Mudik Lebaran

Mudik Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Perjalanan Masyarakat Nasional

Mudik Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Perjalanan Masyarakat Nasional
Mudik Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Perjalanan Masyarakat Nasional

JAKARTA - Momentum mudik Lebaran 2026 menunjukkan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi.

Pemerintah mencatat jumlah warga yang melakukan perjalanan selama periode arus mudik tahun ini melampaui perkiraan awal. Berdasarkan data pergerakan masyarakat, angka pemudik yang tercatat bahkan lebih besar dibanding hasil survei sebelumnya. 

Kondisi ini menjadi gambaran bahwa tradisi pulang kampung masih menjadi bagian penting dalam perayaan Idul Fitri, sekaligus menandakan tingginya antusiasme masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.

Lonjakan pergerakan itu tidak hanya terlihat dari jumlah orang yang bepergian, tetapi juga dari meningkatnya penggunaan berbagai moda transportasi umum. 

Dari jalan raya, laut, udara, hingga kereta api, seluruh moda menunjukkan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Bahkan, moda penyeberangan disebut mengalami kenaikan paling mencolok. Di sisi lain, arus kendaraan pribadi yang keluar dari wilayah Jabodetabek juga tercatat meningkat, dengan mayoritas pemudik bergerak menuju wilayah timur Pulau Jawa.

Secara umum, pemerintah menilai pelaksanaan mudik tahun ini berjalan aman dan lancar. Peningkatan jumlah pemudik justru menjadi catatan positif karena masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dengan nyaman. 

Capaian ini juga dianggap sebagai keberhasilan koordinasi lintas sektor dalam menjaga kelancaran arus mudik, terutama di tengah besarnya volume perjalanan yang terjadi dalam waktu relatif singkat menjelang Hari Raya.

Jumlah Pemudik Lebaran Melampaui Perkiraan Awal

Sebanyak 147 juta orang diperkirakan telah melakukan perjalanan mudik di momen Lebaran 2026 ini. Wakil Meteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menyampaikan ini berdasarkan mobile positioning data (MPD) sejak tanggal 13-29 Maret.

"Selama 17 hari jumlah orang yang melakukan perjalanan adalah 147 juta orang. Ini lebih tinggi dari survei kita yang hanya kemarin di angka 143 lebih tinggi 2,5 persen," kata Suntana.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator kuat bahwa mobilitas masyarakat selama musim mudik tahun ini sangat besar. Dibandingkan proyeksi awal yang berada di kisaran 143 juta orang, realisasi perjalanan ternyata menembus 147 juta orang. 

Kenaikan 2,5 persen dari prediksi sebelumnya menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat untuk mudik tetap tinggi, meski tantangan perjalanan dan kepadatan lalu lintas selalu menjadi perhatian setiap tahun.

Data berbasis mobile positioning ini juga memberikan gambaran lebih akurat mengenai sebaran perjalanan masyarakat. Dengan cakupan selama 17 hari, perhitungan tersebut memperlihatkan betapa masifnya arus pergerakan nasional selama periode menjelang Lebaran. 

Pemerintah pun menilai capaian ini sebagai gambaran nyata tingginya tradisi silaturahmi masyarakat Indonesia.

Pemerintah Syukuri Mudik Berjalan Aman dan Lancar

Suntana bersyukur masyarakat Indonesia dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan lancar pada tahun ini.

"Capaian ini kita syukuri masyarakat Indonesia berbondong-bondong melaksanakan hari lebaran hari sosial dan bersilaturahmi dengan penuh sukacita dan berjalan dengan aman dan lancar," ucapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada besarnya jumlah pemudik, tetapi juga pada kualitas perjalanan yang dialami masyarakat. 

Kelancaran arus mudik menjadi poin penting karena volume perjalanan yang sangat besar kerap menimbulkan potensi kepadatan, keterlambatan, hingga gangguan keselamatan di berbagai jalur transportasi.

