AI

Canggih! AI Otomatis Pesan dan Belanja Makanan

Canggih! AI Otomatis Pesan dan Belanja Makanan
Canggih! AI Otomatis Pesan dan Belanja Makanan

JAKARTA - Di era digital, kecerdasan buatan atau AI tidak lagi sebatas alat untuk analisis data atau otomasi industri. Kini, teknologi ini mulai masuk ke ranah kehidupan sehari-hari, termasuk urusan yang paling sederhana namun rutin: makan dan belanja bahan makanan. 

Contohnya, integrasi AI dengan layanan pesan antar makanan online kini memungkinkan rutinitas ini berjalan otomatis, menghemat waktu dan tenaga pengguna.

Pendiri startup asal Bengaluru, India, Neil Agarwal, membuktikan hal ini melalui pengalamannya menghubungkan platform aplikasi makanan online Swiggy dengan asisten AI bernama Clawdbot. 

Sistem ini dirancang untuk memahami kebiasaan makan dan belanja penggunanya, sehingga AI dapat memesan makanan, menyiapkan daftar belanja bahan makanan, dan bahkan merekomendasikan menu makan malam sesuai preferensi.

Asisten AI Yang Memahami Rutinitas Makan

Melalui unggahan di media sosial X, Agarwal menjelaskan bagaimana sistem tersebut bekerja. 

“Saya menghubungkan Swiggy ke Clawdbot dan menghilangkan masalah terbesar saya. Sekarang sistem ini tahu jadwal makan dan minum saya, termasuk mengantarkan pesanan teh chai pukul lima sore, menyusun belanjaan makanan secara otomatis, dan memberi rekomendasi menu makan malam,” tulis Agarwal.

Dengan kemampuan ini, pengguna tidak perlu lagi mengingat jadwal makan, membuat daftar belanja, atau menentukan menu harian. Semua dilakukan secara otomatis oleh AI yang belajar dari kebiasaan sebelumnya. 

Misalnya, jika pada hari Senin biasanya membeli sayur dan protein tertentu, Clawdbot akan menyiapkan keranjang belanja otomatis yang siap diproses melalui Swiggy.

Proses Pesan Dan Belanja Yang Transparan

Salah satu aspek penting dari sistem ini adalah transparansi sebelum transaksi dilakukan. Sebelum pesanan dikirim, Clawdbot menampilkan ringkasan lengkap berisi daftar makanan yang akan dipesan, harga satuan, biaya pengantaran, pajak, dan total pembayaran.

Dalam contoh yang dibagikan Agarwal, total belanja bahan makanan tercatat sebesar 160 rupee (sekitar Rp 30 ribu) dengan metode pembayaran tunai. 

Sistem ini juga memberi peringatan bahwa pesanan tidak dapat dibatalkan dan meminta konfirmasi pengguna sebelum melanjutkan. 

Pendekatan ini memastikan bahwa otomatisasi tidak mengorbankan kendali atau akurasi transaksi, melainkan justru mempermudah pengguna tanpa risiko kesalahan pemesanan.

Respon Positif Dan Tantangan Privasi

Unggahan Agarwal di X menuai berbagai respons. Banyak netizen memuji inovasi ini sebagai contoh penerapan AI yang relevan dan praktis. Salah satu komentar menyatakan, “Ini sangat cerdas. Inilah fungsi AI yang saya inginkan, membantu menyelesaikan masalah sehari-hari.”

Namun, sebagian pengguna juga mempertanyakan keamanan dan privasi data. Seorang netizen menulis, “Apakah ada kekhawatiran soal keamanan privasi saat menggunakan Clawdbot?” 

Pertanyaan ini relevan, mengingat sistem AI memproses kebiasaan dan data konsumsi pengguna, sehingga perlindungan informasi pribadi menjadi sangat penting.

AI Sebagai Asisten Kehidupan Sehari-Hari

Terlepas dari tantangan privasi, eksperimen Neil Agarwal menunjukkan bagaimana AI dapat mengambil peran nyata dalam menyederhanakan kehidupan sehari-hari. 

Dengan kemampuan memahami pola makan dan kebiasaan belanja, sistem ini membantu pengguna fokus pada pekerjaan atau aktivitas lain, tanpa harus terganggu oleh urusan pemesanan makanan atau pengaturan dapur.

Inovasi ini sekaligus membuka peluang bagi pengembangan AI yang lebih luas dalam kehidupan domestik. Selain memesan makanan atau bahan makanan, teknologi serupa bisa diadaptasi untuk mengelola stok rumah tangga, mengingatkan jadwal minum obat, atau merencanakan menu mingguan berdasarkan preferensi keluarga. 

Dengan demikian, AI bukan sekadar alat otomatisasi, tetapi juga asisten pribadi yang dapat meningkatkan kualitas hidup secara signifikan.

Kemajuan ini menjadi indikasi bahwa masa depan layanan berbasis AI akan semakin personal dan responsif. Semakin banyak orang yang terbiasa dengan teknologi semacam Clawdbot, semakin besar kemungkinan inovasi ini menjadi standar baru dalam gaya hidup digital, khususnya dalam hal makanan dan belanja sehari-hari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index