JAKARTA - Untuk meningkatkan efisiensi energi di kalangan rumah tangga dan sektor UMKM, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus meluncurkan program promosi Bright Gas yang menarik, yang mengintegrasikan berbagai kegiatan sosial di wilayah Jawa Timur.
Program ini juga melibatkan Bazaar Al-Madinah, yang diadakan di kawasan Masjid Al-Akbar Surabaya dari 20 Februari hingga 18 Maret 2026.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam mengoptimalkan konsumsi energi tepat sasaran sambil mendukung pemberdayaan sektor riil melalui sinergi dengan UMKM.
Mendorong Transisi ke Bright Gas melalui Program Tukar Tambah
Salah satu fokus utama dari program ini adalah mendorong masyarakat beralih dari penggunaan LPG 3 Kg yang bersubsidi ke Bright Gas, sebuah produk LPG non-subsidi yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Melalui skema tukar tambah (trade-in) dan potongan harga isi ulang (refill), konsumen dapat dengan mudah beralih ke Bright Gas, yang kini dapat diakses melalui aplikasi MyPertamina.
Program ini juga didesain agar dapat memaksimalkan distribusi LPG tepat sasaran, sesuai dengan kebijakan pemerintah yang ingin memastikan LPG bersubsidi sampai ke masyarakat yang benar-benar berhak.
Dengan meningkatnya konsumsi energi rumah tangga selama bulan Ramadan, Pertamina memanfaatkan momen ini untuk mengarahkan konsumen menengah ke atas agar beralih ke produk LPG yang lebih efisien.
Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada LPG bersubsidi dan menggantinya dengan bahan bakar yang lebih berkualitas, yang juga lebih aman bagi pengguna.
Bazaar Al-Madinah Sebagai Sarana Penguatan Ekonomi UMKM
Partisipasi Pertamina dalam Bazaar Al-Madinah di Masjid Al-Akbar Surabaya tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan produk Bright Gas, tetapi juga untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM.
Melalui kegiatan ini, Pertamina memberikan panggung yang strategis bagi para pelaku usaha UMKM untuk memamerkan produk mereka kepada konsumen yang datang ke acara tersebut. Dalam hal ini, Pertamina juga berkomitmen untuk memperkuat sektor UMKM yang berperan penting dalam perekonomian daerah.
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah implementasi nyata dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang bertujuan menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
"Kehadiran kami di pusat keramaian publik ini bertujuan menghadirkan aksesibilitas energi yang andal. Di saat yang sama, kami memberikan stimulus bagi UMKM binaan agar naik kelas dengan menyediakan panggung pasar yang kompetitif," ujar Ahad.
Dampak Positif bagi UMKM dan Konsumen
Bagi sektor UMKM, kegiatan Bazaar Al-Madinah memberi peluang penting untuk memperluas jangkauan pasar. Salah satunya adalah Irvan, pemilik Nika Kopi, yang merasa sangat terbantu dengan partisipasinya dalam acara ini.
"Dukungan ini melampaui sekadar pembinaan teknis. Akses terhadap pasar potensial seperti di Masjid Al-Akbar membantu kami memperluas basis pelanggan dan memperkuat identitas merek secara organik," kata Irvan.
Hal ini menunjukkan bagaimana kegiatan sosial juga dapat memberikan efek positif bagi pertumbuhan bisnis mikro di tingkat lokal.
Di sisi konsumen, kemudahan transaksi melalui aplikasi MyPertamina menjadi daya tarik utama. Rina, seorang pengunjung bazaar, mengungkapkan bahwa aplikasi ini sangat membantu dalam mengelola pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok selama bulan puasa.
Penggunaan teknologi digital ini juga sejalan dengan tren peningkatan transaksi non-tunai di kalangan masyarakat yang semakin cerdas dalam mengelola keuangan mereka.
Sinergi Energi dan Ekonomi dalam Menjaga Stabilitas Masyarakat
Secara keseluruhan, program ini memberikan manfaat tidak hanya dari sisi distribusi energi yang lebih efisien tetapi juga berdampak pada ekonomi lokal. Kolaborasi antara penyedia energi dan sektor UMKM ini diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama di bulan Ramadan, serta mendukung perputaran ekonomi di tingkat lokal.
"Sinergi ini akan memberikan dampak positif bagi pergerakan ekonomi di Surabaya dan wilayah sekitar, memacu perputaran uang serta mendukung daya beli masyarakat," tambah Ahad Rahedi.
Dengan 11 cabang strategis yang tersebar di berbagai wilayah, Pertamina Patra Niaga terus bertransformasi menjadi penyokong utama kelancaran arus logistik dan distribusi energi di Indonesia.
Berkat infrastruktur distribusi yang luas ini, Pertamina dapat memastikan pasokan energi yang memadai bagi rumah tangga dan sektor industri, sekaligus mendorong penguatan ekonomi lokal yang berbasis pada UMKM.
Bazaar Al-Madinah: Temu Sosial dan Promosi Energi Berkualitas
Lebih dari sekadar acara bazaar, gelaran Bazaar Al-Madinah di Masjid Al-Akbar Surabaya ini menjadi titik temu sosial bagi masyarakat Surabaya yang datang untuk ngabuburit sambil berbelanja dan menikmati berbagai penawaran menarik dari para pelaku UMKM.
Acara ini tidak hanya menyediakan akses terhadap produk makanan dan minuman lokal tetapi juga menjadi ajang untuk memperkenalkan produk Bright Gas kepada konsumen, yang bisa langsung merasakan manfaat dari promo yang ditawarkan.
Kehadiran Pertamina di tengah keramaian ini memperlihatkan bagaimana perusahaan dapat mengintegrasikan pemasaran produk energi dengan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Dengan menggabungkan promosi energi yang efisien dan dukungan terhadap UMKM, Pertamina memperlihatkan komitmennya dalam menjaga kestabilan ekonomi di level lokal sembari memastikan akses energi yang lebih baik bagi masyarakat.