi, efisiensi proses, serta daya saing.
Hibah ini diberikan kepada 100 pelaku UMK, yang terdiri dari 25 Champion dan 75 Nominator, yang diharapkan dapat mendorong pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Dukungan Pertamina Untuk UMK Naik Kelas
Program Pertamina UMK Academy merupakan salah satu bentuk nyata dari upaya PT Pertamina (Persero) untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Hibah teknologi tepat guna yang diberikan bertujuan untuk mendorong pelaku UMK naik kelas, baik dari sisi kualitas produk maupun struktur operasional.
Menurut Muhamad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), program ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya poin ketiga yang berfokus pada peningkatan lapangan kerja, kewirausahaan, pengembangan industri kreatif, dan pengembangan infrastruktur.
Melalui pelatihan, pendampingan, serta pemberian alat produksi yang sesuai dengan kebutuhan usaha, diharapkan para pelaku UMK dapat lebih mandiri dan memiliki daya saing tinggi.
Dengan nilai hibah yang cukup besar, Pertamina berharap dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi para pelaku UMK di Indonesia.
Pembekalan Dan Pendampingan Berkelanjutan Untuk UMK
Selain pemberian hibah alat produksi, para penerima manfaat juga mendapatkan pembekalan terkait ilmu bisnis dan pendampingan yang berkelanjutan.
Langkah ini penting untuk menciptakan fondasi yang kuat bagi penguatan ekosistem UMKM nasional. Dengan adanya pembekalan tersebut, para pelaku UMK tidak hanya diberikan bantuan alat, tetapi juga pemahaman yang lebih baik mengenai strategi pengelolaan bisnis yang lebih terstruktur.
"Melalui sinergi yang dibangun, kami berharap UMKM Indonesia akan semakin naik kelas, berdaya saing, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Muhamad Baron.
Dengan dukungan ini, diharapkan pelaku UMK bisa menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif dengan lebih siap.
Pengalaman Penerima Hibah: Dari Kendala Produksi ke Kolaborasi
Salah satu cerita sukses dari program ini datang dari Melani Septina, pemilik usaha kerajinan sepatu NOBF asal Mojokerto. Melani menjadi salah satu penerima hibah alat produksi yang sangat dibutuhkan dalam operasional usahanya.
Dengan hibah yang diterima berupa mesin jahit, mesin seset, mesin press, dan mesin gauge, Melani mengungkapkan bahwa alat-alat ini sangat membantu usahanya untuk mengatasi keterbatasan produksi, terutama dalam pengembangan sampel produk.
"Sebelumnya, kami terkendala dalam produksi karena keterbatasan alat. Dengan adanya mesin-mesin tersebut, kini kami bisa lebih optimal dalam mengembangkan produk. Kami bahkan kini sudah memiliki workshop dan mini store, serta membuka peluang untuk berkolaborasi dengan pengrajin sepatu di Mojokerto," ujar Melani dengan penuh semangat.
Dukungan dari Pertamina melalui hibah alat dan pembekalan bisnis juga memberikan kesempatan bagi Melani dan pelaku UMK lainnya untuk mengikuti pameran dan memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas.
Selain itu, mereka juga mendapat peluang untuk memperkuat branding usaha mereka, yang pada gilirannya akan membuka peluang pasar lebih besar.
Sinergi Berkelanjutan Untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pertamina UMK Academy tidak hanya berhenti pada penyaluran hibah alat produksi. Program ini juga berfokus pada pembinaan jangka panjang, yang mencakup pelatihan berkelanjutan dan pengembangan jaringan antara pelaku UMK.
Selain itu, program ini berperan sebagai salah satu pendorong utama dalam menciptakan ekosistem yang inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat nasional.
Dengan adanya dukungan dari Pertamina, UMK diharapkan tidak hanya berkembang dalam hal kapasitas produksi, tetapi juga dalam kemampuan berinovasi dan mengelola bisnis secara lebih profesional.
Oleh karena itu, program ini memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan, tidak hanya bagi pelaku usaha tetapi juga bagi ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Dengan komitmen yang kuat dan dukungan berkelanjutan dari Pertamina, pelaku UMK di Indonesia dapat lebih siap untuk menghadapi tantangan pasar global dan memperkuat posisi mereka dalam perekonomian yang semakin kompetitif.
Program seperti Pertamina UMK Academy membuktikan bahwa pengembangan UMK bukan hanya soal pemberian hibah, tetapi juga tentang menciptakan peluang kolaborasi yang dapat memperkuat ekosistem usaha di Indonesia.