Pemkot Depok

Pemkot Depok Siapkan Pabrik Pengolahan Sampah 1.000 Ton Per Hari

Pemkot Depok Siapkan Pabrik Pengolahan Sampah 1.000 Ton Per Hari
Pemkot Depok Siapkan Pabrik Pengolahan Sampah 1.000 Ton Per Hari

JAKARTA - Pemerintah Kota Depok berkomitmen untuk mengatasi masalah sampah yang terus menjadi keluhan masyarakat dengan merancang pabrik pengolahan sampah berkapasitas 1.000 ton per hari yang akan beroperasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. 

Program ini direncanakan mulai berjalan pada tahun depan, sebagai langkah besar dalam menangani permasalahan sampah yang kerap mengganggu lingkungan di kota tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menyatakan bahwa target untuk pabrik pengolahan sampah ini sudah dipastikan dan saat ini proses kerjasama dengan mitra sedang berjalan. 

"MoU dengan PT BSA sudah, sekarang sedang memproses drafting perjanjian kerja sama," ujar Reni.

Kerjasama dengan Mitra dan Penguatan dari Kementerian Lingkungan Hidup

Pemerintah Kota Depok saat ini tengah dalam proses menyelesaikan tahapan administrasi yang diperlukan untuk membangun fasilitas pengolahan sampah tersebut. 

Hal ini melibatkan kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk konsultasi lintas Kementerian untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas proyek. 

Salah satu langkah yang sedang dilakukan adalah bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mendapatkan penguatan mengenai alat pengolahan sampah yang akan digunakan.

"Kami harus mendapatkan penguatan dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait alat yang digunakan, karena ini berkaitan dengan ekspor," tambah Reni. 

Proses ini penting untuk memastikan bahwa fasilitas pengolahan sampah yang dibangun memiliki standar yang sesuai dengan regulasi dan dapat memproduksi sampah yang siap diolah untuk keperluan lebih lanjut, termasuk ekspor.

Selain itu, Pemkot Depok juga berkoordinasi dengan Universitas Indonesia (UI) untuk menghitung dan memverifikasi kembali biaya-biaya yang terkait dengan proyek ini, seperti tipping fee yang ditawarkan oleh calon mitra yang bekerja sama. 

Melibatkan akademisi dalam perhitungan ini bertujuan agar proyek ini berjalan dengan transparansi dan dapat memberikan keuntungan yang optimal untuk kota Depok.

Persiapan Menuju Pembangunan Pabrik Pengolahan Sampah

Dalam upaya mempercepat pelaksanaan proyek ini, Pemkot Depok menargetkan untuk menyelesaikan kerjasama dengan mitra pada akhir Februari 2026. 

Setelah kesepakatan tercapai, tahap selanjutnya adalah groundbreaking atau peletakan batu pertama yang dijadwalkan pada Maret 2026. Reni menegaskan bahwa pembangunan pabrik pengolahan sampah ini akan dimulai setelah Lebaran, dengan peletakan batu pertama dijadwalkan pada Mei mendatang.

"Groundbreaking dilakukan setelah Lebaran ini," kata Reni. 

Proses pembangunan ini diperkirakan akan memakan waktu enam bulan untuk menyelesaikan tahap pertama pembangunan hanggar, yang menjadi bagian penting dari infrastruktur pabrik. Dengan demikian, diharapkan pembangunan tahap awal selesai pada Oktober 2026.

Uji Coba Pengolahan Sampah Sebelum Operasi Penuh

Sebagai bagian dari persiapan menuju operasional penuh pada tahun depan, Pemerintah Kota Depok sedang melakukan uji coba pengolahan sampah di TPA Cipayung. 

Uji coba ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua sistem berjalan dengan baik dan dapat mengolah sampah dalam skala besar secara efisien. 

Reni mengungkapkan bahwa pemerintah kota Depok lebih mengutamakan kehati-hatian dalam menjalankan proyek ini, agar operasional pengolahan sampah dapat berjalan maksimal tanpa masalah.

"Tahun depan operasional maksimal, tahun ini kita uji coba dulu, kami menggunakan aspek kehati-hatian yang lebih komprehensif," pungkas Reni. 

Uji coba ini juga memberikan kesempatan untuk memperbaiki segala potensi masalah yang mungkin timbul sebelum pabrik mulai beroperasi secara penuh.

Dengan adanya pabrik pengolahan sampah yang dapat mengolah 1.000 ton sampah per hari, Pemerintah Kota Depok berharap bisa memberikan solusi jangka panjang bagi masalah sampah yang selama ini menjadi masalah lingkungan yang besar. 

Selain itu, proyek ini juga diharapkan bisa membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar dan menjadi model pengolahan sampah yang bisa diterapkan di kota-kota lain di Indonesia.

Meningkatkan Kualitas Lingkungan dan Pengelolaan Sampah di Depok

Proyek pengolahan sampah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Depok untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan pengelolaan sampah secara lebih terstruktur. 

Sampah yang sebelumnya sering menjadi masalah lingkungan, kini dapat diolah menjadi bahan yang lebih berguna atau bahkan dapat dijadikan sumber daya baru. 

Dengan kapasitas pengolahan yang besar, Pemkot Depok berharap dapat mengurangi tumpukan sampah yang sering mencemari lingkungan dan menyebabkan masalah kesehatan di sekitar TPA Cipayung.

Selain itu, pengolahan sampah ini juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, mendukung kebersihan kota, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mitra swasta dan akademisi, Pemkot Depok berusaha untuk mewujudkan kota yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index