Arahan Presiden

8 Arahan Presiden Dalam Rapim TNI Polri Istana Merdeka

8 Arahan Presiden Dalam Rapim TNI Polri Istana Merdeka
8 Arahan Presiden Dalam Rapim TNI Polri Istana Merdeka

JAKARTA - Rapat Pimpinan TNI-Polri Tahun 2026 menjadi panggung penting bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan arah strategis pemerintahan kepada jajaran keamanan negara.

 Untuk pertama kalinya, forum rutin tahunan tersebut digelar di Istana Merdeka, Jakarta, menandai simbol kedekatan antara kepemimpinan nasional dan institusi pertahanan serta keamanan. 

Dalam forum itu, Presiden menyampaikan taklimat yang merangkum berbagai pesan kunci terkait tugas, peran, dan tanggung jawab TNI-Polri dalam menjaga stabilitas negara sekaligus mendukung program pemerintah.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kemudian mengungkapkan inti dari arahan Presiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa terdapat delapan poin utama yang ditekankan Presiden Prabowo dalam Rapim TNI-Polri 2026. 

Pesan-pesan tersebut tidak hanya bersifat internal kelembagaan, tetapi juga menyentuh langsung kepentingan rakyat dan masa depan pembangunan nasional.

Apresiasi Dan Penguatan Soliditas Aparat

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi besar kepada seluruh prajurit TNI dan anggota Polri. Apresiasi tersebut diberikan atas dedikasi dan kerja cepat aparat, terutama dalam penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia. Presiden menilai kehadiran TNI-Polri di tengah masyarakat saat terjadi bencana menjadi bukti nyata pengabdian kepada rakyat.

Selain apresiasi, Presiden juga menekankan pentingnya memperkuat kekompakan dan sinergitas antara TNI dan Polri. Menurut Sekretaris Kabinet Teddy, Presiden secara khusus mengingatkan agar soliditas tersebut terjaga mulai dari pimpinan tertinggi hingga prajurit di lapangan.

 Sinergi yang kuat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, terutama di wilayah-wilayah strategis seperti Sumatra.

Presiden Prabowo juga meminta seluruh jajaran TNI-Polri untuk selalu siap, sigap, dan cepat dalam membantu rakyat di mana pun dan kapan pun.

 Kesiapsiagaan tersebut disebut sebagai bentuk nyata dari kepercayaan rakyat kepada institusi pertahanan dan keamanan negara. Presiden menegaskan bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak boleh bersifat simbolik, melainkan harus dirasakan manfaatnya secara langsung.

Peran Strategis Dalam Program Pemerintah

Dalam poin berikutnya, Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada TNI-Polri atas peran aktif mereka dalam mengawal dan mendukung berbagai program strategis pemerintah. 

Program-program tersebut meliputi makan bergizi gratis, Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga program yang berkaitan dengan kedaulatan pangan dan energi nasional.

Presiden juga menyoroti kontribusi TNI-Polri dalam pembangunan infrastruktur dasar di desa-desa, seperti pembangunan jembatan yang sangat membantu mobilitas masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Dukungan aparat dalam program-program tersebut dinilai mempercepat pelaksanaan kebijakan pemerintah agar berjalan tepat sasaran.

Sekretaris Kabinet Teddy menyampaikan bahwa Presiden melihat keterlibatan TNI-Polri sebagai elemen penting dalam memastikan program strategis tidak hanya terlaksana, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat keamanan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata.

Penegakan Hukum Dan Kepedulian Lingkungan

Poin penting lainnya dalam taklimat Presiden adalah penegakan hukum yang seadil-adilnya kepada siapa pun. Presiden Prabowo menegaskan bahwa TNI-Polri harus menjunjung tinggi prinsip keadilan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas penegakan hukum. Tidak boleh ada perlakuan berbeda, dan hukum harus ditegakkan secara tegas serta berintegritas.

Selain itu, Presiden juga mengingatkan pentingnya peran TNI-Polri dalam mendukung pelaksanaan program Indonesia ASRI, yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. 

Program ini dilaksanakan bersama pemerintah daerah dan dimulai dari lingkungan terdekat, seperti perkantoran dan kawasan sekitar.

Dalam konteks lingkungan hidup, Presiden Prabowo menegaskan agar seluruh sumber daya alam Indonesia dijaga dari segala bentuk pelanggaran dan eksploitasi ilegal. 

Menurut Teddy, Presiden meminta TNI-Polri untuk bersikap tegas terhadap siapa pun yang merusak kekayaan alam bangsa, karena sumber daya tersebut merupakan aset strategis negara yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Kesiapsiagaan Dan Visi Bersama Nasional

Poin terakhir dalam taklimat Presiden Prabowo adalah penekanan pada kesiapsiagaan TNI-Polri dalam menjalankan tugas. Presiden mengingatkan bahwa kapan pun masyarakat membutuhkan bantuan, saat itulah aparat harus hadir dan langsung turun tangan. Pesan ini menegaskan kembali fungsi utama TNI-Polri sebagai pelindung dan pengayom rakyat.

Sekretaris Kabinet Teddy menilai Rapim TNI-Polri 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat visi bersama antara pemerintah dan aparat keamanan. Visi tersebut diarahkan pada upaya menjaga stabilitas negara sekaligus memastikan program strategis pemerintah berjalan cepat, tepat, dan efektif.

Rapat Pimpinan TNI-Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka turut dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat negara. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index