Dengan jumlah pemudik yang melampaui prediksi, kondisi aman dan lancar menjadi capaian yang patut dicatat. Hal ini menunjukkan bahwa koordinasi antarinstansi, pengaturan lalu lintas, serta kesiapan infrastruktur transportasi mampu menopang lonjakan mobilitas masyarakat. 

Bagi pemerintah, keberhasilan mudik tidak hanya diukur dari jumlah orang yang pulang kampung, tetapi juga dari minimnya hambatan selama perjalanan.

Lebaran memang selalu identik dengan arus mudik sebagai momen sosial dan budaya yang sangat kuat di Indonesia. Karena itu, kelancaran perjalanan menjadi bagian penting dari kebahagiaan masyarakat dalam menyambut hari raya bersama keluarga.

Pengguna Angkutan Umum Naik di Semua Moda Transportasi

Lebih lanjut, Suntana juga mengatakan jumlah pemudik yang naik kendaraan umum meningkat dibanding tahun 2025 lalu.

Jumlah pemudik yang naik angkutan umum di 2026 sebanyak 23,54 juta. Sedangkan tahun 2025 ada 21,23 juta.

"Jumlah penumpang angkutan umum pada masa Lebaran tahun ini berjumlah 23,54 juta orang. Ini mengalami kenaikan," tuturnya.

Rinciannya, penumpang yang menggunakan moda angkutan jalan mengalami kenaikan sebesar 11,6 persen, moda angkutan laut mengalami kenaikan sebesar 9,86 persen.

Kemudian, moda angkutan udara mengalami kenaikan sebesar 6,97 persen, moda kereta api mengalami kenaikan 10 persen.

"Dan moda penyebrangan yang kami sangat luar biasa surprise itu naik sampai 15 persen," lanjutnya.

Kenaikan di seluruh moda transportasi ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memanfaatkan layanan angkutan umum untuk mudik. Selain lebih praktis, penggunaan transportasi umum juga menjadi pilihan untuk menghindari kepadatan di jalan raya, terutama bagi pemudik jarak jauh.

Moda penyeberangan yang melonjak hingga 15 persen menjadi sorotan tersendiri. Angka tersebut menunjukkan tingginya pergerakan antarpulau selama musim mudik. 

Sementara itu, kenaikan pada moda jalan, laut, udara, dan kereta api menandakan distribusi pemudik yang cukup merata di berbagai jalur transportasi nasional.

Kendaraan Keluar Jabodetabek Didominasi Arah Timur

Selanjutnya, ia memaparkan jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah Jabodetabek di momen mudik Lebaran ada sekitar 2,90 juta.

Menurutnya, angka ini juga meningkat karena pada 2025 lalu, ada 2,85 juta kendaraan yang keluar Jabodetabek.

"Sebanyak 2,90 juta kendaraan atau mengalami kenaikan sebesar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ungkapnya.

Dia merincikan, mayoritas kendaraan dengan persentase sekitar 51,5 persen pergi menuju arah Timur atau ke Jawa Tengah, DI Yogyakarya, dan Jawa Timur.

Sebanyak 26,5 persen menuju arah Barat atau ke Banten dan Sumatera.

"Dan 22 persen menuju arah selatan Kota Bogor kota Kabupaten Bogor dan kampung halaman saya ini Sukabumi, karena memang kadang-kadang untuk wisata," lanjut dia.

Data ini memperlihatkan bahwa wilayah timur tetap menjadi tujuan utama pemudik dari Jabodetabek. Dominasi arus ke Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur sejalan dengan pola tahunan, mengingat banyak perantau di ibu kota berasal dari kawasan tersebut. 

Sementara itu, pergerakan ke barat dan selatan juga tetap signifikan, terutama untuk tujuan kampung halaman dan wisata. Secara keseluruhan, mudik Lebaran 2026 menegaskan besarnya mobilitas nasional yang berhasil dikelola dengan cukup baik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index