JAKARTA - Belakangan ini, tren merendam teh celup dalam susu semalaman menjadi viral di media sosial. Banyak orang yang penasaran dengan cara ini, yang diyakini dapat memperkaya rasa teh.
Meskipun tampak menarik dan tidak menimbulkan perubahan mencolok pada warna atau bau, namun dari perspektif kesehatan dan keamanan gizi, kebiasaan ini bisa berisiko.
Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata, menjelaskan mengapa cara ini perlu dihindari, terutama dalam konteks risiko pertumbuhan bakteri dan perubahan kualitas gizi.
Bakteri Tumbuh Cepat Jika Dibiarkan pada Suhu Ruangan
Menggabungkan teh dengan susu dan membiarkannya semalaman, terutama pada suhu ruangan, bukanlah pilihan yang aman. Johanes menjelaskan bahwa susu mengandung gula dan protein yang dapat mendukung pertumbuhan bakteri dengan sangat cepat jika dibiarkan dalam waktu lama tanpa pendinginan.
Bahkan, teh sendiri sudah bisa menjadi media yang ideal bagi pertumbuhan bakteri karena adanya gula dan asam amino di dalamnya. Ditambah dengan susu, yang menjadi tempat berkembangnya bakteri lebih pesat, risiko kontaminasi semakin tinggi.
Susu yang dibiarkan terlalu lama di luar kulkas bisa mengandung bakteri yang tidak tampak secara kasat mata, meskipun minuman tersebut tidak menunjukkan perubahan yang jelas. Bakteri ini berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare, sakit perut, hingga infeksi saluran cerna.
Proses fermentasi yang tidak terkendali juga dapat mengubah rasa susu, menjadikannya lebih asam atau mirip dengan yogurt, namun dengan rasa yang tidak menyenangkan karena pertumbuhan bakteri yang tidak terkontrol.
Perubahan Gizi pada Susu dan Teh yang Dibiarkan Semalaman
Selain risiko bakteri, kandungan gizi dalam susu juga berpotensi berubah ketika dibiarkan semalaman. Proses fermentasi yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri dapat merusak kualitas protein dan zat gizi lainnya dalam susu. Hal ini tentunya menurunkan nilai gizi susu, yang seharusnya memberikan manfaat bagi tubuh.
Selain itu, teh yang dibiarkan dalam waktu lama juga akan mengalami oksidasi, yang menyebabkan rasanya menjadi lebih pahit dan aroma yang semula segar menjadi berkurang.
Dengan demikian, tidak hanya rasa yang akan berubah, tetapi juga kualitas nutrisi dalam teh dan susu yang dapat menurun secara signifikan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan waktu penyimpanan teh dan susu agar tetap terjaga kualitas dan keamanannya.
Batas Aman Konsumsi Teh Susu
Menurut Johanes, batas aman untuk mengonsumsi teh, baik dengan air maupun dengan susu, adalah antara dua hingga empat jam setelah dibuat. Setelah waktu tersebut, risikonya semakin tinggi, terutama jika teh dibiarkan pada suhu ruangan.
Untuk memastikan keamanannya, sebaiknya teh yang belum habis langsung dimasukkan ke dalam kulkas. Namun, meskipun disimpan di kulkas, teh susu tetap tidak disarankan untuk disimpan terlalu lama. Minuman ini sebaiknya segera dikonsumsi setelah dibuat atau dibuka kemasannya, untuk menjaga kualitas rasa dan kandungan gizinya.
Sangat penting untuk selalu memperhatikan bagaimana cara menyimpan dan mengonsumsi teh susu agar tetap aman dan bermanfaat bagi tubuh. Apabila ingin disimpan untuk dikonsumsi nanti, sebaiknya teh disimpan di kulkas dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Cara Membuat Teh Susu yang Aman dan Sehat
Untuk menghindari risiko kesehatan yang disebabkan oleh merendam teh dalam susu semalaman, Johanes menyarankan beberapa cara yang lebih aman dan lebih sehat dalam menikmati teh susu. Berikut adalah beberapa tips dari ahli gizi ini:
1. Buat teh dan susu secara terpisah – Menghasilkan teh susu yang lebih sehat dimulai dengan memisahkan proses pembuatan teh dan susu.
2. Gunakan daun teh, bukan teh celup – Menggunakan daun teh memberikan rasa yang lebih segar dan tidak mengandung bahan tambahan yang dapat mempengaruhi kualitas teh.
3. Seduh teh dengan saringan stainless steel – Menggunakan saringan stainless steel dapat membantu menjaga kebersihan dan kualitas teh yang diseduh.
4. Gunakan air panas secukupnya – Hindari menggunakan air yang terlalu panas karena dapat merusak rasa teh.
5. Campurkan susu setelah teh siap – Setelah teh selesai diseduh, baru campurkan susu untuk mendapatkan rasa yang lebih kaya dan nikmat.
6. Segera konsumsi setelah dibuat – Untuk menikmati manfaat maksimal dari teh susu, pastikan untuk langsung mengonsumsinya setelah dibuat. Jika ingin menikmatinya dingin, biarkan teh sedikit dingin terlebih dahulu dan simpan di kulkas dalam waktu singkat.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda bisa menikmati teh susu dengan lebih aman tanpa harus khawatir akan perubahan rasa atau risiko kesehatan yang tidak diinginkan.
Kesimpulan: Menghindari Risiko dengan Menjaga Keamanan Teh Susu
Pada akhirnya, meskipun merendam teh dalam susu semalaman dapat menghasilkan cita rasa yang kuat, tetapi kebiasaan ini tidak disarankan dari segi kesehatan.
Penyimpanan teh susu dalam waktu lama, terutama pada suhu ruangan, dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri yang berisiko menimbulkan gangguan pencernaan dan merusak kualitas gizi minuman tersebut.
Oleh karena itu, penting untuk mematuhi pedoman keamanan dalam menyimpan teh susu, baik itu disimpan di kulkas atau langsung dikonsumsi setelah dibuat.
Dengan cara yang lebih aman, Anda bisa menikmati teh susu tanpa khawatir akan risiko kesehatan yang dapat timbul dari kebiasaan merendam teh semalaman. Ingatlah selalu untuk mengonsumsi teh susu dalam jumlah moderat dan tidak menyimpannya terlalu lama.