Kereta Api

Kereta Api Jadi Pilihan Wisatawan Asing di Sumsel

Kereta Api Jadi Pilihan Wisatawan Asing di Sumsel
Kereta Api Jadi Pilihan Wisatawan Asing di Sumsel

JAKARTA - Minat wisatawan mancanegara terhadap moda transportasi kereta api di Sumatera Selatan menunjukkan kecenderungan positif sepanjang 2025. Di tengah upaya pemerintah mendorong pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, kereta api semakin dipandang sebagai sarana perjalanan yang tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan asing dalam menjelajahi destinasi daerah.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat, sepanjang tahun 2025 sebanyak 1.377 wisatawan mancanegara menggunakan layanan kereta api di wilayah Sumatera Selatan. Angka ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan wisatawan asing terhadap transportasi publik berbasis rel sebagai bagian dari perjalanan mereka di Indonesia.

Pencapaian tersebut dinilai sejalan dengan penguatan sektor pariwisata daerah yang semakin terintegrasi dengan layanan transportasi. Kereta api tidak hanya menjadi sarana penghubung antarkota, tetapi juga berperan penting dalam membuka akses menuju kawasan dengan potensi alam dan budaya yang beragam.

Tren Positif Wisatawan Mancanegara

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api mencerminkan tren positif minat terhadap moda transportasi yang aman, nyaman, dan andal. Menurutnya, kereta api memberikan kepastian waktu tempuh serta kenyamanan perjalanan yang menjadi pertimbangan penting bagi wisatawan asing.

Selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 saja, KAI Divre III Palembang melayani sebanyak 57 penumpang mancanegara. Angka tersebut menunjukkan bahwa pada momen libur panjang, kereta api tetap menjadi pilihan bagi wisatawan asing yang ingin berkeliling Sumatera Selatan tanpa bergantung pada kendaraan pribadi.

“Capaian ini menunjukkan kepercayaan wisatawan asing terhadap kereta api sebagai moda transportasi pilihan selama berada di Sumatera Selatan,” katanya.

Stasiun Kertapati Paling Banyak Digunakan

Berdasarkan data KAI Divre III Palembang, Stasiun Kertapati tercatat sebagai stasiun dengan jumlah keberangkatan wisatawan mancanegara terbanyak sepanjang 2025. Dari stasiun utama di Palembang tersebut, sebanyak 690 wisatawan asing tercatat menggunakan layanan kereta api untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Selain Kertapati, sejumlah stasiun lain juga mencatat jumlah penumpang mancanegara yang signifikan. Stasiun Lubuk Linggau berada di posisi kedua dengan 259 orang, diikuti Stasiun Lahat sebanyak 159 orang, Stasiun Muara Enim 122 orang, dan Stasiun Prabumulih 69 orang.

Sebaran tersebut menunjukkan bahwa wisatawan asing tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga tertarik mengunjungi daerah-daerah dengan potensi wisata alam, budaya, dan sejarah yang berada di luar ibu kota provinsi.

Peran Strategis Kereta Api bagi Pariwisata

Peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api menegaskan peran strategis moda transportasi ini dalam mendukung mobilitas wisatawan internasional. Kereta api dinilai mampu menjangkau berbagai wilayah dengan akses yang relatif mudah, sehingga mendukung pengembangan destinasi wisata yang lebih merata.

Dengan jaringan rel yang menghubungkan sejumlah kota dan kabupaten, wisatawan asing dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman sambil melihat lanskap alam Sumatera Selatan. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri dibandingkan moda transportasi lain, terutama bagi wisatawan yang mengutamakan pengalaman perjalanan.

Selain itu, keandalan jadwal dan ketepatan waktu kereta api menjadi faktor penting yang mendukung perencanaan perjalanan wisatawan mancanegara, yang umumnya memiliki agenda perjalanan yang terstruktur.

Transportasi Ramah Lingkungan

Selain memberikan kenyamanan dan ketepatan waktu, kereta api juga menawarkan pengalaman perjalanan yang ramah lingkungan. Aida Suryanti menyebut bahwa penggunaan kereta api sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong mobilitas rendah emisi dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Moda transportasi berbasis rel dinilai memiliki jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi, sehingga mendukung komitmen pengurangan emisi. Bagi wisatawan asing yang semakin peduli terhadap isu lingkungan, faktor ini menjadi pertimbangan penting dalam memilih sarana transportasi selama berwisata.

“Kehadiran wisatawan asing berdampak positif terhadap sektor pariwisata, perhotelan, UMKM, dan ekonomi kreatif daerah, sekaligus berkontribusi pada peningkatan devisa dan promosi budaya Indonesia,” ujarnya.

Dampak Ekonomi bagi Daerah

Meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Sumatera Selatan. Kehadiran wisatawan asing mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, kuliner, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga ekonomi kreatif di daerah tujuan wisata.

Pergerakan wisatawan dari satu daerah ke daerah lain dengan kereta api turut menciptakan perputaran ekonomi yang lebih merata. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan pariwisata nasional yang tidak hanya berfokus pada destinasi utama, tetapi juga mengembangkan potensi daerah.

Komitmen KAI Dukung Pariwisata Nasional

KAI Divre III Palembang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan pariwisata nasional melalui peningkatan kualitas layanan transportasi kereta api. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari investasi jangka panjang yang berkelanjutan, baik bagi perusahaan maupun bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index