PANGAN

Stok Pangan Cukup Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan Harga Stabil

Stok Pangan Cukup Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan Harga Stabil
Stok Pangan Cukup Jelang Lebaran, Pemerintah Pastikan Harga Stabil

JAKARTA - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 dalam kondisi sangat aman. 

Bahkan, stok pangan strategis nasional dipastikan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan selama dua momen besar tersebut. Setelah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk pedagang, pengusaha, produsen, dan BUMN pangan, Amran memastikan bahwa ketersediaan pangan akan terjaga dengan baik.

Amran juga menegaskan bahwa stok beras nasional pada Januari 2026 mencapai 3,3 juta ton, yang merupakan angka tertinggi dalam sejarah. Sementara itu, stok minyak goreng yang tersedia di Bulog mencapai 700 ribu ton. 

Angka-angka ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki cadangan pangan yang lebih dari cukup untuk kebutuhan domestik, termasuk untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri.

"Stok beras kita hingga Januari mencapai 3,3 juta ton, dan minyak goreng di Bulog ada 700 ribu ton. Tidak ada alasan untuk harga naik," ujar Amran.

Dengan pasokan yang melimpah, ia optimistis harga pangan akan tetap stabil, bahkan menjelang hari raya besar.

Pengendalian Harga dan Komitmen Pemerintah

Amran juga menekankan pentingnya pengendalian harga pangan agar tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia menegaskan bahwa pemerintah, dalam hal ini Satgas Pangan, siap turun tangan untuk menindak tegas apabila ada pihak-pihak yang mencoba menjual pangan strategis di atas harga yang ditentukan. 

"Semua unsur terlibat sepakat untuk tidak menjual pangan strategis kita di atas HET," tegas Amran.

Untuk menjaga kestabilan harga, pemerintah juga memastikan bahwa harga pangan tetap sesuai dengan harga pokok penjualan (HPP). Komitmen ini bertujuan untuk menciptakan keadilan bagi semua pihak, mulai dari produsen, pedagang, hingga konsumen. Amran memberikan contoh konkret dengan harga ayam yang saat ini berada di bawah HPP, yakni hanya Rp22–23 ribu per kilogram, meskipun harga pokok penjualannya mencapai Rp25 ribu per kilogram. 

"Harga ayam justru di bawah HPP, dan ini akan naik pada bulan Ramadan," ujarnya.

Peningkatan Harga Pangan Menjelang Ramadan

Seiring dengan meningkatnya permintaan pangan menjelang Ramadan, harga beberapa komoditas pangan diperkirakan akan mengalami kenaikan. Namun, Amran menjamin bahwa dengan stok yang cukup dan pengendalian yang ketat, harga pangan dapat dijaga agar tidak melonjak secara signifikan. Ia optimistis bahwa masyarakat tetap dapat menjalani bulan puasa dan perayaan Idulfitri tanpa adanya lonjakan harga yang tidak wajar.

Meskipun beberapa komoditas pangan diperkirakan akan mengalami kenaikan, Amran memastikan bahwa harga tetap berada dalam batas wajar. "Insya Allah, di Ramadan harga pangan akan stabil, meskipun ada kenaikan sedikit," kata Amran.

 Pemerintah juga akan terus memantau pergerakan harga dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga agar harga pangan tetap terjangkau oleh masyarakat.

Harga Pangan Terkini dan Tren Penurunan

Menurut data yang diakses oleh Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Kamis, 22 Januari 2026, beberapa komoditas pangan strategis justru mengalami penurunan harga. 

Misalnya, harga daging ayam ras tercatat Rp38.797 per kilogram, sedangkan telur ayam ras berada pada rata-rata Rp30.648 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan tercatat Rp20.895 per liter, yang menunjukkan adanya penurunan harga yang cukup signifikan.

Beras, sebagai salah satu komoditas pangan utama, juga menunjukkan harga yang relatif stabil. Beras premium tercatat di harga rata-rata Rp15.527 per kilogram, beras medium Rp13.330 per kilogram, dan beras SPHP (Sistem Pengendalian Harga Pangan) berada di harga Rp12.398 per kilogram. Penurunan harga pada beberapa komoditas pangan ini memberikan angin segar bagi masyarakat menjelang bulan puasa.

Pemerintah, melalui Bapanas dan Satgas Pangan, akan terus memantau fluktuasi harga pangan dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk menjaga kestabilan harga hingga Ramadan dan Idulfitri. 

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memperkuat distribusi pangan ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah-daerah yang rawan mengalami kelangkaan atau kenaikan harga.

Keterlibatan Semua Pihak dalam Menjaga Stabilitas Pangan

Keberhasilan menjaga harga pangan tetap stabil di pasar sangat bergantung pada kerja sama antara pemerintah, produsen, pedagang, dan masyarakat. Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab dalam menjaga ketersediaan pangan dan harga yang wajar. Melalui rapat koordinasi yang melibatkan semua unsur, pemerintah memastikan bahwa seluruh rantai pasokan pangan tetap terjaga dengan baik.

Selain itu, peran Satgas Pangan dalam melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran harga juga sangat penting. Jika ditemukan adanya pelanggaran, seperti penjualan pangan di atas HET, Satgas Pangan akan segera turun tangan untuk memastikan sanksi diberikan kepada pihak yang melanggar. Hal ini bertujuan agar masyarakat tetap bisa menikmati pangan dengan harga yang adil dan wajar.

Amran juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk mengatasi tantangan dalam sektor pangan, baik itu dari sisi produksi, distribusi, maupun pengendalian harga. 

Dengan stok yang lebih dari cukup dan langkah-langkah pengendalian yang jelas, Indonesia dapat menghadapi Ramadan dan Idulfitri dengan penuh keyakinan, tanpa harus khawatir tentang kelangkaan atau lonjakan harga pangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index