Kurma

Buka Puasa Dengan 3 Kurma Sama Dengan Sepiring Nasi

Buka Puasa Dengan 3 Kurma Sama Dengan Sepiring Nasi
Buka Puasa Dengan 3 Kurma Sama Dengan Sepiring Nasi

JAKARTA - Buka puasa di bulan Ramadan kerap dimulai dengan tiga butir kurma. Tradisi ini tidak hanya mengikuti sunah, tetapi juga memiliki dasar ilmiah. 

Kurma dianggap mampu mengembalikan energi tubuh secara cepat setelah berjam-jam berpuasa, sekaligus memberi asupan vitamin, mineral, dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, benarkah tiga butir kurma setara dengan sepiring nasi dalam hal energi?

Kandungan energi kurma dan perbandingannya dengan nasi

Pakar teknologi pangan, Ambar Rukmini, menjelaskan bahwa satu butir kurma memiliki berat sekitar delapan gram dengan energi sekitar 23 kilokalori (kkal). 

“Jadi, seorang mengonsumsi tiga butir kurma untuk membatalkan puasa, secara cepat sudah mengonsumsi sekitar 70 kkal yang setara dengan sepiring nasi,” ujarnya.

Sekitar 96 persen kalori kurma berasal dari karbohidrat sederhana, sementara 3 persen dari protein dan 1 persen dari lemak. Karbohidrat sederhana ini cepat diserap tubuh, sehingga energi yang turun selama puasa dapat segera pulih. 

Selain itu, setiap 100 gram kurma (sekitar 13 butir) mengandung 299 kkal energi, 63,35 gram gula, 8 gram serat, 2,45 gram protein, 0,39 gram lemak, 2 miligram natrium, dan 656 miligram kalium. Dengan jumlah tersebut, tiga kurma memang bisa menjadi awal energi yang signifikan saat berbuka.

Kelebihan vitamin dan antioksidan

Kurma bukan hanya sumber energi. Dalam 100 gram kurma terdapat 9 IU vitamin A, 0,05 miligram vitamin B1, 0,06 miligram vitamin B2, dan 1,2 miligram vitamin B3, serta vitamin C dalam jumlah cukup tinggi. Kombinasi vitamin A dan C bertindak sebagai antioksidan, melawan radikal bebas, dan membantu menjaga daya tahan tubuh.

Ambar menekankan, “Saya mengategorikan kurma sebagai makanan yang baik dikonsumsi setiap hari, tidak hanya saat berpuasa.” Hal ini menunjukkan bahwa manfaat kurma bersifat menyeluruh, baik untuk energi maupun kesehatan jangka panjang.

Serat dan kesehatan pencernaan

Selain vitamin, kurma mengandung serat polifenol yang membantu melancarkan sistem pencernaan. Serat ini tidak dicerna tubuh, tetapi membuat lambung dan usus lebih ‘bulky’, sehingga peristaltik menjadi lebih teratur. Dengan pencernaan yang baik, penyerapan zat gizi juga lebih optimal.

Manfaat lainnya termasuk menurunkan risiko konstipasi, sembelit, kanker kolon, serta membantu mencegah ambeien. Konsumsi kurma juga diyakini dapat membantu mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol, menjadikannya pilihan cerdas saat berbuka.

Mineral penting untuk tubuh

Kurma kaya akan mineral seperti kalsium dan magnesium. Magnesium berperan dalam pembentukan energi, struktur tulang, DNA, serta menjaga fungsi otot, jantung, dan sistem saraf. Kalsium mendukung kesehatan tulang dan gigi sekaligus membantu mengurangi peradangan. 

Kehadiran kedua mineral ini menjadikan kurma sebagai makanan berbuka yang tidak hanya cepat memulihkan energi, tetapi juga mendukung fungsi fisiologis tubuh.

Secara keseluruhan, tiga kurma memberikan energi awal sekitar 70 kkal, cukup untuk ‘menghidupkan’ tubuh setelah puasa. Walaupun menyamakannya dengan sepiring nasi tergantung porsi dan jenis nasi, kurma tetap unggul dalam hal penyerapan cepat energi, kandungan vitamin, serat, dan mineral.

Kebiasaan berbuka dengan tiga kurma pun bukan sekadar tradisi, melainkan didukung alasan ilmiah. Tubuh dapat segera kembali bugar, pencernaan terjaga, dan nutrisi penting terpenuhi. Inilah alasan mengapa anjuran berbuka dengan tiga kurma tetap relevan di era modern, menggabungkan nilai spiritual dan kesehatan dalam satu praktik sederhana.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index