Jalan Menuju Surga

Jalan Menuju Surga atau Neraka: Pilihan Ada di Tangan Kita

Jalan Menuju Surga atau Neraka: Pilihan Ada di Tangan Kita
Jalan Menuju Surga atau Neraka: Pilihan Ada di Tangan Kita

JAKARTA - Dalam kehidupan ini, setiap individu dihadapkan pada dua jalan yang jelas, yaitu jalan menuju surga atau jalan menuju neraka. 

Meskipun takdir dan kehendak Allah SWT menentukan banyak aspek dalam kehidupan kita, pilihan untuk mengikuti jalan yang mana adalah hak dan tanggung jawab kita sebagai hamba-Nya. Pilihan ini berkaitan erat dengan cara kita mencari ilmu atau justru terjerumus dalam perbuatan maksiat. 

Seperti yang dikatakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib, siapa yang mencari ilmu, ia sedang mencari surga, sementara mereka yang mencari maksiat, sedang menuju neraka.

Mencari Ilmu sebagai Jalan Menuju Surga

Ilmu adalah kunci utama dalam menentukan arah hidup seseorang. Dalam sebuah tayangan program Kultum Kemuliaan Ramadan 2026, Ma'ruf Amin, Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, menyatakan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mengarah pada ketakwaan kepada Allah SWT. 

Ilmu yang dimaksudkan di sini bukanlah sekadar pengetahuan duniawi, melainkan ilmu agama yang membawa kita lebih dekat dengan-Nya.

Menurut Ma’ruf Amin, orang yang mencari ilmu agama dengan tujuan untuk memahami kehidupan, takut kepada Allah, dan mengabdi pada-Nya, sejatinya sedang berjalan menuju surga. Ilmu agama adalah cahaya yang menerangi hati, membimbing umat untuk mengenal kebenaran, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. 

Sebaliknya, seseorang yang mengabaikan ilmu agama, lebih memilih untuk mengejar dunia dan terjerumus dalam kemaksiatan, akan berada di jalan yang salah, yaitu menuju neraka.

Peran Ilmu Agama dalam Kehidupan Sehari-hari

Ilmu agama bukan hanya terbatas pada teori atau pembelajaran di sekolah-sekolah agama. Ilmu yang dimaksud adalah ilmu yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Setiap perbuatan yang kita lakukan berdasarkan ilmu agama akan memberi pengaruh besar terhadap kehidupan kita, baik di dunia maupun di akhirat. 

Mengingat Allah, berbuat baik kepada sesama, menjalankan shalat dengan khusyuk, dan menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia, semua itu adalah bagian dari amalan yang diajarkan melalui ilmu agama.

Ilmu yang membawa manfaat bukan hanya terbatas pada amalan pribadi, tetapi juga mempengaruhi masyarakat sekitar. Seperti yang disampaikan oleh Ma'ruf Amin, ilmu yang mengarah pada ketakwaan akan membuat seseorang ingin berbuat baik kepada sesama, menjaga hak-hak orang lain, serta tidak menyakiti siapa pun dengan perkataan dan perbuatan. 

Hal inilah yang membedakan jalan menuju surga dengan jalan menuju neraka, di mana setiap langkah dan pilihan yang kita buat akan mempengaruhi nasib kita di akhirat.

Maksiat dan Jalan Menuju Neraka

Di sisi lain, maksiat adalah segala perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah SWT. Tindakan maksiat membawa manusia semakin jauh dari-Nya dan membuka jalan menuju neraka. 

Baik itu maksiat kecil seperti berbohong, menggunjing, atau mengabaikan kewajiban agama, maupun maksiat besar seperti melakukan dosa besar dengan sengaja. Perbuatan-perbuatan ini, meskipun sering kali dianggap sepele, tetap berpengaruh besar terhadap kehidupan spiritual seseorang.

Penting untuk menyadari bahwa perbuatan maksiat tidak hanya terbatas pada hal-hal yang jelas dilarang oleh agama, tetapi juga mencakup sikap hati yang lalai, tidak bersyukur, dan tidak merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah SWT. 

Maksiat dapat terjadi secara tidak sadar, bahkan dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita lebih mendahulukan kepentingan pribadi daripada menjalankan perintah Allah.

Kesadaran untuk Memilih Jalan yang Tepat

Allah SWT memberikan kebebasan kepada setiap hamba-Nya untuk memilih jalan hidupnya. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap pilihan yang kita buat akan berkonsekuensi pada masa depan kita, baik di dunia maupun di akhirat.

 Sebagaimana Ma’ruf Amin jelaskan, setiap individu berhak untuk memilih jalan yang akan diambil, apakah itu jalan yang mendekatkan diri kepada Allah melalui ilmu dan amal kebaikan, atau jalan yang menjauhkan diri-Nya melalui perbuatan maksiat.

Dalam perjalanan hidup ini, kita akan selalu dihadapkan pada godaan yang datang dari iblis dan setan yang berusaha menggoda dan menyesatkan kita dari jalan yang lurus. Oleh karena itu, kita harus senantiasa memohon pertolongan Allah agar diberi petunjuk dan kekuatan untuk tetap berada di jalan-Nya yang benar. 

Doa dan usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah langkah-langkah penting agar kita terhindar dari godaan yang dapat mengalihkan kita ke jalan yang salah.

Ma'ruf Amin juga mengingatkan kita tentang pentingnya doa dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa doa, kita bisa tersesat dalam kebingungan dan terjebak dalam godaan yang mengarah pada maksiat. Doa adalah bentuk permohonan kita kepada Allah untuk diberikan bimbingan dan dijauhkan dari segala hal yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index